Jumat, 17 Juli 2015
nggrayangi jitok!
Apa kau tau? Segala kesenangan yang mengikat hatimu, begitu juga rasa cinta yang selama ini menarik pikiranmu, pada akhirnya akan memenuhimu dengan kesedihan.
Maka bebaskan tanganmu dari semua belenggu ketergantungan! Bebaskan kakimu dari semua rantai pemasungan. Lepaskan semua hubungan yang tidak membuahkan apapun.
Dan ketahuilah bahwa tiada harapan yang bisa engkau raih, kecuali apabila engkau menyelubungi diri dengan ribuan penyesalan yang telah berlalu. Bersikap teguhlah, bersikukuhlah dalam meraih tujuan. Janganlah menyibukkan diri dengan hal yang tiada berarti lagi tiada berguna. Kalau tidak, maka engkau akan terus terbelenggu oleh penyesalan sepanjang masa.
Pada saat itu, apapun yang engkau lakukan akan tersia-siakan kembali. Engkau akan tidak berdaya, kehilangan semua kekuatan yang ada pada tanganmu. Hanya akan menjadi tindakan yang menyakiti diri sendiri kalau kau coba untuk menggunakannya. Maka tiada jalan lain pada saat itu, kecuali pasrah kepada sang pemberi wujud hakiki. Karna engkau sendiri telah menjadikan dunia sebegitu sempit. Sementara kesempitan dunia itulah yang masih engkau idam-idamkan sampai saat ini.
Kau harus sadar jika Keadaan dirimu berubah-ubah, kadang kuat dan kadang pula engkau lemah. Maka ambilah pelajaran dari ribuan kegagalan dari satu tempat dimana engkau berpijak. Dalam sebuah kesempatan, engkau akan menemukan jejak, jejak mereka yang pernah gagal pula namun dapat bangkit. Dan sekarang lihatlah pada dirimu sendiri, apa ada yang masih kurang ditubuh dan jiwamu itu? Adakah keraguan terhadap hal-hal keduniaan yang telah menjerumuskanmu? Itulah kenyataan pada diri pribadimu yan tidak engkau katakan.
Sadarilah bahwa DIA yang memberimu sesuatu. Suatu saat nanti pasti DIA akan mengambilnya kembali. Suatu saat nanti engkau sendiri akan pergi berlalu dari dunia dalam keadaan terhina.
Kini kecemerlangan telah pergi dari matamu, lalu kenapa celak mata itu masih engkau oleskan disana? Bukankah celak mata itu hanya layak dioleskan dimata yang masih bercahaya? Maka janganlah engkau terus dikuasai oleh khayalan yang sia-sia. Aku khawatir di saat kematian datang, hatimu masih tertinggal didunia. Ketika sang pembawa cawan kematian menyondorkan kepadamu, hatimu masih merindukan reruntuhan dunia yang fana.
Maka bersiap-siaplah pergi dari bawah kubah langit yang di cintai oleh hatimu itu. Pada hari ini pun kau bisa melihat kenangan hari esok yang seharusnya bisa engkau dapatkan. Bayangkan dunia ini sebagai sebuah sepatu kulit yang baru dan menarik hati, namun tidak bisa melindungi sepasang kaki dan bisa membuat kakimu lecet kesakitan. Bahkan sepatu itu di penuhi dengan pasir-pasir keras yang menyakitimu pula. Maka lepaskanlah saja sepatumu itu lebih baik bagimu. Baru kemudian engkau bisa melangkahkan kaki dijalan ini. Kemudian angkatlah semua tabir yang menutupi penglihatan hatimu agar engkau tidak terhalang untuk memasuki kota suci. Karna dibalik tabir itu ada cahaya yang setiap pancarannya bagaikan cahaya matahari dan biarkan setiap harapanmu punah didalam cahaya itu, seperti partikel-partikel atom yang di ombang-ambingkan dalam cahaya matahari. Dan ketika engkau fana di dalam cahaya-Nya, engkau akan mendapatkan dirimu terbebaskan dari semua beban, engkau tidak akan merasakan beratnya beban karena kehilangan dan keterpisahan.
Senin, 13 Juli 2015
konco ora ono seng lawas.
Pagi ini masih dengan matahari yang sama, tapi dengan udara yang baru. Tadi aku merapikan buku-buku tahun lalu, ku simpan dan ku jadikan satu di tempat dimana buku yang lebih lama menghuni almariku. Karna akan ada yang baru menepati tempat itu, tak sengaja Aku menemukan buku seperti dompet. Ku ingat itu buku sudah 5 tahun yang lalu, rasanya hati ini ingin membuka buku itu tapi melihat pekerjaan yang masih seperti gunung himalaya membuatku berfikir membukanya sesudah semua ini rampung.
Ku sisihkan buku itu dari tumpukan buku yang menjulang tinggi bak apartemen lantai 15. Ku letakkan diatas rak buku yang baru. Aku kembali membereskan yang lain, tapi seolah buku itu melambai-lambai seakan menyapaku "bukalah aku, siapa tau kau temukan kebahagianmu yang hilang" kau tau? Baru kali ini buku dapat memasuki pikiranku menghentikan tanganku yang sedang bekerja, mulai mendekati dan mulai membukanya.
Tepat pada belakang sampul ada foto teman-temanku seperjuangan. Ya, waktu aku masih Tsanawiyah. Muka-muka yang tak asing kembali ku ingat satu persatu, ku tunjuk dan ku sebut nama mereka. Lagi-lagi seperti anak kecil yang belajar mengingat. Aku tersenyum melihat fotoku jaman dulu yang asing menurutku, karena terlalu jauh dengan yang sekarang, kau tau? Dulu aku tak setua ini.
Ku buka lembar selanjutnya dan seterusnya, aku mulai tertawa geli karna, Ya Alloh Gusti... Polosnya aku waktu itu, aku ingat tulisan itu adalah kali pertama aku jatuh cinta. Dan kata-kata bak penyair kutemukan pula pada lembar yang sama, tawa kecikku mengikutiku setiap kali aku berhenti membaca untuk mengingat kejadian masa itu, di atas tulisan itu tertulis tanggal 2 mei 2011. Selesai dan ku buka halaman selanjutnya tak sengaja ku temukan kertas yang terselip kecil lalu ku... Ah terlalu memalukan jika ku ceritakan isinya.
Tak jarang ku temui temui tulisan yang tak bisa terbaca karna tulisan yang acak kadul + amburadul menghiasi setiap halaman. Semua memory seoalah membawaku ke sana lagi. Kebahagian bersama orang-orang terkasih dan teman-teman yang hanya bermuka satu, masalah-masalah yang tertulis pun masih mudah diatasi dan tak seruwet yang sekarang, kau tau? Dulu aku lebih gemuk dari sekarang.
Setiap halaman selalu ada tanggal, maka mudah aku menghitung berapa tahun sudah tinta itu menemplok di atas kertas yang dulu putih dan sekarang mulai terlihat kusam. Bahkan jamnya ada yang ku tulis karna pernah larut malam aku menulis mimpiku yang membuatku susah tidur. Ku temui pula setangkai mawar, yang mulai rapuh dimakan usia. Ku buka satu persatu halaman sampai pada halaman terakhir ku temui 10 wanita berpose sok cantik yang menghuni sampul buku paling akhir di bawahnya tertulis "RI'AH, IMA, PUPUT, ELI, ITA, LAILA, RIA, DWI, ANA, ILYA. WE ARE SAKURA" di foto itu masih terlihat jelas wajah-wajah sahabat karibku sampai sekarang walau sudah jauh berpisah karna tuntutan. Tapi itu seakan tak jadi alasan persahabatan berakhir, karna ada kalanya kita harus berpisah untuk melanjutkan hidup, menjalankan kisah baru, dan jika semua sudah berakhir kita akan sama-sama lagi. Jika bertemu lagi pasti akan ku ceritakan kisahku padamu, dan akan ku dengarkan kisah tentang dirimu, apa kau ingat sobat? Ketika kita main sama-sama ada salah satu dati kita yang berucap "woy... Bareng-bareng terus yo? Sok mben anak bojoku bakal tak ceritane, piye apik e konconanku marang koe kabeh, ojo lali anakmu yo ceritani kabeh yo? Ee sopo weruh anakku dadi koncone anakmu, ee dadi bojo yo malah apik..!" lalu terdengar sahutan "gampang yo, tapi seng kate nikah sek sopo iki?" semua saling menunjuk dengan glagat tawa yang tragis karna tawa kita saat bersama lebih keras dari pada pasar senin. Oh kawan, Sumpah aku rindu kalian. Aku berharap kita bisa sama-sama lagi. Tapi aku tau, kita punya kawan baru, itu pun tak masalah, karna kita juga punya kisah yang baru. Tak apa, Sahabat itu bukan bagaimana 'kamu mengerti aku' tapi 'aku selalu mengerti kamu sobat.' jadi semua akan terasa lebih tulus.
Masa-masa seperti itu tak jarang ku rindukan, benar ucap buku ini, membukanya kembali membuatku menemukan kebahagianku dulu. Tak terasa air mata terjun bebas dari sungai kecil ini. Aku ambil ponselku, ku minta pertemuan dengan mereka, karna tiba-tiba rindu ini bergejolak meminta pertemuan. "Hai sobatku yang dari belum kenal huruf sampai mau kenal calon suami, bagaimana kabarmu? Bisakah aku menyita waktumu sedikit, sedikit lebih banyak, hehe? Ini rindu mencengkram hatiku dan hati ini seolah ingin memuntahkan rindu ini. Apa kau juga sama?" aku berharap mereka menjawab ku tunggu dan sampai sekarang masih menunggu.
Angap saja masa lalu yang tak pantas diingat hanya sebagai sejarah, dan sejarah hanya di buat pelajaran bukan untuk di ulang kembali. Sobat... Ini bukan tentang aku, tapi ini tentang KITA semua. Salam sayang, cinta, rindu dan kasih untuk kalian. Semoga Alloh selalu dihati kalian sobat.
Zahrotul Laili N
Jumat, 10 Juli 2015
Ma'e..
Mungkin untuk kurasakan peluk tubuhnya saat ini hanya kata 'tidak mungkin' yang dapat menjawab. Tak terasa 5 kali aku bertemu Romadhon Tanpa merasakan sedapnya masakkanmu, caramu memanggilku sungguh sampai saat ini masih menyapaku, masih saja aku rasakan cubitan kecilmu saat aku menggodamu dengan mencium pipimu tanpa kau sadari. Kau tertawa geli karna kebodohanku. Apa Kau ingat? Kau pernah berjanji padaku, kau akan hidup 1000 tahun lagi, kau ingin melihat kebahagiaanku bersama yang terkasih, tapi kenapa kau berbohong padaku. Apa salahku hingga kau sampai hati meninggalkan aku dan masa depanku. Bukankah kau pernah berjanji bahwa hidupmu ditakdirkan untuk menggendong tubuhku, bukankah itu yang kau ucapkan? Kenapa malah seperti ini jadinya.
Aku pernah membrontak dengan keadaanku saat ini sebelumnya, rasanya aku ingin menyerah pada keadaan yang bahkan belum ku jalani, mungkin ini yang dinamakan 'menyerah sebelum berperang'. Hanya tangis setiap malam yang tak henti terdengar oleh dinding kamarku, aku tak percaya adanya kebahagian setelah semua ini terjadi, kehilangan senyum, ya.. saat itu yang kurasakan. Bahkan aku sempat berpikir bahwa Tuhan ingin aku menderita "mana keadilan yang kau janjikan Tuhan...." Bak cambukan keras menghujam tubuhku, menyisatkan goresan luka yang cukup dalam, menyisakan perih diatasnya kala aku sadar kau tak bernafas lagi, terlalu perih luka diguyur sang hujan mengingat Kita sudah berbeda alam.
Sebelumnya memang keadaan yang memaksaku untuk kuat melanjutkan hidup ini, kau tak pernah ceritakan padaku tentang betapa kerasnya kehidupan. Dan ku lanjutkan kehidupan ini semua dengan kata 'terpaksa' di belakangnya. Sampai ketika aku menatap cermin dan seperti ada suara dihati ini, suara yang tak mampu didengar oleh siapapun kecuali DIA. "sampai kapan kau akan seperti ini.. Kau masih punya kisah yang panjang, apa kau ingin putuskan semuanya dengan cara konyolmu ini. Bangkitlah, yakinlah Tuhan tak pernah salah menentapkan takdir, DIA memberimu keadaan seperti ini karna DIA tau kau mampu, bangkitlah, jadikan DIA penompangmu, jadiakan DIA satu-satunya penolongmu, mungkin inilah cara DIA untuk menyadarkanmu bahwa Manusia hanyalah sebatas mahlukNYA dan tak pantas kau jadikan sandaran, DIA ingin kau sadar, DIAlah sebaik-baik sandaran, bangkitlah, raih jilbabmu jadilah wanita yang lebih kuat dari yang sebelumnya, mintalah padaNya agar dibukakan pintu ikhlas dihatimu menerima takdirNya. Ayolah.. Engkau harus Ridho dengan keputusanNya agar DIA Ridho pula denganmu". Aku mulai kembali lagi, terus beradaptasi dengan keadaan.
Kadang hatiku terasa sesak saat aku melihat wanita seumuranku masih saja digandeng ibu mereka, kau tau? Sesak itu karna aku kembali tersadar, kedewasaan bukanlah terlihat dari umur, namun dari bagaimana dia jalani kerasnya dunia. Disaat itu juga aku merasakan kedewasaan menyelimutiku, aku kembali tersadar semua ini sudah di rencanakan indah oleh-Nya lebih dari rencanaku denganmu sebelumnya, semoga kau bahagia di Sana. Aku merindukanmu tapi itu tak dapat ku jadikan alasan untukku terpuruk menghabiskan waktu menangisimu, aku hanya bisa lantunkan Do'a untukmu. Bahagialah mak', Alloh Tuhan Kita mencintaimu lebih dari yang kau perlu. I miss you mak',.. Miss you so much... :'( and I Love you. Terimakasih untuk kelembutan yang selama ini kau hadirkan disetiap candamu. Dulu aku sering merasa jengkel dengan omelanmu, tapi aku sekarang malah merindukan hal itu, hemm.. Kadang kehidupan bisa selucu itu, apa yang menjadi kebiasaan meskipun tak kita suka, namun kita merindu lagi ketika hal itu benar-benar musnah. Sampai jumpa kembali Malaikat tak bersayapku, ketemu di SyurgaNya ya?, nanti aku bisa sesuka hati menggodamu disana. Anakmu sudah besar mak'.. Lihatlah..
Zahrotul Laili N
Aku pernah membrontak dengan keadaanku saat ini sebelumnya, rasanya aku ingin menyerah pada keadaan yang bahkan belum ku jalani, mungkin ini yang dinamakan 'menyerah sebelum berperang'. Hanya tangis setiap malam yang tak henti terdengar oleh dinding kamarku, aku tak percaya adanya kebahagian setelah semua ini terjadi, kehilangan senyum, ya.. saat itu yang kurasakan. Bahkan aku sempat berpikir bahwa Tuhan ingin aku menderita "mana keadilan yang kau janjikan Tuhan...." Bak cambukan keras menghujam tubuhku, menyisatkan goresan luka yang cukup dalam, menyisakan perih diatasnya kala aku sadar kau tak bernafas lagi, terlalu perih luka diguyur sang hujan mengingat Kita sudah berbeda alam.
Sebelumnya memang keadaan yang memaksaku untuk kuat melanjutkan hidup ini, kau tak pernah ceritakan padaku tentang betapa kerasnya kehidupan. Dan ku lanjutkan kehidupan ini semua dengan kata 'terpaksa' di belakangnya. Sampai ketika aku menatap cermin dan seperti ada suara dihati ini, suara yang tak mampu didengar oleh siapapun kecuali DIA. "sampai kapan kau akan seperti ini.. Kau masih punya kisah yang panjang, apa kau ingin putuskan semuanya dengan cara konyolmu ini. Bangkitlah, yakinlah Tuhan tak pernah salah menentapkan takdir, DIA memberimu keadaan seperti ini karna DIA tau kau mampu, bangkitlah, jadikan DIA penompangmu, jadiakan DIA satu-satunya penolongmu, mungkin inilah cara DIA untuk menyadarkanmu bahwa Manusia hanyalah sebatas mahlukNYA dan tak pantas kau jadikan sandaran, DIA ingin kau sadar, DIAlah sebaik-baik sandaran, bangkitlah, raih jilbabmu jadilah wanita yang lebih kuat dari yang sebelumnya, mintalah padaNya agar dibukakan pintu ikhlas dihatimu menerima takdirNya. Ayolah.. Engkau harus Ridho dengan keputusanNya agar DIA Ridho pula denganmu". Aku mulai kembali lagi, terus beradaptasi dengan keadaan.
Kadang hatiku terasa sesak saat aku melihat wanita seumuranku masih saja digandeng ibu mereka, kau tau? Sesak itu karna aku kembali tersadar, kedewasaan bukanlah terlihat dari umur, namun dari bagaimana dia jalani kerasnya dunia. Disaat itu juga aku merasakan kedewasaan menyelimutiku, aku kembali tersadar semua ini sudah di rencanakan indah oleh-Nya lebih dari rencanaku denganmu sebelumnya, semoga kau bahagia di Sana. Aku merindukanmu tapi itu tak dapat ku jadikan alasan untukku terpuruk menghabiskan waktu menangisimu, aku hanya bisa lantunkan Do'a untukmu. Bahagialah mak', Alloh Tuhan Kita mencintaimu lebih dari yang kau perlu. I miss you mak',.. Miss you so much... :'( and I Love you. Terimakasih untuk kelembutan yang selama ini kau hadirkan disetiap candamu. Dulu aku sering merasa jengkel dengan omelanmu, tapi aku sekarang malah merindukan hal itu, hemm.. Kadang kehidupan bisa selucu itu, apa yang menjadi kebiasaan meskipun tak kita suka, namun kita merindu lagi ketika hal itu benar-benar musnah. Sampai jumpa kembali Malaikat tak bersayapku, ketemu di SyurgaNya ya?, nanti aku bisa sesuka hati menggodamu disana. Anakmu sudah besar mak'.. Lihatlah..
Zahrotul Laili N
Rabu, 08 Juli 2015
Sambungan Mimpiku
Apa terlalu pagi untukku bahas mimpi tentangmu tadi malam? Menurutku tidak, karna bagiku larut malam bukanlah waktu terbaik untuk menceritakan mimpi, mengingat aku akan menyambung mimpi itu kembali. Sebenarnya ini bukan tentang aku, tapi ini seolah berkaitan tentangku, entah dari mana ku mulai bercerita. Mungkin kita bertemu di alam mimpi saja ya? Agar aku bisa lebih jelas menceritakannya padamu.
Yang ku ingat hanya bentangan jalan hitam. Dan kau tau, hitam sudah pasti gelap, gelap sudah pasti sunyi, hanya detak jantungku yang terdengar kala itu. Ya, seakan sulit aku untuk bernafas. Memaksaku untuk merangkak, mencoba melihat dengan cara meraba dinding dingin yang ada. Hingga aku sampai meraba tangan seorang yang bahkan belum pernah aku jumpai sebelumnya, namun terasa sudah kenal lama dengannya. Wajah samar yang mengeluarkan cahaya dan seakan menjadi senter didalam larutnya gelap dan sunyinya hitam.
"Tersenyumlah..." bisiknya lirih, seolah dia tau di gelapnya jalan itu wajahku suram, bahkan lebih suram dari pada WC kamar mandi. Aku mulai melebarkan bibirku dan seakan mengangkat pipiku menciptakan ukiran senyum diwajah ini. Rasanya pilu, sendu bahkan aku merasa bahagia yang sangat, sama seperti ketika aku mendapatkan gula-gula bentuk bunga waktu aku masih kecil. Kami melangkah lagi, tanpa ada takut dihatiku karna tanganku digenggam sangat erat layaknya anak kecil yang membawa balon, seakan tak membiarkan balon itu terbang dibawa sang angin.
Namun, rasanya terlalu sebentar dia disampingku. Dia mulai melepaskan genggaman tanganya pelan-pelan. Dan aku gagal meraihnya, dan apa yang terjadi.....
"Aku mau mendampingi dirimu, aku mau cintai kekurangamu, slalu bersedia bahagiakanmu, apapun terjadi.. Ku janjikan aku ada.." alarm yang menjadi tanda pukul 03.00 mulai menjalankan tugas. Memutar lagu yang di lantunkan dewa 19, dan mulai meraba mataku untuk terbangun. Hufss.. Rasanya ingin ku sambung mimpi itu lagi.. Ingin kulihat siapa pemilik tangan hangat itu. Oh.. Semoga dia masih disana menungguku untuk menyambung mimpiku dengannya.
Zahrotul Laili N
Yang ku ingat hanya bentangan jalan hitam. Dan kau tau, hitam sudah pasti gelap, gelap sudah pasti sunyi, hanya detak jantungku yang terdengar kala itu. Ya, seakan sulit aku untuk bernafas. Memaksaku untuk merangkak, mencoba melihat dengan cara meraba dinding dingin yang ada. Hingga aku sampai meraba tangan seorang yang bahkan belum pernah aku jumpai sebelumnya, namun terasa sudah kenal lama dengannya. Wajah samar yang mengeluarkan cahaya dan seakan menjadi senter didalam larutnya gelap dan sunyinya hitam.
"Tersenyumlah..." bisiknya lirih, seolah dia tau di gelapnya jalan itu wajahku suram, bahkan lebih suram dari pada WC kamar mandi. Aku mulai melebarkan bibirku dan seakan mengangkat pipiku menciptakan ukiran senyum diwajah ini. Rasanya pilu, sendu bahkan aku merasa bahagia yang sangat, sama seperti ketika aku mendapatkan gula-gula bentuk bunga waktu aku masih kecil. Kami melangkah lagi, tanpa ada takut dihatiku karna tanganku digenggam sangat erat layaknya anak kecil yang membawa balon, seakan tak membiarkan balon itu terbang dibawa sang angin.
Namun, rasanya terlalu sebentar dia disampingku. Dia mulai melepaskan genggaman tanganya pelan-pelan. Dan aku gagal meraihnya, dan apa yang terjadi.....
"Aku mau mendampingi dirimu, aku mau cintai kekurangamu, slalu bersedia bahagiakanmu, apapun terjadi.. Ku janjikan aku ada.." alarm yang menjadi tanda pukul 03.00 mulai menjalankan tugas. Memutar lagu yang di lantunkan dewa 19, dan mulai meraba mataku untuk terbangun. Hufss.. Rasanya ingin ku sambung mimpi itu lagi.. Ingin kulihat siapa pemilik tangan hangat itu. Oh.. Semoga dia masih disana menungguku untuk menyambung mimpiku dengannya.
Zahrotul Laili N
Senin, 06 Juli 2015
kau adalah ketidak mungkinan yang selalu kusemogakan.
Entah dari mana kubisa menghentikan sesuatu yang bahkan belum sempat ku mulai. Sering, aku hanya bisa bermimpi, hanya bisa berkhayal, hanya bisa bergurau tentangmu, tanpa pernah ku temui nyata dalam kehidupan. Tapi aku juga tak bisa mengerti, secepat itu, segampang itu aku dapat jatuh hati padamu, haha... Dasar kata "jatuh" pasti akan berujung entah itu sakit, luka parah atau hanya luka lecet, sakit namun tak berdarah. Kau tau? Terlalu silau ku tatap matahari dengan mata telanjang.
Beruntung aku hanya jatuh hati, aku masih bisa bangkit mengingat kau terlalu besar untuk ku raih. Aku bangkit dan mencoba berjalan mundur, tapi apa yang terjadi? Kau tau?. Semakin aku menjauh, semakin lingkungan seolah mendorongku dengan pelan untuk kembali keposisiku semula dihadapanmu. Dan yaa.. Aku merasakan keterpurukan lagi, lagi-lagi aku harus bangkit darimu.
Bagiku terlalu sering aku jatuh lalu terpuruk dan harus bangkit lagi, rasanya bosan, ketika aku cerita pada dunia seolah semua nyaris melemparku kelubang yang sama. Namun kini aku sadar, dunia bukan tempat curhat, lawong aku punya Gusti Alloh yang maha penyimpan rahasia terbaik. Aku ceritakan semua tentangmu dihadapaNya, alhasil aku temukan jawabannya.
Biarkan cinta itu ada, biarkan semua berjalan tanpa kita menghalau jalan cinta itu. Cinta abadi dihatimu pun tak masalah. Ku ukir DIA seindah mungkin dihati ini, ku letakkan namaNya besar dalam lewatan denyut jantungku.
Aku ingin selalu mengingat-Nya. Sebab kau hanya sebatas cipataanNya, aku ingin lebih mencintai penciptamu, biar dia yang mengatur semua yang ku jalani yang terasa ruwet dipikiran ini. Tidak ada hal yang mustahil bagi-Nya. Apapun ketidak mungkinan yang dipikirkan manusia itu tak ada berarti untuk kuasa-Nya. Maka sejanak ku melamun dan ku temukan hasilnya "dekati dulu penciptaNya, baru ciptaanNya" 😊
Zahrotul Laili N
Langganan:
Komentar (Atom)
Tidak Mengetauhi Apa-apa
Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...
-
Menyanyangi itu kamu. Mencintai. Titik. Tanpa koma. Tak perlu penjelasan. Karena kau sudah tahu tanpa perlu bertanya lagi. Dan tanpa aku ...
-
Pintaku, jangan dulu berjanji. Jangan dulu mengucap janji yang sulit ditepati, seperti janji untuk tidak saling menyakiti. Karena mungkin ...
-
Sebongkah hati tlah berlari terlalu jauh. Jauh meninggalkan tembok runtuh itu dalam kehidupannya. Terlalu jauh ia berlari hingga akhirnya...







