Kamis, 30 Agustus 2018
Kepadamu ♥️
Kepada putra, putri ibu.
Nak.. Ibu sudah tidak takut lagi kamu tak cinta Al-Qur'an, sebab ibu sudah memilihkan ayah yang mampu sabar membimbing kita untuk mencintai Al-Qur'an, yang selama ini selalu belajar ilmu agama, selalu berusaha untuk menambah kemampuannya, ibu yakin kamu akan bangga dan bahagia memiliki ayah seperti dia.
Ibu juga tak takut lagi kamu kelaparan, sebab ibu sudah belajar memasak masakan yang akan kamu ingat seumur hidupmu, yang rasanya tidak akan kau temukan di restoran manapun. Ibu juga telah memilihkan ayah yang mampu bertanggung jawab atas kehidupan kita.
Ibu tidak takut kamu tak bisa hidup seadanya, sebab ibu telah merasakan dan akan mengajarkanmu bahwa hidup mewah atau seadanya tergantung bagaimana rasa syukur kita.
Ibu juga tidak takut kamu mengobrak-abrik mainanmu, nanti akan ibu ajari betapa nyamannya kerapian.
Ibu sudah mendo'akanmu nak, jauh sebelum kamu ada bahkan saat ini ibu masih lajang, masih menunggu ayahmu melamar ibu untuk menjadi ibumu kelak, berapa tahun? Ibu sudah mengajari kalian menghitung, hitunglah sendiri. Ibu hanya bisa mendoakan supaya kelak kamu jadi putra dan putri ibu yang nurut, yang mampu membahagiakan ibu dan ayahmu dunia dan akhirat. Yang bisa mendoakan ibu dan ayah saat kami tak bisa menemani kalian lagi. Salam sayang dari ibu dan ayah nak, semoga besok saat kalian sudah bisa membaca, kalian menyempatkan waktu membaca surat cinta ibu ini untukmu. Do'a ibu untuk kalian tidak akan selesai jika ibu tulis disini. Peluk dan sayang. Ibumu♥️
Senin, 27 Agustus 2018
36 bulan
Aku tidak menyebut ini sebuah ucapan perayaan, aku menyebut ini sebagai kalimat pengingat. Meregenerasi rasa kita yang sudah 3 tahun ini. Mengingat kembali bagaimana kau bisa mengenalku sampai menaruh hati padaku, begitu aku sebaliknya. Berkilo-kilo jalan kita tempuh, merasakan hujan, panas dan jangan sampai ada ban kempes diantara kita, ehehe. Yang pasti malam ini, aku terlalu ingat bagaimana kita bisa sejauh ini, menikmati pencapaian kita selama ini, berdua berjalan tanpa berlawanan arah. Aku harap meregenerasi rasa dapat menghambat kebosananmu padaku, mematikan sel-sel bosan yang ada di sekitar hatimu yang mungkin saja bisa menular kemana-mana, menjangkit sesuatu yang sensitif, seperti hatimu. Ingat lagi bagaimana kita bisa menikmati hasil jerih payah kita, mondar mandir mencari tempat cetak foto yang murah, agar laba kita tidak terlalu kecil dan kita bisa membeli hal yang kita senangi dan Alhamdulillah mungkin belum semua yang kau inginkan tercapai namun rasa syukur dan rendah hati semoga selalu kau miliki atas pencapaian kita ini. Lagi lagi aku ingat bagaimana kita tertawa di atas sepedah motor milik mu itu, menamai setiap gang, bercerita, aku sampai heran dari dulu sampai sekarang kenapa kita tidak kehabisan pembahasan ya... 😂. Sesederhana itu, mengingat bagaimana awal kita dulu, itu dapat menimbulkan rasa yang sama lagi.
Akan tiba saatnya Semua yang pernah kita impikan, Semua yang pernah kita harapkan akan menjadi sesuatu yang nyata. Ini bukan perihal usia ini juga bukan perihal waktu tapi ini perihal masa dimana besok kita dapat menjalankan masa kita bersama menyandingkan takdir kita bersama. Akan tiba masanya kita mewujudkan satu persatu impian kita, merajut lagi mimpi bersama sekaligus membuatnya jadi nyata. Akan ada masanya kita ada di dalam tembok rumah kita sendiri, memilih warna untuk setiap ruangan, menghiasi setiap sudut, akuarium yang panjang, kucing yang berkeliaran dan suara tawa dan tangis anak-anak kita nanti. Mungkin benar akan tiba waktunya entah satu dua atau tiga tahun lagi yang pasti saat ini kita sedang berjalan dan Belum tahu kapan waktu yang tepat untuk semuanya bisa menjadi bersandingan. ini perihal kebersamaan kita, 3 tahun merajut asa, menceritakan mimpi, membangun kepercayaan, merenggut kesedihan, merasakan perih, luka, sakit, berdarah, bernanah, di sayat rindu, ditampar ombak namun tak bisa hancur. Hari ini, tepat dimana 3 tahun lalu kau meletakkan hatimu padaku begitupula dengan hatiku. Masa dimana kita tidak tau kebiasaan buruk satu sama lain, belum mengetahui secara terbuka tentang masalah kita sendiri, belum menggali perasaan kita yang dalam seperti saat ini dan pasti di 3 tahun ini, kau mampu memberikan aku sebuah kepastian, dimana kau berjanji akan menikahiku. Terlalu panjang do'aku jika aku tulis disini, namun semogo setiap malam do'aku mampu memelukmu agar kau senantiasa baik-baik saja, menata hati untuk segera menggenapkan diri. Percayalah, kali pertama kita bertemu hingga besok, mataku tetaplah sama. Mata yang selalu menyayangimu. Calon suamiku. ♥️
14-8-2018
14-8-2018
Puzzle terakhir
Banyak hal yang kita bagi satu sama lain. Senang, sedih, tertawa, cerita, susah, Tangis, marah, kecewa. 36 bulan aku membagi semuanya denganmu. bukan waktu yang sebentar kan?
Perasaanku padamu semakin dalam. Aku bahkan tidak lagi dapat mendefinisikan, sebab apa yang kita punya selama ini terlalu banyak. Dimana-mana ada kenangan kita, setiap sudut kota ada perjalanan kita, setiap jalan ada nama kita. Hmm.. Dimana lagi aku bisa menemukan orang yang mengerti aku seperti kamu?
Kamu bukan yang paling sempurna. Bahkan ada banyak kekurangan mu yang harus aku terima. Tapi aku merasa lengkap. Bersamamu, di pelukanmu, sesederhana menemukan puzzle terakhir. Pas. Engkau berarti banyak untukku. Kau juga jadi awal perasaan ini tumbuh.
Aku bisa bercerita banyak denganmu, apapun temanya kau pasti sejalur, entah paham atau tidak, kau adalah pendengar yang baik. Yaaa.. meskipun kadang kau jauh dari kata itu. Ehehe..
Leluconku, hanya kamu yang mengerti, aku tak peduli tawamu saat aku berlelucon itu palsu atau asli, yang terpenting aku menemukan defenisi bahagia.
Tangisku, hanya kau yang sanggup memberhentikan.
Lukaku, hanya kamu yang mampu mengobati.
Betapa rumitnya apa yang kita punya sekarang. Aku tak ada artinya tanpamu, semoga kaupun begitu, mengatasnamakan namaku atas bahagiamu. ♥️
Langganan:
Komentar (Atom)
Tidak Mengetauhi Apa-apa
Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...
-
Menyanyangi itu kamu. Mencintai. Titik. Tanpa koma. Tak perlu penjelasan. Karena kau sudah tahu tanpa perlu bertanya lagi. Dan tanpa aku ...
-
Pintaku, jangan dulu berjanji. Jangan dulu mengucap janji yang sulit ditepati, seperti janji untuk tidak saling menyakiti. Karena mungkin ...
-
Sebongkah hati tlah berlari terlalu jauh. Jauh meninggalkan tembok runtuh itu dalam kehidupannya. Terlalu jauh ia berlari hingga akhirnya...


