Langit rupanya agak mendung, samar tak bisa kutebak, abu-abu serasa sayu. Sore ini memang agaknya mendung menyelimuti desaku, burung-burung terbang berbondong-bondong mencari tempat berteduh. Rupanya hatiku dan hatimu pun demikian, mendung abu-abu sedang menutupinya cukup tebal, kubuat tidurpun ia masih setia disitu. Aku ingin sedikit bercerita kiranya kau sempatkan beberapa menit untuk membaca ini, kemarin tepatnya, tanggal 7 November aku tepat pada umur 21 tahun, ternyata goncangan diumur ini cukup dasyat. Dari siklus Haidku yang mulai normal, sampai tingkahku yang sedikit berkurang ketidakjelasannya. Satu hal lagi, aku mulai tidak bisa diam ketika orang bertanya pasal sebuah pernikahan kepadaku, bukan. Bukan bertanya tepatnya, tapi mereka seakan menodongkan pisau, dan jika aku tidak menjawabnya mungkin pisau itu akan menancap di perutku. Aku sedikit sensitif, pasalnya aku juga mengharapkan masa itu tiba dan orang lain seakan tidak mampu mengerti keadaanku. Kepiluan diumur ke 21 ini belum berakhir, aku banyak disuguhi drama kehidupan dan aku dipaksa untuk masuk kedalamnya. Aku harus di paksa berpura-pura bahagia padahal hatiku sedang porakporanda, aku harus mendiamkan lisanku untuk menjawab pertanyaan mereka, agar tidak terlalu dalam luka menganga.
Aku tidak pernah berhenti berdo'a diujung sujudku untuk Tuhan segera mendekatkan jodoh untukku, yang bila mana ia jauh dekatkan dan jika ia sudah sudah dekat aku memohon agar segera dirapatkan. Aku meminta hal yang baik bukan? aku hanya meminta jodoh, yang katanya mampu membuat hati berhenti bergoncang dan mampu menjadi obat untuk segala penyakit, memperlancar rejeki dan menentramkan hati, tak banyak kusebut nama laki-laki yang ingin ku ajukan pada Illahi, aku hanya menyebut namamu bukan sekali namun berkali-kali. Kalaulah agaknya kau tak keberatan, bantu aku meminta pula pada Tuhan, mungkin do'a akan lekas sampai jika diayuh bedua. Aku tidak pernah memaksa orang lain mengerti posisiku, sebab aku juga tidak bisa mengerti posisi mereka. diam dan bicara seperlunya berharap mereka dapat menerima. Di umurku yang bertambah angkanya ini ku harap bukan hanya siklus Haidku saja yang lancar, aku harap jalan kita menuju ridhonyapun juga lancar. bukan hal sulit jika kita mau berusaha dan berdoa, jadi aku harap kaupun juga berdo'a untuk kita. Jodohku yang entah sedang apa sekarang, jika sedang sakit segeralah sembuh, jika sedang malas bekerja ingatlah aku dan anak-anakmu kelak, jika sedang sedih cerialah, jika sedang sedang lapar, makanlah tapi pelan-pelan saja jangan terlalu cepat melahapnya nanti kau tersedak, jika kau sedang tertidur semoga aku ada dimimpimu itu, dan jika kau sedang menggambar dan tengah berjuang semoga dengan itu datanglah rejeki yang melimpah untukmu, selalu sehat jasmani rohanimu, selalu tercapai hajad baikmu, selalu ditentramkan hatimu, selalu rendah hati dan selalulah syukur ada dihati dan lisanmu.
Senandung ini kiranya tepat untukmu. hihihi..
"lihat aku sayang
yang sudah berjuang menunggumu datang
menjemputku pulang
ingat slalu sayang
hatiku kau genggam
aku tak kan pergi menunggu kamu disini..."