Apa terlalu pagi untukku bahas mimpi tentangmu tadi malam? Menurutku tidak, karna bagiku larut malam bukanlah waktu terbaik untuk menceritakan mimpi, mengingat aku akan menyambung mimpi itu kembali. Sebenarnya ini bukan tentang aku, tapi ini seolah berkaitan tentangku, entah dari mana ku mulai bercerita. Mungkin kita bertemu di alam mimpi saja ya? Agar aku bisa lebih jelas menceritakannya padamu.
Yang ku ingat hanya bentangan jalan hitam. Dan kau tau, hitam sudah pasti gelap, gelap sudah pasti sunyi, hanya detak jantungku yang terdengar kala itu. Ya, seakan sulit aku untuk bernafas. Memaksaku untuk merangkak, mencoba melihat dengan cara meraba dinding dingin yang ada. Hingga aku sampai meraba tangan seorang yang bahkan belum pernah aku jumpai sebelumnya, namun terasa sudah kenal lama dengannya. Wajah samar yang mengeluarkan cahaya dan seakan menjadi senter didalam larutnya gelap dan sunyinya hitam.
"Tersenyumlah..." bisiknya lirih, seolah dia tau di gelapnya jalan itu wajahku suram, bahkan lebih suram dari pada WC kamar mandi. Aku mulai melebarkan bibirku dan seakan mengangkat pipiku menciptakan ukiran senyum diwajah ini. Rasanya pilu, sendu bahkan aku merasa bahagia yang sangat, sama seperti ketika aku mendapatkan gula-gula bentuk bunga waktu aku masih kecil. Kami melangkah lagi, tanpa ada takut dihatiku karna tanganku digenggam sangat erat layaknya anak kecil yang membawa balon, seakan tak membiarkan balon itu terbang dibawa sang angin.
Namun, rasanya terlalu sebentar dia disampingku. Dia mulai melepaskan genggaman tanganya pelan-pelan. Dan aku gagal meraihnya, dan apa yang terjadi.....
"Aku mau mendampingi dirimu, aku mau cintai kekurangamu, slalu bersedia bahagiakanmu, apapun terjadi.. Ku janjikan aku ada.." alarm yang menjadi tanda pukul 03.00 mulai menjalankan tugas. Memutar lagu yang di lantunkan dewa 19, dan mulai meraba mataku untuk terbangun. Hufss.. Rasanya ingin ku sambung mimpi itu lagi.. Ingin kulihat siapa pemilik tangan hangat itu. Oh.. Semoga dia masih disana menungguku untuk menyambung mimpiku dengannya.
Zahrotul Laili N
Rabu, 08 Juli 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak Mengetauhi Apa-apa
Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...
-
Menyanyangi itu kamu. Mencintai. Titik. Tanpa koma. Tak perlu penjelasan. Karena kau sudah tahu tanpa perlu bertanya lagi. Dan tanpa aku ...
-
Pintaku, jangan dulu berjanji. Jangan dulu mengucap janji yang sulit ditepati, seperti janji untuk tidak saling menyakiti. Karena mungkin ...
-
Sebongkah hati tlah berlari terlalu jauh. Jauh meninggalkan tembok runtuh itu dalam kehidupannya. Terlalu jauh ia berlari hingga akhirnya...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar