Minggu, 29 November 2015

Yang Belum Tersampaikan.

Semenit setelah ku balas pesan singkatmu, kulihat awan tak lagi biru, ia lebih dominan abu-abu. Kau tau? Ia seperti kehilangan gairahnya. Sedari tadi, aku berjalan seperti mengunakan sedikit tenaga, melangkah dengan nada yang berbeda. Hanya pandangan kosong, namun maksud kaki punya tujuan. Aku duduk diteras aula, ku luruskan kakiku, sedikit mengumpulkan tenaga.      
           "Hay.." terdengar suara yang tak begitu asing, seperti ditujukan padaku, membuatku dengan reflek memutar pandangan. Ku lihat seorang laki-laki tegap, yang terlihat jelas hanya baju hitam yang ia kenakan lengkap dengan tas slempang hitamnya, sebenarnya aku tau siapa dia, namun aku masih berusaha memperjelas pandanganku. Mata ini masih kesulitan memfokuskan pandangan ke satu titik, membuatku harus berkedip beberapa kali untuk menemukan kejelasan, namun percuma. Konsentrasiku buyar oleh ponselku yang berdering, ada pesan masuk yang berisi,
"Priamu, tunggu aku ditempat ini. Jangan beranjak pergi, aku janji akan membawamu bersamaku. Membawamu enyah pergi dari kehidupamu yang sekarang. Tunggu aku.. Aku mencintaimu" aku tersenyum membaca susunan abjad itu dan menemukan gairah lagi, seperti awan abu-abu yang kembali biru.
             Kertas ini malah menjadi pasung kakiku untuk beranjak pergi. Aku tak melanggar perkataannya. Aku menungguinya, tepat  ditempat yang ia minta. Aku tersenyum miris memandangi kertas putih di genggaman tangan kiriku, aku menoleh kebelakang lagi lalu menunduk memperhatikan kertas putih ditanganku. Begitu saja, berkali-kali tapi hasilnya tetap sama, dia tidak ada. Sekarang, aku sudah jauh, aku pun tidak tahu saat ini aku berada dimana, semakin ku menerawang, semakin aku merasa suram. Dia benar-benar tidak datang, dia benar-benar melanggar janjinya sendiri.

Ah, kertas putih ini ternyata masih erat dalam genggamanku, terlihat semakin lusuh dan kusut saja, mungkin karena ulahku yang menggenggam sembarangan karena terbawa emosi. Kau tahu? kertas putih yang dari tadi kusebutkan, yang dari tadi ku genggam adalah surat untuk sosok berbaju hitam itu. Surat yang ku buat sebelum aku kembali untuk menepati permintaannya, menunggunya. Surat yang masih ku genggam ketika dia kembali jauh dariku.

Pesan singkat yang baru saja masuk di ponsel ku lagi-lagi membuatku terkejut tanpa terkira, sosok berbaju hitam itu mengirimkan pesan. Lagi-lagi dia menyalahkanku. Dia bilang aku sengaja pergi begitu saja, dia bilang aku bersalah lagi, dia bilang aku menghancurkannya lagi. Tapi bukan umpatannya itu yang ku pikirkan, aku justru senang, berarti dia berusaha mengatakan bahwa tadi dia datang, kan? Oh, berarti dia tak sepenuhnya ingkar janji.

Sekarang, aku merasa sudah sampai di tempat tujuan, aku sudah beristirahat di tempat persinggahan yang seolah menjanjikan rasa nyaman. Di dalam hati seorang pria. Aku genggam lagi, surat yang belum sempat ku beri padanya. Ku bawa lagi cerita ini, ku pendam lagi, rindu yang menghantui. Ku bawa pulang lagi janji yang belum sempat dia tepati.

Lain kali, dia harus datang kesini biar ku beri tahu apa yang ingin dia ketahui. Sesekali dia perlu singgah di tempat persinggahan ini, biar ku beri waktu padanya untuk menepati janji. Dia benar-benar harus kesini, agar surat yang ku genggam ini bisa dengan mudah ku beri.

"Tingg'!!!!" 
Aku tersadar, ponselku memang hobi mempermainkan jantungku. Aku terbangun dan sadar yang kulalui tadi hanya mimpi. Ternyata aku tertidur diteras aula saat ku coba luruskan kakiku yang lemas tadi, namun ternyata kantuk datang tanpa ku undang.  Ah, mimpiku jalan-jalan kok sampai sejauh jarak aku dan dia. Tapi tak masalah, sedikit mengurai rindu ini dan aku yakin dia akan kembali, dia akan menepati janji. Dia kamatianku. 

❤with love, Zahrotul eLeN❤
         

Sabtu, 28 November 2015

About you.


Kemarin, tentangmu hanyalah kata tanpa makna. Diksi yang tak ingin ku pilih sebagai pelengkap bait puisi yang kehilangan arti. Namun begitu, sepertinya pengabaianku mulai tak lagi cocok disandingkan denganmu, debar dan rasa ke ingin tahuan muncul menjadi beberapa pertanyaan kecil tentang rindu yang mungkin tidak seharusnya, akan tetapi masa iya merindukanmu adalah suatu kesalahan?.

Siapa sangka, perasaan jatuh seperti suka bisa menuju kepada pelukan siapa saja, dengan atau tanpa sengaja. Sama halnya sepertimu, sayang. Bahkan awalnya aku tak mengenal siapa kamu, namun namamu selalu ditemukan mataku dengan tidak sengaja di beranda pemberitahuan. Masa bodo, ialah pikiran awal perihal berita-berita yang selalu saja kamu tuliskan, menarik atau tidak tetap saja membangunkan tanggapan-tanggapan untuk ku abaikan.

Sampai pada percakapan pertama kita, dimana aku banyak bercerita denganmu, mau tidak mau aku harus singgah pertama kalinya untuk bertanya, walau akhirnya... Dan entah bagaimana kita bisa sampai bertukar privasi masing-masing saat itu. Mengenalmu aku tak merasakan kata asing didalamnya. Pertanyaan-pertanyaan selalu tercetak dalam pikiranku tanpa harus lebih dulu berfikir keras untuk mendapatkannya dan ingin selalu aku serahkan kepadamu, agar percakapan kita tak berhenti sebatas keperluan saja.

Aku juga tidak menyangka, rindu bisa secepat itu, 'kepulangan kamu'. Judul yang kerap kali ingin  aku tuangkan kedalam sebentuk puisi ketakutan, supaya kamu paham setiap perjumpaan juga akan kembali kepada perpisahan. Ketahuilah sayang, caramu terlalu klasik bagiku tapi aku tak bisa berbohong bahwa aku terikat kuat didalamnya untuk tetap setia menikmati segala kesederhanaanmu hingga pada akhirnya tinggal tersisa satu degup gigil yang ingin dihangatkan oleh kehadiranmu.

Seandainya, jika memang salah merindukanmu, aku akan berhenti dengan sangat. Aku berusaha untuk tidak lagi jatuh kedalam zona nyamanmu, aku akan gigih bertahan dengan ketabahan perihal rindu yang juga ingin dituntaskan pertemuan, pun sebentuk debar kekhawatiran akan terus ku coba yakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja, dengan atau tanpa pertemuan. Maaf, jika rindu ini kerap kali membuatmu tak nyaman. :'(

❤with love, ZeteLeN❤

Rabu, 25 November 2015

Bagaimana Mungkin Aku Bisa?

Bagaimana mungkin aku bisa berpaling? jika dia yang selalu dapat menutupi semua deras hujanku dengan payung yang indah. Bagaimana mungkin aku bisa berpaling? Jika dia yang mampu menutupi panasku dengan mendung yang teduh. Bagaimana mungkin aku bisa berpaling? Jika dia yang sanggup menutupi kesalahanku dengan cantik, memaafkan semua salahku. Bagaimana mungkin aku bisa berpaling? Jika setiap tingkahnya bisa membuatku tertawa, bisa membuatku lupa dengan beban hidup yang ada. Bagaimana mungkin aku bisa berpaling? jika setiap prilakunya selalu menghormatiku, jika setiap prilakunya menjadikanku perempuan paling beruntung dengan kelebihan bahkan masih merasa beruntung dengan kekuranganku. Bagaimana mungkin aku bisa berpaling? Jika setiap amarahnya hanya untuk melindungiku, hanya untuk kebaikanku. Bagaimana mungkin aku bisa berpaling? Jika tanpa rayuan, dia dapat menjadikanku perempuan paling cantik dimatanya. Bagaimana mungkin aku bisa berpaling? Jika tanpa tumpukkan puisi dia dapat menjadikanku perempuan paling spesial dihatinya, dan menjadikan aku satu-satunya. Bagaimana mungkin aku bisa mendua? Jika hanya dia satu-satunya dan hanya dia yang ada di nomer selanjutnya. Bagaimana mungkin dia takut kehilanganku? Jika pada kenyataanya aku jauh lebih takut kehilangan dia. Aku tak pernah dicintai pria seperti itu sebelumnya, terimakasih sudah mau dan mampu mencintaiku seperti itu. Aku hanya perempuan biasa namun bersamamu aku merasa menjadi perempuan paling luar biasa. Sebab, harta, kekayaan, kemewahan dan kebangsawanan tidak akan mengubah perempuan menjadi seorang putri, namun dengan tulusnya seorang pangeran-lah yang dapat mengubahnya.

Sekali lagi..
Terima kasih, dan maaf jika aku sering membuatmu kecewa. Aku tak dapat membalas itu semua dengan hal yang sama, sebab logikalah yang dominan dipikiranmu dan perasaan yang lebih dominan dipikiranku. Aku hanya dapat membalas semua dengan nyatanya baktiku padamu. 

❤with love, perempuanmu❤

Selasa, 24 November 2015

Think of you.

Semakin kuingkari, semakin ku mengerti hidup ini tak lengkap tanpamu, Aku mengaku bisa tapi hati sebenarnya tak bisa. Belum ada 24 jam, namun sudah merasa ada yang kurang. Sapamu mungkin, atau gelak tawamu yang dengan mudah membius laju otakku dan masuk ke pikiranku yang membuat rindu ini mudah terkendali. Kau bisa, tentu aku juga sama. Ku biarkan waktuku berjalan dengan semestinya, hanya layar laptop yang sedari tadi ku pandang dan kini aku merubah fungsi ponselku menjadi jam. Berharap waktu yang kulalui ini menjadi sudah sangat lama.
          Entahlah, aku tak tau lagi apa yang akan aku tulis. Inspirasiku sedang melanglang buana entah kemana. Yang aku tau, kini aku tengah memasung hatiku agar tak membrontak dengan perjanjian kita tadi malam. Yaaa pada akhirnya aku harus konsisten dengan perjanjian kita. Sebenarnya aku ingin katakan "tolong jangan biarkan aku sendiri, sebab aku terbiasa denganmu" tapi harus ku kurungkan niatku itu, sebab aku tau aku banyak menyita, merampas bahkan membuang waktumu saat bersamaku. Jadi aku ingin tau bagaimana denganmu jika tanpa aku. Aku tak berharap kata "kita" terbelah menjadi "aku" "kamu" namun aku hanya berharap hidupmu lebih baik jika tanpa keegoisanku dan dengan cara ini aku mulai belajar. 
               Ya, semoga firasatku ini selalu baik tentangmu. Hey kematianku, sebanarnya tadi aku melihat awan membentuk wajahmu. Kau terlihat tersenyum manis dan itu bertanda kau baik-baik saja, semoga.

Salam sayang yaa. ..
Jangan lupa,.
I think of you always. 

❤with love, Zahrotul Laili eN❤

Minggu, 22 November 2015

Jangan Salahkan Rindu.


Lalu apa yang harus ku urai selain rindu? serat-seratnya sudah menjulur sampai ke sudut waktu. Menghabiskan sisa kenangan bersama bayanganmu. Bau basah dari hujan isyarat lakumu masih tercium bahkan aromanya menusuk sampai ke rahang, memenuhi setiap dinding rongga. Garis wajahmu menari di gerak pandangku saat terpantul bayangan matahari yang hampir tenggelam, dibatas senja, dihari yang hampir habis, namun kisahnya belum selesai sampai dibatas. Suaramu masih ku teguk manis, memeluk tiap inci gerak tubuhku. Bahkan frekuensinya terdengar sampai ditempat yang paling jauh, didasar hati.

Lalu apa lagi yang harus ku urai kecuali rindu?. Bahasannya biasa, namun rasa itu yang diluar kata biasa. Menarik ulur tiap rasa yang dibuat kelu karna balutan rindu, menjadikan setiap incinya rasa yang saling bertemu. Lalu? Aku harus menyalahkan siapa? Kau? Aku? Jarak? Atau waktu? Siapa yang dapat bertanggung jawab jika rindu mencekikku dan sampai menerbangkan nyawaku?
          Tidak usah menjadi mentari jika kau hanya sanggup jadi pelangi, biar aku yang menjadi sebait hujan lalu menyisahkan genangan – genangan dan Alloh dengan kuasa-Nya membiaskan aku dengan cahaya mentari agar keanggunanmu kokoh dilangit biru. Gampangnya, tidak usah repot menjadi yang terbaik tapi jadilah yang satu – satunya.  
             Gar, bila caraku salah merindukanmu, tolong jangan salahkan rindu itu, salahkan saja aku yang terus merindukanmu berulang – ulang. Seandainya itu membuatmu tak nyaman, aku minta maaf. Satu hal lagi, maaf aku tak pernah izin menyebutkanmu berkali – kali dihadapan-Nya itu karena degup tak pernah menjadi lebih tenang sebelum pertemuan.
             Jujur bukan pertemuan yang ku inginkan, aku tak pernah terlalu mengharap hal itu. Kau boleh menyalahkanku karna aku merinduimu, namun aku mohon jangan pernah salahkan rindu yang ku atas namakan dirimu. Mau kau disini atau tidak, frekuensi kehadiranmu selalu sama. Namun satu yang membuatnya berbeda, aku selalu rindu caramu menjadikanku perempuan paling beruntung di dunia... ☺

❤wuth love, Zahrotul eLeN❤

Sabtu, 21 November 2015

Menyapa Mata.


Seperti kemarin aku masih bertahan. Menemanimu ketika kau lelah. Tak sedikitpun niat untuk menghapus diri atau lari dari bagian lembar kisah yang telah terpahat. Semakin lama, semakin hari kian banyak pahatan itu. semakin lengkap catatan yang telah kita buat, semakin panjang kisah yang terekat. Aku selalu bersyukur untuk kehadiran dirimu saat ini, karena kau warna warni dalam lembar kisahku.
          Hubungan tak selalu tentang tawa atau bahagia. Bahagia atau tidak, semua dapat terlihat dari bola mata, coba sapa matamu, kau akan menemukan suatu hal yang mungkin tak bisa diungkapkan oleh mulutmu. Mata tempat keluarnya air, yang biasa kau sebut "air perasaan". Perempuan tak bisa jauh dari air mata bahkan saat ia bahagia, air mata akan hadir untuk mengekspresikan rasa bahagianya. Ada pula kalanya, perempuan berekspresi dengan air mata ketika mulut sudah tak sanggup berkata-kata, ketika rasa itu mulai melanda. Ya, rasa sakit yang sedikit terasa perih. Tapi, kebanyakan perempuan-pun merasa air matanya terlalu berharga untuk diperlihatkan, sehingga mereka hanya menangis dihadapan dirinya, dan Tuhan. termasuk aku. Menangis bukan menandakan wanita lemah, bukan. mereka hanya mengekspersikan apa yang mereka rasa.
          Jika ada yang menganggap perempuan lemah, oke sedikit contoh, ketika seorang perempuan mengalami menstruasi, mereka pengalami peluruhan dinding rahim yang tak dibuahi, dan bantalan yang menempel pada dinding rahim itu akan terluka, untuk contoh lukanya coba ambil silet dan gores kulitmu. Ya, seperti itu. Itulah alasan mengapa perempuan merasakan sakit atau luar biasa sakitnya saat menstruasi. Jadi jangan berfikir itu hal berlebihan saat perempuan mengeluh tentang sakitnya. Mengapa pada pria tidak? karena Alloh menciptakan wanita itu kuat, agar bisa menjadi tempat bersandar bagi lelaki dan putra putrinya kelak:) ini adalah salah satu diantara banyak contoh mungkin.
          Aku tau, Alloh tak pernah salah dalam menciptakan sesuatu, dan Dia Maha sempurna. Jadi aku percaya bahwa aku, dan jutaan perempuan lainnya dimuka bumi kuat. Bahkan untuk menutupi rasa sakit. Dan untukmu, kamu tau apa yang membuatku bertahan? karena sebelumnya aku pernah berkata, aku yakin dengan pilihanku. sampai sekarangpun aku yakin :) mau semarah apapun kau padaku, aku yakin kau tak pernah mencari-cari alasan untuk menyakitiku. 
         Aku yang seperti ini adanya, bisa berubah seketika saat kau lelah atau saat kau marah, akupun merasakan sendiri perubahannya. Aku merasa seperti berganti kostum secara otomatis, dari yang super menyebalkan menjadi super pengertian. Hehee.. 

Mata itu....
Ah, jadi ingat mata itu lagi.
Mata yang 19 hari lalu datang memecah rindu. Mata yang sempat kulihat teduh, saat kantuknya datang menyapa. Mata yang sampai saat ini selalu terlihat dilayar ponselku ketika aku membukanya, mata itu memang sudah lama bermukim disana. Mata yang ku lihat tanpa ekspresi dan mata yang ku lihat penuh dengan rasa sayang. Kau tau? Aku merindukan mata itu. Mata bermanjaku.. 

Hehheee..
Salam sayang dari sini...


❤with love
Zahrotul eLeN❤

Rabu, 18 November 2015

Pemadam Suram.

Ah, siapa yang sanggup mencintaiku seperti kau? Mungkin aku hanya seorang gadis yang butuh obat penenang sebab tingkah yang kadang membuatku tak pantas dikatakan seorang gadis. Ya karna hanya kau yang tidak merasa risih denganku. Aku sadar, aku seorang perempuan biasa, yang gemar bertutur cerita pada siapa saja. Dan kali ini akan kututurkan berupa kisah yang terpenggal di jantung hatiku. Ya, ya, cerita ini bernuansa cinta, seperti cerita-cerita pada umumnya.

Di sini gelap dan aku nyaris terlelap. Kuselami lautan selimut, bersiap menunggu mimpi yang berencana menjemput. Ini tengah malam, tak pantas seorang gadis sepertiku ada diluar, tidur adalah keputusan terbaik.
                Malam, dimana satu titik cahaya akan menjadi begitu berharga, begitu terlihat dan istimewa. Kemudian akan ada hening yang mencekam, membuat kepala pening lantaran syarafku diterkam. "Hay..." terdengar lirih suara tanpa rupa. Oh, rupanya kamu, Sang Pemadam Suram. Bayanganmu telah merayap ke dalam kalam yang hitam sejak dari tadi.
           Izinkan aku menyebutmu pemadam suram. Seperti laki-laki biasa yang tak banyak bicara, kamu juga pendiam. Tapi kamulah ilham, inspirasiku untuk selalu berucap. Kamulah yang berhasil menembus pertahanan kalbu sampai akhirnya aku mengandung rindu yang tak terbendung, untuk kemudian melahirkan ratapan gundah yang penuh gulana prasangka.
          Gulana prasangka? Ahaha, apa-apaan istilahnya. Tapi rasa-rasanya memang begitu. Rindu selalu saja seperti itu. Selalu penuh duga dan penuh curiga. “Adakah gelisah ini dirasakannya juga?”
Memang benar kata temanku, namanya Nur Fajar, kau tak kenal? Maklum kau biasa tidur ketika dia mampir menyapamu, hehe. Dia bilang “Malam adalah ketika ramai diselimuti gelap. Segalanya disekap, diubah kelu, menjadi bisu. Yang ada hanya rindu menggebu pada sosok yang kerap ditunggu.” Nur Fajar selalu tau siapa yang selalu kutunggu, bahkan hebatnya dia selalu tau berapa jumlah hariku menungguimu. 

Mungkin saja. Satu hal yang pasti kamu tidak tahu, semalaman aku memikirkanmu, sampai dua bola mata ini penuh dengan asap rindu.
Karena rindu selalu saja seperti itu, mengendap, tak terucap. Rinduku juga tak kenal kata ambigu, dia hanya kenal kata "kamu". ☺

Salam sayang untukmu yang jauh...
Semoga selalu jadi yang terindah.
❤with love, Zahrotul eLeN❤

Minggu, 15 November 2015

Get well soon, dear..

mana yang terasa sakit? Kepalamu? Perutmu? Atau tangan dan kakimu?

Maafkan aku Gar, aku tidak bisa melihat keadaanmu sekarang. Kau tau, ketika pesan singkatmu yang berisikan bahwa intinya kau sakit, jantungku seketika terasa sesak. Rasanya perih ada kata yang ingin kuucapkan tapi berhenti ditengah tenggorakan-tercekat. Aku hanya terdiam mematung melihat layar ponselku yang tertera pesan singkatmu. Entah kata apa yang harus aku ketik untuk membalas pesan singkatmu itu. 1 menit, 2 menit dan 3 menit aku hanya membalas dengan emot :'(.

Sejujurnya, aku ingin ketika kamu sedang sakit aku ada untukmu, disampingmu, disebelahmu. Jujur, ketika kamu merasa sakit aku ingin terus bersamamu hingga rasa sakit itu tak terasa lagi. Dan sejujurnya, aku ingin menjadi salah satu orang yang mengetahui bahwa kau sakit, meskipun kau bilang “aku baik-baik saja”.

Maafkan aku Gar, aku memang perempuan yang banyak kekurangan. Aku berusaha semampuku memahami, mengerti dan menyetarakan posisiku danganmu. Jujur saja ini tugas yang paling sulit yang Tuhan amanatkan padaku. Kadang aku merasa bahwa aku pantas untuk berjalan disampingmu tapi kadang aku pun merasa bahwa aku sangat tidak pantas berjalan beriringan denganmu.

Maafkan aku Gar. Maafkan aku yang tidak bisa kau andalkan.

Lekaslah sembuh, lekaslah tertawa dengan riang. Jaga kesehatanmu selalu. Maaf surat ini aku tulis dengan sedikit tidak sopan, agak sedikit basah dibagian bawahnya. Sedikit terkena air :'(.

Aku hanya minta, jaga kesehatanmu. Sebab do'aku tak bisa menjangkau tubuhmu untuk sekedar merawatmu. Jika kau tak mau menjaga kesehatanmu, aku mohon jaga kesehatanmu untukku. :'(.

Semoga lekas sembuh Gar... :*
❤with love, perempuanmu❤

Sabtu, 14 November 2015

Monopoli yuk...!!☺☺

Kebiasaan di dalam ruang kelas Ipa2, bagian putri, dimana semuanya berkumpul dalam satu lingkaran. Menikmati waktu istirahat, bahkan menghabiskan jam kosong dengan bersendau gurau, dimana tidak ada tawa, kecuali tawa cekikikan yang seperti menggunakan pengeras suara dan tak jarang mengundang emosi bagian lain dari ruangan itu, tepatnya bagian putra. Monopoli jadi permainan paling diminati akhir-akhir ini, meskipun yang memainkannya selalu orang yang sama.
         Dalam setiap permainan pasti aja ada masanya terkena bully, saling ejek, saling menertawakan, itupun sudah biasa, kalah menang juga sudah menjadi makanan sehari-hari, dengan perjanjian yang kalah mendapat hukuman dan yang menang mendapat hadiah. 
      Hidup memang seperti monopoli, kita tidak tahu dadu apa yang akan keluar, entah ganjil entah genap. Kartu apa yang akan kita terima, entah bonus atau penjara, kita juga tidak tau akan bagaimana investasi (harta, keilmuan, prilaku) yang kita lakukan akan berbuah apa, entah malah merugi atau menguntungkan. Kalau di monopoli kita membeli tanah, rumah dan hotel, bisa jadi menguntungkan karena disinggah lawan main, atau merugi karena pajak yang menggigit. Kita juga tidak tau ke depan seperti apa. Itulah mengapa di monopoli, kita sering bergambling dengan nafsu kita. Serakah membeli ini itu malah menjadi bangkrut, tapi kalau tidak membeli ini itu pasti tidak ada aset maka berimbas tidak ada denda yang kita terima jika lawan main menginjak tanah kita. Itulah segi psikologi dalam bermain monopoli kita harus pandai-pandai mengatur nafsu, jangan sampai kita yang diatur oleh nafsu. Belajar dari kekalahan, taktik mana yang bisa kita gunakan, taktik mana yang harus kita tinggalkan, dan taktik itu, harus bisa beradaptasi dengan situasi kondisi saat itu.
      Kalau sadar itu hanya permainan kita nikmati semua prosesnya tanpa beban, yang menang dan membully tertawa yang kalah dan dibully pun tetap bisa tertawa. Kadang ada yang dibawa serius, akhirnya main dengan emosi bahkan bermain curang, demi bisa menang. Meski permainan tetap menggunakan strategi, sejago apapun pemain peluang kalah selalu ada, karena selalu ada faktor tak terduga selama permainan. Dalam monopoli misalnya, ada kartu kesempatan dan dana umum, kadang kita mendapatkan kartu yang menguntungkan, kadang juga bisa merugikan, begitupun dengan jumlah angka dadu, dan gimanapun usaha menang seorang pemain akan bersinggungan dengan usaha menangnya pemain yang lain.
            Sebenarnya hidup juga sama halnya dengan permainan-permainan di atas. Seperti main monopoli, aset dan harta yang kita punya kan tetep milik bank, yang menang saat selesai permainan semua aset dikembalikan, semua aset itu kita punya hanya selama dalam permainan. Kuasa tertinggi itu tetep bank yang punya aturan main. Dalam menjalankan hidup sama seperti melempar dadu kita tak pernah tau angka berapa yang akan keluar, kita hanya berusaha melempar sebaik mungkin, apapun hasilnya yah kita jalani, meskipun didalam perjalanan kita tetep main strategi, karena itulah seninya permainan, tentang seni berstrategi dalam menikmati proses dalam permainan.
Dalam monopoli kehidupan Bankir nya itu Tuhan yang memiliki semua aset dan aturan main, kita pemainnya. Celakanya sama dengan orang-orang yang bermain monopoli, ada saja yang memainkannya terlalu serius, emosinya ikut bermain, jadi kalau kalah atau hasilnya tidak sesuai dia kecewa, emosi, mencoba bermain curang dan menghalalkan segala cara demi bisa menjadi pemenang dalam permainan. Kalau dibully atau kalah, pasti akan muncul nafsu ingin balas dendam, akhirnya lupa kalau itu hanyalah sebuah permainan dan lupa juga jika bully membully dalam permainan hanyalah senda gurau belaka. 
     Begitu juga hidup ini, kehidupan ini sebenarnya hanyalah permainan dan senda gurau belaka, seperti bermain monopoli. Semua aset yang kita miliki itu milik Alloh Sang Bankir, beres permainan kita serahkan lagi ke Alloh. Setiap usaha kita sekali lagi seperti melempar dadu yang tak pernah tau apa hasilnya, adapun ilmu yang kita punya adalah untuk bermain strategi mengelola nikmat Tuhan berupa aset dan untuk menyiasati hasil dari setiap lemparan dadu agar kita bisa tetap bertahan supaya bisa terus ikut dalam permainan. Selalu banyak hal tak terduga dalam kehidupan ini, yang jelas ingatlah semua hanyalah permainan. Apapun mimpi kita Bismillah lempar dadu dan apapun hasilnya nikmati saja, tekanan apapun yang didapat terima saja dengan canda tawa karena itu hanyalah senda gurau belaka. Apapun yang terjadi nikmati saja, jangan dibawa serius yang penting ikuti aturan main. 
            Bedanya bila kita bermain monopoli dengan Alloh siapapun yang bertahan menikmati permainan secara jujur sampai akhir, sehabis selesai permainan dalam kehidupan sebenarnya di akhirat Alloh akan memberi hadiah, di traktir masuk Syurga, hidangan di dalamnya all you can eat, dengan full facilities dan full service. Hehehe, mantap kan..! Ingat!!!

 "Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (Al-Ankabut ayat 64).

Main lagi yuk.. ☺

❤with love, ZeteLeN❤

Kamis, 12 November 2015

Move On.

Untuk yang susah Move On.
Apa yang membuatmu lebih suka menikmati masa lalumu yang nyatanya mengikat kakimu untuk melangkah ke depan? bahkan kadang melukaimu? Apa alasanmu? Kenapa kau lebih suka menyiksa batinmu? 

Ah, entahlah aku hanya bisa minta maaf jika selama ini kau merasa aku memberi harapan padamu, memberi harapan  yang bahkan aku sendiri tak tau dalam bentuk apa. Yang pasti sekarang aku mulai bosan di nilai sebagai perempuan berhati kosong. 
Kau punya masa lalu, akupun sama. Aku punya masa depan dan kau pun sama. Aku ingin membahas tentang Masa depan, masa sekarang dan masa lalu kali ini, namun dengan tanda kutip bahwa ini menurutku pribadi.
Oke, kita mulai dari masa lalu,

Masa lalu.
Semua orang pasti dalam hidupnya memiliki masa lalu ya itu adalah masa dihidupnya sebelum ada masa sekarang atau masa yg sedang ia tempati, sejatinya masa lalu itu ada yang indah, buruk, bahkan biasa setiap orang memiliki masa lalu yang berbeda-beda. Kalau menurutku masa lalu itu sebenarnya bukan lah masa yang harus kita kenang tapi tidak pula boleh kita lupakan, SESEKALI kita mungkin perlu mengingatnya. Seperti kenapa kaca depan mobil dibuat lebar dibanding kaca spion, karena tujuannya agar kita selalu melihat kedepan dan sesekali melihat kebelakang untuk agar lebih hati-hati. Ibaratnya untuk pacuan agar bisa lebih baik. Jika masalalumu memintamu kembali katakan "maaf, aku punya kaca spion". 

Untuk Masa Sekarang.
masa dimana kita menjalani hidup kita apa adanya dan satu hal yang perlu di ingat di masa sekarang masa dimana kaki kita sedang berpijak hanya diperuntukan melangkah ke depan karena hanya orang bodoh yang berjalan melangkah ke belakang. Kita bukan sedang berada di negeri doraemon bukan ? dimana bisa meminjam pintu ajaib untuk berjalan atau kembali ke masa lalu, ini dunia nyata hanya ada satu pilihan yaitu berjalan maju terus sampai ke depan !

Dan yang terakhir Masa Depan.
Kita hanya butuh TAKDIR dan KuasaNya untuk menjawab tapi ketahuilah masa depan ditentukan dari masa sekarang yang sedang kau hadapi bagaimana baiknya tergantung dirimu menjalani hidup, jika kau masih bergantung pada masa lalumu? Bagaimana dengan masa sekarang dan masa depanmu?
    Tapi kenyataannya masih banyak fenomena GAGAL MOVE ON situasi dimana kau memenjarakan hidup di masa lalu tanpa ada rasa yang kuat untuk bebas dari penjara tersebut, ini ironi memang jawabannya sering kali ku dengar ucapan,
"aku ga bisa lupain masa laluku gitu aja" 
atau 
"aku terlalu sayang sama masa laluku" 
"aku cuma mau hidup dimasa lalu" dan bla bla bla jawaban yang menurutku sangatlah tidak masuk akal. Hey,, sadarlah !! kita hidup di masa sekarang dan berjalan menuju ke masa depan !! ingat DEPAN bukan belakang !!

Kalau kau yang masih belum bisa meninggalkan masa lalu dan lebih memilih hidup di masa lalu sebenarnya itu perkara simple, jika kau tetap tidak mau mencoba melihat masa depan, ya lebih baik hilang ingatan, simple kan. Ini hidup yang harus kita hargai bukan untuk kita penjarakan di masa lalu !! semua mudah dijalani asal kata BE SMART memang benar-benar ada di otakmu :).

Aku hanya tak mau kau terlalu terpuruk dengan masalalumu dan menjadikan seseorang dimasalalumu sebagai tersangka utama rasa sakitmu. Ayolah... Masa depanmu lebih panjang.. ☺ semangat terus!!!
Semangat move on yaaa...

Zahrotul Laili Novita.

Rabu, 11 November 2015

Hujan & Teduh

Kali ini, langit tidak lagi malu-malu. Gerimis yang sejak tadi siang mengguyur kini berubah menjadi hujan deras. Raja Guntur mengeluarkan senjata pamungkasnya. Langit seakan runtuh dengan suara yang sangat memekakan telinga. Ponsel yang ada ditanganku tiba-tiba seakan bernyawa, membawakanku sepucuk pesan singkat darimu. Ku matikan kompor gas yang sengaja kunyalakan untuk merebus air yang rencananya akan ku tuangkan dicangkir putih favorit kita, kau menyebutnya cangkir cinta. Huehehe..
         Pesan darimu memecah hening hujan siang ini, tadi aku sempat bertabrakan dengan ribuan malaikat dan membuat bajuku basah kuyup. Suara air panas yang sengaja kutuang ke cangkir putihku kalah dengan ribuan air yang terjun bebas dan menciptakan semacam suara ricuh para buruh yang sedang demo minta kenaikan gaji.
          Segelas teh hangat yang ku buat menemaniku membalas pesan darimu, jariku yang dengan pandai menari diatas keyboard ini menciptakan susunan jawaban atas pertanyaan yang kau kirim padaku. Setelah ku kirim kembali aku dengan teh hangat yang ku genggam ditangan kananku, merasakan kenikmatan ditiap sruputannya, apa kau tau? Dia punya aroma yang menyelinap masuk kelubang hidungku dan membawaku teringat pada dua bola mata itu.
         Bola mata yang selalu melempar energi kebahagiaan saat diarahkan kepadaku, menciptakan sebuah pandangan dan aku menemukan ketenangan disana. Suasana diluar sedikit tenang, air yang turun tak lagi begitu tergesa-gesa. Memecah lamunanku tentang dua bola mata itu. Suara tarian jari di keyboardku pun mulai terdengar.  Ah, semoga hujan hari ini meninggalkan pelangi, aku ingin bermain prosotan disana. 

Untukmu, kau itu hujanku. Yang selalu kurindu dan kujaga setianya. Aku dan kau, seperti hujan dan teduh. Pernahkah kau mendengar kisah mereka? Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanan. Seperti itulah kita. Saat jarak mengajak kita untuk akrab dengan rasa yang biasa kita sebut rindu.

Semoga harimu menyenangkan..
Lagi-lagi ini hanya sebatas wacana yang selalu kuperuntukkan bagi kematianku. ❤



❤with love, ZeteLeN❤

Sabtu, 07 November 2015

With you the lifetime

Malunya matahari yang diselimuti awan hitam menemani aku menanti hal kecil darimu, secangkir rindu dapat menghangatkan tubuh yang erat dipeluk sang angin. Mungkin sebentar lagi awan akan mencurahkan segala uap yang ia bendung. Sama seperti aku dan kau yang baru saja memecah tabungan rinduku dan meluapkannya kemarin.
    Aku jadi ingat kali pertama aku jumpa dirimu, aku mengagumimu bahkan dari hal kecil. Jika kau menyebutku penggemarmu mungkin sejenisnya. Namun sekarang kau malah datang dan memberi hatimu dengan suka rela padaku.
         Malam itu, masih ingat ketika kau ikut menjadi panitia acara LDK Osis, kau terlihat dengan membawa tas yang mungkin sengaja kau buat miring dan ponsel di tanganmu. Kau banyak diam bahkan jarang aku mendapatimu membuka mulut. Aku masih ingat juga ketika aku harus bangun tengah malam dan tidur tanpa alas tikar dipekatnya malam, kau dengan santai berjalan didepanku, menyapu debu dan membuatnya jatuh membungkus wajahku. Apa kau juga ingat kali pertama aku memanggilmu dengan lantang saat kau berpapasan denganku dijalan?? Tanpa rasa malu aku berteriak memanggilmu ditenggah jalan. Sebelum itu aku tak pernah tau jika kau seorang pria dengan seribu tanda tanya, sebab aku tak mengenalmu secara langsung. Perkenalan kita hanya bertali pesan singkat dan obrolan yang isinya hanya saling menghina satu sama lain dan itu membuatku menilai kau seorang pria biasa seperti pada umumnya. Namun ternyata? Tanganmu lebih crewet dari mulutmu. Setelah tau kau yang sebenarnya membuat rasa 'sungkan' muncul saat ke2 kalinya aku berpapasan denganmu. Aku hanya seorang gadis yang kau nilai sama sekali tak menarik waktu itu, sama sekali kau tak tau dan bahkan kau tak mau tau walau sekedar mengenal namaku.
         Namun kemarin aku lihat kau amat berbeda dari beberapa tahun lalu. Kau makin terlihat berkarisma, entah darimana aku memandangmu. Tapi entah kenapa setiap aku memandang wajahmu aku menemukan sesuatu yang pernah aku cari. Pria yang dulu aku lihat dari jauh, kini tepat ada didepanku. Rasanya is something, tak pernah terfikirkan sama sekali dan kau kini nyata. Mungkin setelah kau baca tulisan ini kau baru mengerti apa arti padanganku kemarin, mungkin kau baru tau apa yang sebenarnya yang aku fikirkan. Eheheheee
         Kau tak tau, betapa mudahnya kau untuk dikagumi kaum hawa. Tapi kau terlalu cuek untuk masalah itu, membuat orang lain berfikiran bahwa "menaruh hati padamu itu seperti menjemur pakaian dimusim hujan", semua orang mewanti-wanti bahwa aku harus berhati-hati agar jangan sampai perasaanku kau gantung, membentengi hatiku agar tak jatuh karna terlalu lama dijemur. Tapi selalu ada yang dengan suka rela bercerita tentangmu padaku dan aku adalah pendengar setia setiap kutipan kisahmu, aku senang mendengar cerita tetangmu, meskipun itu bukan tentang kita.
          Waktu berjalan begitu cepat, telah banyak kisah yang terlewati, semuanya berlalu begitu saja. Tak ada yang berubah dari diriku dan sikapku padamu. Namun aku yang memiliki ego tinggi, setiap waktu dapat mengakhiri segala kisah, kini aku mengenalmu dan sebaliknya, aku yang dulu tak mengerti bagaimana menjaga perasaan. Namun sekarang segalanya berbeda. Aku belajar memiliki tanpa keegoisan, aku belajar menghargai dalam tiap kemarahan, aku selalu belajar hal-hal baru yang belum pernah ku lakukan sebelumnya. Bersamamu, hilang ragu dan takutku. Belajar menjadi lebih dewasa dari sebelumnya. Mengerti arti kesabaran dalam kesulitan. Mengerti arti penantian dengan kesetiaan. Bersamamu, aku merasakan dunia yang berbeda. Aku belajar menatap masa depan. Tak lagi untuk hari ini tapi juga untuk esok dan bersamamu, aku ingin merajut seribu mimpi dan cita-cita dikemudian hari. Kau meyakinkanku, bahwa kau tak akan menjadikanku pakaian yang sengaja kau jemur di musim hujan. 
        Terimakasih sudah mau hadir, sudah mau disini. Memberi warna pada hari-hariku. Ah, jadi ingat kau disini, melempar senyum padaku. Tak ada maksutku untukku merayu tapi kamu adalah warna hidupku dan mungkin tanpamu aku buta warna. Heehehe.. :D
Teruntuk kau, yang entah melihat atau tidaknya rinduku dari kejauhan. Bagiku kau itu hujanku.. yang selalu kutunggu, dan kujaga setianya.. 

❤with love, perempuanmu. ZeteLeN❤

Jumat, 06 November 2015

Selangkah lagi. ☺

Angka 18 akan menjadi pemeran utama pada 1 tahun kedepan, akan menjadi jawaban setiap kali ada pertanyaan "berapa umurmu?". Tak dapat dipungkiri setiap hari saya selalu berjalan mendekati ajal, setiap tahun sisa umur ini selalu berkurang, semakin tua harus semakin peka. Semenjak saya masih menjadi gadis kecil hingga saya berproses menjadi perempuan dewasa dan matang saat ini. Definisi matang beda dengan tua lho ya? Saya sendiri sampai sekarang tak pernah merasa tua hehehe… :D Ada yang bilang “Age is about number”. Setiap tahun jumlah usia kita memang akan bertambah dan penambahan umur haruslah seiring dengan bertambahnya tingkat kedewasaan dan kearifan kita. Bertambahnya umur artinya berkurangnya sisa hidup kita dan bertambah pula 1 tahun lebih dekat dengan ajal. 
     Kadang saya merasa aneh dengan kebiasaan orang disekitar saya, saya sedang berduka cita tapi malah diberi selamat, miris :'(. Ucapan "Selamat Ulang Tahun" atau akrab dengan "HBD" entah penyakit macam apa itu, sebenarnya tidak perlu, sebab yang dibutuhkan itu do'a agar bertambah tua juga tak lupa bertambah pula kedewasaan sikapnya, terus Barokah kedepannya. 
         Soal menjadi tua itu sebenarnya pilihan, karena kita bisa memilih untuk tampil menjadi tua atau tetap awet muda. Saya pribadi lebih memilih untuk menjadi ‘awet muda’. Mengapa ada tanda petik dalam kata awet muda yang saya tulis, karena awet muda disini penuh catatan. Terlihat muda tak harus bergaya bak anak muda ataupun ABG, tentu harus tetap berada dalam batasan dan koridor yang wajar sesuai usia. Jika umur anda sekarang katakanlah 40an dan gaya anda bak ABG usia 17an apalah kata orang nanti? Tentunya anda akan kelihatan aneh bukan? Huehehe.
           Awet muda yang saya maksud disini adalah terjaganya penampilan fisik dan batin karena kecantikan lahiriah tak dapat memancar dengan indah apabila tak diiringi dengan pancaran jiwa yang indah pula. Seringkali kita bertemu orang-orang yang mungkin secara fisik kurang menarik, namun seiring waktu kita mengenali mereka dari hari ke hari, mereka tampak semakin menarik saja. Itu yang kita sebut kecantikan batin atau istilah trendnya inner beauty yang tak lekang oleh waktu.
        Bicara pasal Inner beauty. Yaa.. Seseorang mau secantik apapun jika didalam dirinya tidak ada aura pesona cantik dari dalam pasti ada yang kurang. Entah ditinjau dari segi apa, tapi memang benar adanya bahwa inner beauty seseorang itu membawa pesona tersendiri. Mungkin itu bisa dilihat dengan pelan, ketika tak ada rasa bosan menghampiri kala kita memandang seseorang itu, seakan aura positif selalu on didalam dirinya. Memandang dari jauhpun kesannya cukup. Huehehe
            Banyak yang bekerja keras dengan perawatan bahkan oprasi plastik, merubah bentuk wajah dan lain lain. Jika tujuan mereka adalah melahirkan inner beauty itu hanya hal sia-sia lagi percuma. Parawatan bagaimanapun atau oprasi plastik semahal apapun jika tidak ada pesona didalam diri seseorang sampai kapanpun yang terlihat hanya polesan bedak yang menutupi warna kulit itu sendiri atau perubahan bagian yang sengaja dirubah. Terlihat cantik memang, namun dia tak punya pesona. Salah satu cara melahirkan  inner beauty di dalam diri kita sebenarnya mudah, caranya hanyalah dengan 'positif thinking' dimana kita memandang semua hal dengan kacamata kebaikan. Dan jangan pernah sekalipun resah jika orang lain bahagia, simple bukan? tapi jarang orang yang mau melakukan hal tersebut. 
        Melihat orang lain bahagia dan kita juga ikut bahagia, menambah inner beauty dan akan menghasilkan hormon Endorfin (hormon kebahagiaan) dalam tubuh dan jadi bonus tersendiri untuk kita. Lebih-lebih kita menambah kebahagiaan orang itu dengan cara kita ikut serta dalam kebahagiaannya. Apapun yang ada, nikmati dan cintailah..
Mencintai apa yang kita punya itu lebih awesome.. ☺


Umur boleh tua, tapi muka tetep muda. Huehehe..


❤with love, Zahrotul Laili Novita❤

Kamis, 05 November 2015

Kutipan Bab Pertama.

Salah satu sastrawan yang saya sukai adalah Moammar Emka. Ketika beliau menggambarkan sesuatu atau menuliskan sesuatu dalam puisi atau ceritanya, seolah saya melihat dunia baru, imajinasi baru yang belum saya ketahui bahkan saya lihat sebelumnya. Beliau mengutarakannya dengan bahasa yang sangat indah, bahasa sebagai suatu seni yang mengukir indah dalam jiwa para pembacanya. Berikut akan saya kutip bab pertama dari bukunya yang berjudul "Dear You"

Kesalahan berlapis yang ku syukuri. 
Karena tak pernah ada penyesalan yang mengikuti. Karena bisa mencintaimu adalah sebuah keajaiban sempurna yang mengakar lekang dalam barisan hari. Hari itu, ketika kita bersama mengucapkan janji, tunduk teduh pada keakuan hati, detik ini dan selamanya, nanti. Absurd tapi absolut. Begitu mengagumkan kemiripan antara cinta dan kegilaan. Dua-duanya serba tak terduga. Rinduku padamu telah membumihanguskan kewarasan, itulah nyatanya. Seperti lilin yang membakar dirinya hingga luluh lantak pada ketiadaan. Menjadi awal seperti sedia kala, senyawa dalam dirinya tanpa api yang berpijar sebagai titik pengakhirannya.

*aku mencintaimu bukan dalam terang siang. Aku mencintaimu dalam kegelapan dengan hati sebagai mataku.

*masuklah dalam badai, setidaknya kita bersama dalam cinta meskipun kepastian masih belum teraba.

*entah sebagai awal atau akhir, aku tetap menginginkanmu sebagai tokoh utama dari setiap inci cerita bahagia dan sedihku.

*ini yang tertulis di hatiku: aku mencintaimu. titik. [tanpa koma].

*di hadapan hatimu aku memilih untuk berserah. Bawalah aku kemana pun cinta menginginkan kita pergi.

*telah kubuka hati untuk mencecap manis pahit rasamu. Aku bahkan telah menelannya mentah-mentah dalam kesakitanku.

*aku ingin mencintaimu tanpa batas waktu. Tak kini, dulu, apalagi nanti. Aku ingin mencintaimu saja untuk selamanya.

*ini sudah benar dari awal. Aku mencintaimu tanpa tanda tanya.

*pada satu cinta, cerita itu ada. jika memang begitu seharusnya kita jalani saja. bukan semata karena didorong ingin, tapi karena itulah perintah hati.

Membaca tulisan-tulisannya membuat saya sering tertawa geli. Jujur apa-apa  yang beliau tulis itu seakan semua tentang anda, seorang pelukis rindu☺. Sayang, buku yang ada ditangan ini bukan milik saya pribadi, jadi tak bisa saya baca berulang-ulang untuk sekedar mengingat, jadi saya cari tempat yang cocok untuk mengutip semua bait-bait indah, meskipun kurang puas untuk membacanya. Tapi tak masalah, membacanya sekali dan tau keindahan ditiap huruf yang tersusun itu cukup.

Salam sayang teruntuk kau yang jauh.. 
Kau kematianku.

❤with love, ZeteLeN❤

Selasa, 03 November 2015

Pelukis Rindu

Kamu dan aku adalah dua pena yang sedang menulis di atas kertas bernama usia. Aku belum pernah merasa hebat sehebat aku jatuh cinta padamu. Kata-kataku terlalu banyak. Sampai menggunung, aku tidak mungkin memegangnya. Mungkin akan kudaki, lalu menjumpaimu di puncak kalimat. Hanya ada dua alasan untuk aku harus menghormati kamu. Itu karena ayahku juga seorang pria, aku juga berasal dari tulang rusuk seorang pria dan bukankah kau juga seorang pria? Tentu saja kau priaku, huehehehe. Karismamu meyakinkan aku, kalau sepasang bola mataku amat dekat dengan keberuntungan, yaitu kamu.

Sesungguhnya kamu adalah amanah Tuhan yang membuat hidup menjadi berwarna dan tidak membosankan. Jujur aku heran, sebersit senyummu bisa memecah rindu sekeras itu di dadaku, aku heran, pekik tawamu bisa membuatku menyeberangi waktu demi waktu, aku heran, bagaimana bisa semua ketenangan dan kebahagiaan mewujud kamu. Aku heran, bagaimana kamu selalu tersebut dalam doa dan menunggu diamini waktu, aku heran, bagaimana bisa kamu tertinggal di diriku, aku heran, bagaimana bisa dengan sejentik waktu, pusaran matamu menenggelamkanku, aku heran, bagaimana aku dengan mudahnya mencintaimu.
sepertinya itu bukan keheranan, jika aku terlahir untuk menunggu lalu menemani kamu, sepanjang waktu.
Karena manusia itu tidak ada yang sempurna. Aku (sungguh) menerima kamu apa adanya. Semoga begitu sebaliknya. Hiduplah seperti yg selalu kudoakan, dimana kebahagiaan selalu memayungi kemana saja kamu melangkah. Aku mengitarimu lewat doa terlebih dulu, semoga itu menenangkanmu. Saat ini, aku hanya mampu begitu. Aku merasa aku tidak ada diatas puncak dimana kau akan berdiri, namun aku ada pada tiap langkahmu mendaki.

Saat yang paling indah di hidup ini adalah ketika aku merasa cukup. Cukup dengan apa yang saat ini aku genggam. Sebagaimana lidah menambah megahkan perbuatan yang besar. Mataku menyemburkan bayang-bayangmu di depan segala macam keindahan. Terimakasih telah memecah rindu. Memecah tabungan rindu dengan cara yang amat indah.. Ketika sapa memecah rindu yang semakin pucat pasi sedetik waktu. Memeluk kata, sesederhana itu aku merindumu. Tularkan hangat dalam jiwa yg kelu membisu. Terima kasih atas sapamu semalam, wahai pelukis rindu.

❤with love, ZeteLeN❤

Tidak Mengetauhi Apa-apa

Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...