Aku pernah ada di samping hingga segala keluh usai
Aku pernah ada di dekat kemudian dianggap sebagai rumah
Aku pernah datang lalu sekarang memutuskan hilang
Bukan tanpa sebab, tapi juga bukan harus menjelaskan
Semua orang meneriakkan luka
Semua rasa menjeritkan duka
Semua kehilangan menyimpan tangis
Semua kepergian menyisakan kenangan
Tidak terkecuali aku, kamu, dan mereka
Kita semua berkesempatan menjadi korban
Kita semua sebenarnya adalah pelaku
Menjadi yang ditinggalkan kerapnya mengaku lebih terluka
Tapi, sayangnya lupa bahwa meninggalkan tak pernah semudah menyembuhkan luka
Kamu tidak akan pernah merasa bila tak mengalami
Kamu tidak akan tahu bila tak pernah melalui
Hingga nanti kamu akan mengerti
Bahwa kepergian bukanlah yang aku pilih
Bahwa kepergian takkan pernah ingin aku jadikan tujuan
Bahwa pada kepergianlah aku membiarkan diriku terluka-tanpa harus kamu tahu, tanpa harus kamu mengerti
Sebab, kepergian ini adalah takdir yang tak pernah ingin dijadikan pilihan
Namun, bertahan aku tak lagi mampu
Hingga kemudian aku dibuat menyerah, bahwa ketetapan-Nya memang mengarahkanku untuk melangkah.
Kau harus tahu,
Kita adalah sepasang luka yang saling melupa.