Jumat, 17 Juli 2015
nggrayangi jitok!
Apa kau tau? Segala kesenangan yang mengikat hatimu, begitu juga rasa cinta yang selama ini menarik pikiranmu, pada akhirnya akan memenuhimu dengan kesedihan.
Maka bebaskan tanganmu dari semua belenggu ketergantungan! Bebaskan kakimu dari semua rantai pemasungan. Lepaskan semua hubungan yang tidak membuahkan apapun.
Dan ketahuilah bahwa tiada harapan yang bisa engkau raih, kecuali apabila engkau menyelubungi diri dengan ribuan penyesalan yang telah berlalu. Bersikap teguhlah, bersikukuhlah dalam meraih tujuan. Janganlah menyibukkan diri dengan hal yang tiada berarti lagi tiada berguna. Kalau tidak, maka engkau akan terus terbelenggu oleh penyesalan sepanjang masa.
Pada saat itu, apapun yang engkau lakukan akan tersia-siakan kembali. Engkau akan tidak berdaya, kehilangan semua kekuatan yang ada pada tanganmu. Hanya akan menjadi tindakan yang menyakiti diri sendiri kalau kau coba untuk menggunakannya. Maka tiada jalan lain pada saat itu, kecuali pasrah kepada sang pemberi wujud hakiki. Karna engkau sendiri telah menjadikan dunia sebegitu sempit. Sementara kesempitan dunia itulah yang masih engkau idam-idamkan sampai saat ini.
Kau harus sadar jika Keadaan dirimu berubah-ubah, kadang kuat dan kadang pula engkau lemah. Maka ambilah pelajaran dari ribuan kegagalan dari satu tempat dimana engkau berpijak. Dalam sebuah kesempatan, engkau akan menemukan jejak, jejak mereka yang pernah gagal pula namun dapat bangkit. Dan sekarang lihatlah pada dirimu sendiri, apa ada yang masih kurang ditubuh dan jiwamu itu? Adakah keraguan terhadap hal-hal keduniaan yang telah menjerumuskanmu? Itulah kenyataan pada diri pribadimu yan tidak engkau katakan.
Sadarilah bahwa DIA yang memberimu sesuatu. Suatu saat nanti pasti DIA akan mengambilnya kembali. Suatu saat nanti engkau sendiri akan pergi berlalu dari dunia dalam keadaan terhina.
Kini kecemerlangan telah pergi dari matamu, lalu kenapa celak mata itu masih engkau oleskan disana? Bukankah celak mata itu hanya layak dioleskan dimata yang masih bercahaya? Maka janganlah engkau terus dikuasai oleh khayalan yang sia-sia. Aku khawatir di saat kematian datang, hatimu masih tertinggal didunia. Ketika sang pembawa cawan kematian menyondorkan kepadamu, hatimu masih merindukan reruntuhan dunia yang fana.
Maka bersiap-siaplah pergi dari bawah kubah langit yang di cintai oleh hatimu itu. Pada hari ini pun kau bisa melihat kenangan hari esok yang seharusnya bisa engkau dapatkan. Bayangkan dunia ini sebagai sebuah sepatu kulit yang baru dan menarik hati, namun tidak bisa melindungi sepasang kaki dan bisa membuat kakimu lecet kesakitan. Bahkan sepatu itu di penuhi dengan pasir-pasir keras yang menyakitimu pula. Maka lepaskanlah saja sepatumu itu lebih baik bagimu. Baru kemudian engkau bisa melangkahkan kaki dijalan ini. Kemudian angkatlah semua tabir yang menutupi penglihatan hatimu agar engkau tidak terhalang untuk memasuki kota suci. Karna dibalik tabir itu ada cahaya yang setiap pancarannya bagaikan cahaya matahari dan biarkan setiap harapanmu punah didalam cahaya itu, seperti partikel-partikel atom yang di ombang-ambingkan dalam cahaya matahari. Dan ketika engkau fana di dalam cahaya-Nya, engkau akan mendapatkan dirimu terbebaskan dari semua beban, engkau tidak akan merasakan beratnya beban karena kehilangan dan keterpisahan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak Mengetauhi Apa-apa
Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...
-
Menyanyangi itu kamu. Mencintai. Titik. Tanpa koma. Tak perlu penjelasan. Karena kau sudah tahu tanpa perlu bertanya lagi. Dan tanpa aku ...
-
Pintaku, jangan dulu berjanji. Jangan dulu mengucap janji yang sulit ditepati, seperti janji untuk tidak saling menyakiti. Karena mungkin ...
-
Sebongkah hati tlah berlari terlalu jauh. Jauh meninggalkan tembok runtuh itu dalam kehidupannya. Terlalu jauh ia berlari hingga akhirnya...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar