Cerita malam ini, aku membuka dan membaca beberapa pesan singkat kita dulu. Ternyata aku memang pamarah sekali ya, meluapkan emosiku padamu dan kamu hanya bisa berkata "sabar dulu..". Tapi mungkin sifat pemarahku masih jadi kebiasaan sampai detik ini. Banyak hal yang mungkin tak kita sadari sudah lama berlalu dan tidak kita jadikan pelajaran, padahal kita berjanji untuk belajar dari pengalaman namun ketika kita sudah mampu melewati pengalaman tersebut, kita secepat kilat melupakannya. Mengulangi lagi, berkata seperti itu lagi dan seperti itu terus. Yah, pada kenyataannya sabarmu lebih banyak dariku. Aku beruntung sekali, karena kamu bukan lelaki pemarah atau lebih parah lagi seperti lelaki yang suka main fisik jika emosi dan yang pasti akan sangat aku takuti. Kamu itu jauh lebih seperti sahabat, mengerti, paham meskipun kamu harus mencoba terus mengerti dan memahami lalu kamu dipaksa menerima. Maaf ya.. Perempuanmu ini masih sering berlomba-lomba dengan ego dan emosi, menomorsatukan mereka tanpa sedikit mengerti. Kamu laki-laki yang mempunyai stok sabar yang jumbo, menghadapiku, memberitahuku, mengajarkanku dan menerimaku sejauh ini. Sabar jadi salah satu ciri khas darimu, aku tidak bisa menjelaskan sebenarnya tapi yang pasti jika aku diharuskan memilih lelaki tersabar dan hampir tidak pernah marah-marah aku pasti memilihmu. Setiap kali aku berulah, kamu satu-satunya manusia yang memperhatikanku, lalu memberitahuku begitu pelan. Meskipun terkadang kamu kurang menyadari apa saja hal yang aku tak suka darimu, hingga kamu merasa semuanya sedang baik-baik saja padahal hatiku sedang porak-poranda. Tak apa, aku sedang tak mau membahas kekuranganmu, aku ingin malam ini khusus menulis tentang kesabaranmu yang jumbo itu. Agar aku selalu bersyukur karena adanya kamu. Kita manusia yang berbeda, jauh dari keluarga yang tak sama, kebiasaan yang bertolak belakang, sifat, sikap dan masih banyak lagi ketidaksamaan kita ini. Namun di usia kita saat ini, kita tidak dituntut mencari apa saja yang sama, namun lebih mencari bagaimana yang tidak sama bisa saling melengkapi. Seperti itulah kita, kanan dan kiri bukanlah sesuatu yang sama kan? namun kamu pasti tau jika burung tidak mampu terbang dengan sayap kanan dan kanan atau kiri dengan kiri, sebab burung hanya bisa terbang dengan sayap kanan dan kiri. Pahamilah kekurangan kita, lalu sandingkan dan terimalah dengan lapang dada apa saja dari kita yang berbeda. Mungkin jika sudah kamu sandingkan, kamu akan menemukan manusia yang saling menyempurnakan.
Terimakasih atas porsi sabarmu selama ini.
Selamat tidur selamat beristirahat.
Selamat malam..
♥️
