Jumat, 30 Oktober 2015

Topeng Kehidupan.

Siang itu sejenak ku tarik nafas, lalu berbicara lagi, seolah-olah kata-kataku yang sudah terangkai dalam otak akan segera meledak jika tak ku keluarkan melalui mulut. Kalimat terakhir disambuk ketawa cecikik oleh teman-temanku yang berfokus pada si pembicara, yaitu aku. Satu gadis berbaju biru menyahut dan menyemarakkan suasana. Aku tersedak karna mungkin aku lelah terlalu lama bercerita, ceritaku terhenti dan membuatku memutuskan pergi ke kemar mandi.
         Selesai dari kamar mandi aku langsung duduk ditempatku tadi, pandanganku tertahan oleh langkah seorang gadis, dia bersama seorang lelaki, mungkin calon suaminya. Penasaran? Oke aku ingin bercerita sedikit tentang apa yang aku lihat tadi. Mataku tertuju pada perempuan yang ku sebut dia cukup cantik untuk ukuran remaja sepertiku, aku tak kenal siapa dia tapi aku pastikan dia adalah saudaraku, yaaa... Karna dia menjadikan jilbab sebagai mahkotanya dan membuat aura cantiknya semakin kuat. Aku perhatikan caranya berjalan, bicara, duduk bahkan makan. Dia amat berhati-hati, caranya memasukkan makanan terlihat anggun. Entah kenapa aku memperhatikan dia begitu serius. Yang ada dalam fikiranku dia sangat jauh dariku, jangankan bicara, makan, tertawa, lawong langkahku saja tak seanggun dia. Ya, langkahku memang tak ada keanggunannya sama sekali. Yaa, dia punya irama kaki yang berbeda dariku. 
      Seperti biasa, ketika aku melihat seorang gadis yang benar-benar tercermin dari bahasa tubuhnya. Terkadang aku ingin merubah semua yang ada di diriku, aku berkhayal seperti apa yang aku lihat tadi. Apa mungkin kau jauh lebih nyaman jika aku seperti itu atau sebaliknya? Aku geleng-gekengkan kapalaku, berharap menemukan kesadaran. Aku mencintai diriku seperti ini. Tapi,  bukan itu alasan utamaku, aku punya alasan sederhana kenapa aku tak ingin merubah ini semua. Aku ingin terlihat sempurna, tapi aku lebih ingin di kenal semua orang ya karna menjadi diriku sendiri,  dicintai olehmu karna diriku sendiri, tidak ku buat-buat. Perempuan tadi memang seperti itu halnya, dan aku juga. Untuk apa aku ingin jadi seperti orang lain? Namun tenang ya, hatiku ini terkategori lembut dan masih bisa kau percaya untuk menjaga amanat darimu. ❤
      Sebenarnya aku bukan tak mau berubah menjadi perempuan yang lebih anggun, tapi aku rasa aku tak menemukan jati diriku. Aku bahkan merasa asing, jadi yaaa inilah aku dengan segala kekuranganku. Aku masih saja memperhatikan gadis tadi, kau tau? Aku sempat mencoba meniru cara dia duduk dan makan, oh kau tau apa yang terjadi? Aku merasa aneh sendiri dan akhirnya aku memilih untuk kembali makan seperti biasanya.
     Ketika aku menyaksikan tontonan semacam tadi tak jarang membuatku berfikir, apa ini sebuah cobaan untukku? Kenapa aku tak seanggun dia? Ya pemikiran semacam itu datang ketika aku melihat perempuan lain nampak anggun dengan gaya mereka, kadang juga tiba-tiba ada barisan pertanyaan yang terbang didepan mataku seperti "apa itu yang dinamakan kesempurnaan? apa itu wujud asli mereka? Atau luarnya saja?" Hahaha.. Bodoh! Aku hanya membuang waktu memikirkan hal semacam itu.
        Aku masih memperhatikan perempuan tadi, dan aku melihat ia beranjak dari tempat duduk dan terlihat terburu-buru keluar ruangan. Akuu melihat tangannya menggenggam ponsel. Aku sebenarnya tak tau siapa yang berbicara dengannya, tapi kupastikan dia berbicara di telfon, tapi nada bicaranya membuatku benar-benar kaget setengah mati. Perempuan anggun tadi bak terkena mantra sihir yang merubah seorang tuan putri menjadi penyihir jahat. Aku tak melihatnya namun aku mendengar dia membentak-bentak, dengan bahasa kasar, entahlah ya Alloh, aku masih terlalu bodoh melihat apa yang mereka tanpakkan didepan mataku. 
         Setelah pembicaraan perempuan tadi selesai dia kembali, duduk dan kembali terlihat anggun seperti sebelumnya. Lagi-lagi seperti terkena sihir. Cepat sekali dia berubah, dengan perubahan yang amat besar.
       Saat itu pula aku merasa bahagia, bersyukur dengan diriku yang sekarang, tanpa kemunafikan. Aku tak perduli dengan pemikiran orang lain, yang aku tau apapun pemikiran orang tentangku, aku harus berterimakasih pada mereka. Sebab mereka memilih menghabisakan waktu mereka yang berharga, yang sebenarnya bisa mereka habiskan untuk memikirkan kebaikan  diri mereka sendiri, tapi mereka malah memilih untuk perduli dan memikirkan semua kekuranganku. Bukankah mereka amat perduli padaku. Bukan begitu? Huehehehe

Aku percaya, Alloh menciptakan manusia pasti dengan kelebihan dan kekurangan, jika tak ada kekuranan pun sepertinya tak pantas disebut manusia, atau pun sebaliknya. Bukan begitu?
"Kenalilah dirimu, maka kau akan mengenal Tuhanmu." ☺

Salam untukmu yang ada di ibu kota jawa timur...
Selamat beristirahat.

❤with love, ZeteLeN❤

Rabu, 28 Oktober 2015

Everything Alwasy Gonna Be Okay.

Saat ini aku sedang tak ingin terburu-buru. Aku sedang ingin bersantai. Sejenak melepaskan diri dari semua hal yang "menyibukkan". Semua hal yang kalian sebut sebagai "pembunuh waktu" ataupun "pembunuh sepi". Karna sering kali kesibukan datang dan dia membuatku berhenti memikirkan hal yang tidak penting, menyibukkan dan pastinya mencekik sepi, membuat dia memutuskan untuk pergi. 

Aku ingin menikmati ritme dan irama kehidupan berikut notasi-notasi penyusunnya dengan seksama. Semua nada yang terlewatkan kala kesibukan mendera. Aku ingin menikmati deru angin dan debur ombak pantaiku tanpa keterburu-buruan. Aku ingin mendekapinya dengan penuh kerinduan. Aku tak ingin hadirkan sibuk untuk kali ini, membuang jauh-jauh rasa fokus, dan menikmati tiap detik dengan tarikan napas yang kendor.

Jika pada akhirnya yang ku dapat hanya terpaan angin sawah dan lautan awan kurasa itu tak akan menjadi suatu masalah. Semua tergantung bagaimana aku menikmati dan merasakannya, sebab semua tergantung perasaan. Sejenak ku nikmati sepoi-sepoi angin yang membawa irama dan kadang membisikkan namamu, membuat semua hal yang ada diisi kepalaku mencair, membawaku merasakan percikan air mengalir bak sungai yang menenangkan di dalam tempurung kepalaku.

Sejenak aku ingin melepas lelah dan menuntaskan semua penat di hati. Menurunkan semua beban yang menggelayut di bahu. Lalu memeluk erat-erat sang waktu tanpa ketakutan bahwa dia akan pergi meninggalkanku. Dan bilamana esok pagi menjelang, aku ingin terbangun dengan penuh damai, dengan pikiran tenang, tanpa kekhawatiran, karena aku tahu bahwa semua akan baik-baik saja.

"Semua akan baik-baik saja. Tersenyumlah sayang, kelak akan tumbuh bunga untuk setiap air mata yang kau jatuhkan :'), Alloh mencintaimu lebih dari yang kamu perlu".

Semua baik-baik saja Ta.. ☺ Percayalah...
♥(✿ฺ´∀`✿ฺ)οΎ‰

❤with love, ZeteLeN❤

Senin, 26 Oktober 2015

Mengurai Kegelisahan.


"Kegelisahan itu kadang kala diperlukan dalam hidup, tentu saja dalam batas dosis yang wajar, agar kau bisa terus bermimpi dan terpacu untuk mewujudkan impianmu, agar mimpi-mimpi itu tak hanya berakhir dalam bentuk kegelisahan saja. Namun kegelisahan juga perlu diwaspadai, karena apabila berlebihan bisa meracuni hidupmu akibat ketakutan-ketakutan yang dihasilkannya."

Beberapa waktu belakangan banyak sekali kegelisahan yang menyapai hidup saya lengkap dengan segala wujud kegalauan, kebimbangan dan juga keresahan yang mengiringinya. Satu hal yang selalu saya ingat bila kegelisahan  menyapaimu maka carilah penyebabnya, datangi, hampiri dan sapai, ajaklah sumbernya untuk bersahabat maka niscaya gelisahmu kan berkurang dan mencapai level atau dosis yang bisa kau toleransi. Masalahnya sekarang adalah saya tak tahu dimana letak sumber kegelisahan saya kali ini. Meskipun saya telah mengaduk-aduk semua bagian relung hati dan memori di kepala namun nihil. Sungguh bila dibiarkan lebih lama kegelisahan ini akan semakin merajai dan menguasai seluruh raga dan jiwa dan saya tahu sekali apa akibatnya bila itu terjadi. Tentu saja itu tak akan kuijinkan.

Pada akhirnya saya tiba pada kesimpulan bahwa kegelisahan saya kali ini berasal dari ketakutan-ketakutan kecil yang rasanya sudah lama ingin saya bunuh, namun nyatanya tidak, selama bertahun-tahun mereka bersembunyi dan menyamar, menyatu dan membaur dengan diriku dan tanpa saya sadari mereka sekarang telah beranak, bahkan membentuk sebuah keluarga, anak turunnya banyak dan mereka menyebar dalam relung hati dan pikiran saya. Mereka menyelinap diam-diam dan tanpa saya sadari mulai mengadakan serangan balasan saat pertahanan jiwa ini labil. Perlahan-lahan mereka mulai merangsak dan menyerangi sendi-sendi penting dalam hidup dan sementara ini mereka telah berhasil membuat saya melunglai untuk sesaat. Bermalam-malam mereka berhasil membuat saya terjaga dan tak bisa tertidur lelap. Tak ada yang bisa saya lakukan jika serangan mereka terus saja berlangsung, hingga akhirnya setelah saya berpura-pura menyerah dan merengek meminta ampun mereka menghentikan serangan itu, namun hanya sesaat. Jika sempat mereka mengetahui saya bangkit maka mereka akan menyerang dengan lebih dahsyat. Saya harus pandai berpura-pura lemah di hadapan mereka agar saya bisa berkonsentrasi untuk menyusun siasat dan strategi bagaimana nantinya saya akan mengadakan serangan balik.

Saat waktu luang, saya masih saja mengorek untuk mencari tau apa hal yang dapat membuat saya segelisah ini? Saat itu pula, seorang sahabat menanyai saya kapan terakhir kali saya mengunjungi makam ibunda saya, mungkin karena telah lama dan dia menyarankan saya untuk mengunjungi makam beliau, barangkali itu juga salah satu sumber kegelisahan saya, rindu pada beliau yang lama tak terobati dan juga tak tersampaikan karena telah lama pula saya tak menyambangi makam beliau. Bagi sebagian orang mungkin akan heran dan bertanya bagaimana mungkin menyambangi makam orang yang kita cintai bisa mengurangi kegelisahan? Jawaban saya sederhana saja, makam mungkin memang hanya segunduk tanah dengan penanda batu nisan di atasnya, namun mungkin saja kalian lupa bahwa bagaimanapun itu, disanalah tempat orang yang kita cintai disemayamkan, raga mereka mungkin telah melebur dan menyatu menjadi tanah namun cinta dan kasih mereka tetaplah tertinggal dan menyatu dengan hati kita. Mengunjungi dan menyambangi makam mereka adalah penanda bahwa kita masih mengenangi mereka bahwa bagaimanapun juga mereka adalah orang-orang yang tak akan pernah kita lupakan, cinta mereka akan senantiasa abadi dan berharga untuk dikenang. Meski mungkin mereka tak mungkin lagi mendengar bisikan cinta kasih kita lagi, namun anggap sajalah bahwa mereka masih bisa ikut merasai apa yang kita rasakan dan bisikan cinta kasih kita, itu saja akan membuatmu lega dan merasai kehangatan kasih mereka merasuki buluh nadimu karena memang cinta mereka masih hidup dan tinggal di hatimu.

Sesaat saya mengingat masa silam. Dahulu semasa ibunda saya masih hidup, saat-saat saya merasa gelisah saya akan menghambur ke pelukan ataupun pangkuan beliau. Kemudian sayapun merebahkan kepala saya di bahu atau pangkuan beliau. Tak lama berselang biasanya ibunda saya akan membelai dan memainkan anak rambut saya dengan penuh kasih. Beliaupun akan berbisik lembut, " Ana apa tho Nduk? Kok ra kaya biasane?"* Lalu sayapun akan menyahut, " Gak ana apa-apa kok Mak, mung lagi ngelu ae kok."* Ini adalah jawaban yang saya lontarkan saat saya belum merasa siap bercerita kepada beliau mengenai kegelisahan yang saya rasakan. Lalu beliaupun akan terus membelai kepala saya hingga saya merasa tenang dan rileks. Sebenarnya, selama ada beliau, saya tak memerlukan jasa psikolog manapun di dunia ini untuk mengembalikan kondisi mental dan jiwa saya. Bagi saya jari-jemari beliau yang penuh cinta kasih itu adalah obat yang paling ampuh dan mujarab bagi semua resah dan gelisahku, tak ada tandingannya di seluruh penjuru dunia manapun.

Sesaat akupun tertegun memikirkan saran dari sahabat saya tersebut sambil mengurai kembali kenangan akan beliau. Apa memang kegelisahan saya ini sebab merinduinya? Atau hal lain?

Entahlah, namun aku putuskan untuk segera kesana. Aku ingin tumpahkan apapun jenis kegelisan ini. Karna menyambangi makam beliau. Satu kegelisahan saya paling tidak akan terurai, kegelisahan karena sekian lama saya tak sempat menengoki dan merawati makam beliau akibat keadaan dan waktu yang membentang panjang. Apabila kegelisahan ini terurai sayapun bisa pula berharap bahwa kegelisahan-kegelisahan yang lainpun akan ikut terurai. Paling tidak dengan berharap saya merasa lebih baik.

When your mind says give up, hope whispers one more Try.

❤with love, ZeteLeN❤

Minggu, 25 Oktober 2015

Kita Dan Jingga sang Senja.

Semburat cahaya senja memerah bak lampu neon di balik awan yang berbaris. Mentaripun kulihat mulai merayap pelan bergegas kembali ke peraduannya. Angin senja yang dingin berdesir membelai lembut tubuhku. Dinginpun merasuk.

Akupun menghela nafas perlahan. Kupejamkan mataku perlahan pula. Aku terdampar disini, aku disini karena mengejarmu. Sebisaku aku menelusuri jejak dan penanda yang kurasa itu darimu. Akupun mengendus dan menciumi sang angin, menyesap dan memilah setiap aroma yang dibawanya. Kuharap kali ini dia membawa pula aroma dan pertanda darimu.

Nihil.
Jangankan pertanda darimu aromamupun tak sedikitpun tercium olehku. Aroma yang senantiasa kurindui. Aroma yang senantiasa menenangkan dan menyejukkan sanubariku. Jantungku berdetak lebih kencang. Tak biasanya seperti ini. Apa gerangan yang terjadi? Aku berteriak memanggilmu. Berharap kau kan menyahut panggilanku.

Tak dapat kupungkiri bahwa hadirmu benar-benar nihil, apa kau hanya sebatas aroma yang lenyap dibawa angin. Aku tetap berjalan sambil melihat barisan pertanyaan itu melayang-layang di didepan mataku namun aku masih mengikuti setiap langkah aroma itu. Berharap kau yang menciptakannya.

Sunyipun mulai merayapi. Kulihat langitpun mulai tak memerah lagi. Kelabu mulai menyelinap mengusir jingga sang senja, penanda bahwa sang malam sudah tak sabar ingin bertahta. Kelampun merangsak perlahan menyelimuti angkasa. Gelap dan kelam.

Dinginpun makin menusuk. Kutengadahkan kepala ke angkasa memandang penuh harap pada sang malam agar sudi kiranya tak terburu-buru mengusir senja.
"Wahai malam sudikah kau berbaik hati untuk memberi jeda waktu lebih lama untuk sang senja?
Aku masih membutuhkannya. Kekasihku biasanya menitipkan pesan padanya.
Namun kali ini sepertinya dia butuh waktu lebih lama untuk menghantarkannya.
Sudilah kiranya kau bersabar sejenak biarkan sang senja menemaniku menunggui pesan darinya?
Barangkali tak berapa lama lagi pesan itu kan tiba."
Namun sepertinya sang malam tak peduli pada bujukanku. Bahkan sedikitpun dia tak menolehkan pandangannya padaku. Kulihat dia terus saja merangsak mengusir senjaku.

Akupun terpekur semakin dalam, menghela nafas yang kurasa sesak. Seribu tanya bergelayut di kepalaku. Pertanda darimu hanya muncul saat senja namun kali ini tak ada pertanda sama sekali darimu. Mungkinkah kali ini kau tak sempat menitipkannya pada sang senja? Atau mungkin kali ini sang senja terlalu terburu-buru sehingga kau tak berhasil berpesan padanya? Atau barangkali sang senja sudah tak sudi lagi menjadi pembawa pesanmu? Atau justru malah sebenarnya kaulah yang tak ingin lagi memberikan pertanda bagiku? Entahlah.

Aku melangkah lagi, masih saja berharap terus berharap dan tak henti berharap. Inginku pancing matahari agar nampak lagi membawa senja dan memberi kesempatan kau untuk hadir disini, untuk sekedar menghabiskan senja bersama. 

Selalu dan selamanya. Tenanglah, aku tak pernah perdulikan tentang pertanyaan, siapa yang tak sempat? Senjakah? Atau dirimu? Yang aku tau, aku percaya kamu. Aku percaya ada yang jauh lebih indah untuk besok, sekenario yang telah dibuat olehNya, lebih indah dari apa yang kita rencanakan. ☺

Selamat petang untukmu, semoga kau tetap dalam lindunganNya. Salam dariku yang jauh darimu, yang bergadengan dengan jarak, yang tak dapat bertukar pandang karna terhalang oleh ratusan kilo meter yang bersemedi ditengah-tengah kita.



❤with love, ZeteLeN❤

Jumat, 23 Oktober 2015

Alone!!

Dingin malam ini menusuk tulang, sunyi dan suaranya terdengar parau namun bersemangat. Udara dingin sudah sejak tadi menyergap tubuhku, selimut yang menghangatkan tak terlalu berhasil mengusir rasa dingin. Kadang, tak jarang nyanyian kodok dan jangkrik berubah jadi alunan musik klasik penghantar tidur, maklum rumahku hanya berjarak beberapa meter dari sawah.
            Lampu kamar kubiarkan menyala, aku masih sibuk membaca buku untuk mengusir rasa kesepian. Malam-malam begini, ditambah lagi dengan sunyi. Sebenarnya aku jarang merasa sendirian namun malam ini, tak sperti malamku yang sebelumnya. Aku curiga pada malam yang selalu mengundang rasa asing bernama kesunyian. Entah mengapa malam masih saja menjadi sebab utama munculnya kegalauan seseorang. Tak banyak suara yang kudengar, hanya detak jarum jam dan musik klasikku tadi. Fokusku terbagi untuk buku yang berada dalam genggaman jemari, buku ini sudah berkali-kali kubaca, aku hampir hafal setiap diksi yang berada di beberapa paragraf. Tidak ada kata bosan, karna memang ini seolah bercerita tentang kehidupanku.
            Saat malam semakin mengenjang, dan mataku mulai redup. Aku meletakkan buku di samping tempat tidur, lalu segera berjalan mendekati sekring lampu. Lampu padam. Aku siap terlelap.
            Mencoba untuk terpejam dengan cepat, namun gagal. Langit-langit kamar yang terlihat samar-samar seperti membuat gambar yang begitu mudah kukenali. Aku memikirkan sosok itu lagi, sosok yang begitu spesial dalam mata dan hatiku, sosok yang namanya selalu ada dalam rapalan doaku. Aku mencoba terpejam lagi, hingga satu suara menggoncangkan detak jantungku. Suara dari ponselku yang ada di meja samping ranjang tidurku, ku lihat ternyata pesan darimu, membuat mataku seoalah terbuka lebar, hampir seharian tak ada gurauan atau barisan tawa kecil kita, jadi satu pesan darimu seolah mengawali tawaku dihari ini.
    Langsung ku nyalakan lagi lampu kamarku, kembali kehilangan kantuk karna seceret pesan darimu. Aku lihat jarum jam menunjukkan pukul 19.53 malam, jika aku punya alasan selain rindu pasti sudah kubiarkan pesanmu dan tak kubaca menundanya sampai pagi karna kantuk menjemputku dan membawaku berenang kealam mimpi, namun karna rindu yang minta, aku bisa apa? ☺
         Baru beberapa pesan darimu ku balas ternyata kau sudah tak lagi membalasnya, mungkin kau sibuk. Kembali otakku berjalan dan berbisik "aku sudah besar dan dewasa diberi kabar Alhamdulillah, kalau tidak ya cukup berdo'a, berfikir positif dan menahan emosi". Kembali kuletakkan ponselku di meja samping ranjang tidurku, lalu menutup mata. Rasanya ingin segara tidur tapi mata rasanya berat untuk dipejamkan, aku matikan lagi lampu kamar yang tadi sempat kunyalakan. 
          Sebenarnya aku masih menahan rindu, tapi menahan sudah jadi salah satu kebiasaanku tiap hari. Aku ingin segera di jemput oleh kantuk, agar aku tak merasakan pekatnya malam ini. Kau disana baik-baik saja kan? Tentu, aku yakin itu jawabanmu atas pertanyaanku. Kau baik-baik saja. Selamat malam ya, semoga malammu menyenangkan. 
Semoga sinar bulan diluar dapat membuatmu sadar betapa mataku ingin terbuka dan bersinar, sekedar menemani malam sunyimu. 


❤with love, ZeteLeN❤

Senin, 19 Oktober 2015

Pria Cuekku... ☺


Entah kenapa jatuh cinta itu lucu. Selucu ketika dengan mudahnya aku jatuh cinta kepadamu. Dan akupun tidak tau pasti kenapa aku bisa merasakan ini semua. Mungkin karena aku tersihir oleh kharismamu? Atau sikap cuekmu yang membuat rinduku di dalam hati ini jadi tak mau pergi? Lalu diam-diam dalam hati kusimpan tanya, apakah aku jatuh cinta kepada orang yang salah?

Apa perlu juga aku tanyakan pada dirimu kenapa kamu mau untuk menjalin komitmen denganku? Aku tau banyak wanita diluar sana yang jauh lebih baik dariku, diam-diam menaruh hati padamu atau mencoba merebut perhatianmu. Namun akupun tahu, kamu tidak mudah menambatkan hatimu begitu saja. Hingga saat ini kau memberikan kepercayaan ini padaku. Karena itulah aku mau bertahan, meskipun perbedaan demi perbedaan diantara kita, kita temukan seiring berjalannya waktu.

Kata mereka….

Semakin jauh aku mengenalmu, dan secarik cerita dari teman-temanmu. Kau adalah manusia langka, kata mereka. Memangnya kamu ini apa sih, alien? Mereka berpesan dan bertanya kepadaku, cukup tangguhkah aku bisa bertahan disisimu. Mereka mewanti-wanti, jangan pernah berharap hal-hal manis darimu, karena semua itu bisa saja terjadi. Ya, tentu saja dalam skala kemungkinan terkecil. Karena sekali lagi, you’re the one and only.

Aku tidak memintamu untuk selalu ada disaat aku membutuhkanmu.

Kemarin ada temanku yang bercerita tentang dia dan kekasihnya yang menghabiskan sisa senja dengan saling bertukar cerita. Lalu lihatlah kita, yang tenggelam dalam kesibukan kita masing-masing, berteman jarak. Meskipun aku masih mengingatmu disela kesibukanku, aku tak yakin kamu akan mengingatku. Aku tau aku selalu menjadi yang nomor dua. Dibandingkan dengan kesibukanmu, atau kewajibanmu yang lain.

Aku tidak memintamu untuk selalu memberiku kabar setiap waktu.

Apa yang terjadi dihariku, hari ini juga tak bisa dengan lepasnya kubagi denganmu. Begitu juga dengan apa yang terjadi diharimu, hari ini yang lebih suka untuk kau simpan sendiri. Aku juga tidak memintamu untuk selalu memberitahuku dengan siapa, dimanapun kamu berada atau apa yang sedang kamu lalukan. Tahu kah kamu sayang, bahwa aku dulu adalah seorang gadis kecil yang tak tahan bila tak ada kabar dari orang yang aku sayang.

Dulu aku tak bisa mengontrol emosiku yang meledak ketika ia yang dulu dekat denganku mengabaikanku walaupun sejenak. Kini aku sudah banyak berubah, perjalanan dan pengalaman yang merubahku hingga saat ini aku bertemu denganmu. Perjalanan mengajariku bahwa aku telah bertemu dengan orang-orang baik yang kusia-siakan hanya karena keegoisanku yang butuh untuk selalu diperhatikan tanpa mendengarkan.

Aku tidak memintamu untuk selalu memberiku perhatianmu.

Tidak bisa kupungkiri bahwa aku sebenarnya memang butuh perhatian-perhatian kecil itu. Aku butuh merasa kamu berada disisiku meskipun kamu tidak benar-benar berada disini. Namun kucoba untuk mengerti, bahwa memang seperti itulah kamu. Akupun tak berharap banyak bahwa kamu akan berubah. Aku tidak berharap untuk bisa mendapat ucapan selamat pagi darimu ketika aku membuka mata dari tidurku, atau ucapan selamat tidur dan mimpi indah ketika aku ingin melepas lelah.

Iya, memang seperti itulah kamu, bagimu mengirim pesan-pesan kecil seperti itu atau meneleponku setiap hari adalah hal yang hanya membuang waktu. Akupun tidak ingin merubahmu sayang, aku mungkin hanya bisa sedikit berharap kamu akan berubah nanti. Cuma sedikit, setelah kamu bisa melihat ketulusanku untuk memahamimu.

Hei sayang, namun bisakah engkau memahamiku untuk hal ini saja?

Aku hanya memintamu untuk sejenak ada ketika aku benar-benar sudah tidak mampu lagi membendung rinduku yang kutahan. Hanya sejenak saja aku butuh kamu diantara waktumu dengan teman-temanmu atau urusanmu yang lain. Walau hanya beberapa patah sapa di aplikasi chatting yang selalu kita pakai. Walau hanya senandung kecilmu di telepon, yang kau tau.. ya tidak bisa setiap hari aku bisa mendengar suaramu. Dan kamupun kembali membuatku terkesima bahwa itu sudah cukup mampu melegakan timbunan rinduku yang mungkin tak kamu mengerti.
Hal yang paling penting adalah aku percaya kamu.

Meskipun kamu tak selalu berada disini, aku percaya kamu akan baik-baik saja. Kamu akan menjaga hatimu hanya untukku. Aku percaya kamu karena kamu juga sudah memberikan kepercayaan itu padaku. Dengan cara seperti inilah aku berterimakasih padamu sayangku, karena aku bisa berteman dengan siapa saja tanpa ada larangan darimu, tak ada cerita posesif berlebihan dan tak ada pula rasa terkekang.

Aku mungkin merasakan sebenarnya kamu sedih, ketika aku mengeluh tentang sifat cuek dan ketidakpekaanmu. Ada sorot kesedihan dari nada bicaramu yang tulus ketika membuatku tidak bahagia, namun kamu selalu saja tau bagaimana bisa membuat senyumku kembali ada. Sejauh ini aku memahamimu, bahwa kamu adalah orang baik yang menjelma dalam tubuh dengan sifat lahir yang sudah Alloh tentukan. Seperti itulah kamu, sudah dari pabriknya.

Eh jadi begini saja ya, selebihnya biar kusampaikan padamu dengan caraku, dengan bahasa yang hanya kita berdua saja yang bisa mengerti.

Inilah caraku mencintamu.

Dariku yang masih selalu berusaha untuk memahami tentangmu.


❤with love, ZeteLeN❤

Sabtu, 17 Oktober 2015

Aku Air, Namun Bukan Air mata.

Ketika Lelah, letih dan kesal bersaudara, teparpun datang bersilaturrahim ditambah dengan rasa bersalah terasa lengkap, semua datang seolah ada reoni keluarga besar. Masih terfikir dengan hal yang terjadi beberapa hari ini, masih dengan rasa yang entah kuberi dengan nama apa.

Alunan melodi dari Christina Parry yang berjudul "Jar Of Hearts" menemani jariku menari menyusun kata yang tidak terlalu penting. Aku hanya melakukan apa yang ku anggap menyenangkan saat ini, apapun itu. Entahlah.

Masih pada siang yang sama, sebenarnya masih ada rasa takut. Tiba-tiba bayanganku, kau berjalan tepat disampingku lalu dengan sengaja kau menoleh kebelakang atau tiba-tiba apa yang dibelakangmu berubah tepat dihadapanmu. Entah kenapa aku takut, mungkin karna aku sadar dibelakang ada hal istimewa dan lebih dari apa yang ada disampingmu.

Aku takut kau pergi. Tanpa memberi alasan. Dan aku tak bisa lakukan apapun sebab jika seseorang sudah memutuskan untuk pergi, jangankan 1 alasan, 100 alasan baik untuk dia bertahan dan tinggal saja dia tetap memutuskan untuk pergi, berapa banyak pun alasan baik, tidak akan mampu menghalangi dia untuk pergi. Tapi ketika seseorang sudah memutuskan untuk bertahan, maka jangankan 100, 1 alasan baik, atau bahkan ketika dia tak punya alasan lagi, hanya tersisa keyakinan dan harapan, dia akan tetap bertahan. Sedang aku takut jika kau tak punya alasan lagi untuk sekedar bertahan. Mencegah, hanya membuatmu semakin ingin pergi, diam dan berubah menjadi air adalah cara terbaik. 
                   
Kenapa harus seperti air?
Sebab ia bersifat mengalah, namun selalu tidak pernah kalah. Air mematikan api dan membersihkan kotoran. Kalau merasa sekiranya akan dikalahkan, air meloloskan diri dalam bentuk uap dan kembali mengembun. Air merapuhkan besi sehingga hancur menjadi abu. Bilamana bertemu batu karang, dia akan berbelok untuk kemudian meneruskan perjalanannya kembali. Air memberikan jalan pada hambatan dengan segala kerendahan hati, karena dia sadar bahwa tak ada satu kekuatan apapun yang dapat mencegah perjalanannya menuju lautan. Air menang dengan mengalah, dia tak pernah menyerang namun selalu menang pada akhir perjuangannya.

Ada yang pernah berkata padaku, hiduplah seperti air. Mengalir dan bergelombang dengan tenang. Menjadi sumber kehidupan segala hal yang hidup. Tetapi, harus hati-hati dengan air, sebab jika air dibendung, ia mampu meratakan apapun yang dilewatinya, mengancurkan semua yang berpapasan dengannya. Hiduplah seperti air yang membentuk sesuai wadah air itu sendiri, dimana air selalu fleksibel di segala medan lokasi. Dia tidak pernah takut di keadaan apapun, dinamis. Air itu kuat, sekeras-kerasnya batu akan rusak oleh tetesan air. Dirubah dalam bentuk apapun, air tidak akan hilang. Misalnya dipanaskan akan menjadi uap tapi zatnya tidak hilang, didinginkan akan membeku tapi zatnya tidak akan hilang juga dia akan tetap sama seperti sebelumnya.  Air juga selalu mengalir ke muara ketempat yang lebih rendah. Tak peduli seberapa jauh jaraknya dari muara, air pasti akan tiba di sana. Sebenarnya aku kurang setuju dengan orang yang menggunakan pepatah “hiduplah mengalir seperti air” untuk menguatkan gaya hidup yang tidak punya arah dan serampangan. Justru sebenarnya dengan kita meniru air yang mengalir, kita seharusnya punya visi kehidupan. Hal utama yang patut diteladani dari perjalanan air menuju muara adalah sikapnya yang konsisten. Bayangkan, ada berapa banyak hambatan yang dilalui oleh air gunung untuk mencapai muara? Mungkin ia akan singgah di sungai, tertahan karena batu, kemudian bisa saja masuk ke selokan. Tapi toh akhirnya ia tetap mengalir dan tiba di muaranya. Waktu tempuh air untuk sampai ke muara sangat bervariasi. Ada yang hanya beberapa hari, tapi ada juga yang beberapa minggu. Patut diingat, hal terpenting bukanlah waktu tempuh yang akan dilalui, tapi seberapa besar keyakinan untuk menuju muara atau visi atau impian yang akan kita gapai. Itulah kenapa aku ingin seperti air.

Sekedar menjadi air, senyawa yang sederhana dan tak memerlukan hal sulit untuk merubahnya menjadi manis atau pahit, semua tergantung campuran air itu sendiri. Dengan mencampurkan bubuk kopi dan gula lalu memasukkannya kedalam segelas air maka semua akan melebur menjadi satu, menjadi secangkir kopi yang nikmat. Tapi kau juga harus tau jika air tidak mampu mengubah bubuk kopi, tapi bubuk kopi yang dapat mengubah air tersebut. Kau tak keberatan kan jika aku jadi seperti air?. 
Kuharap kau tak keberatan.
Aku tak akan menuangkan diriku dalam keadaan yang terlalu dingin ataupun terlalu panas, sebab aku tau semua itu akan menjadikan gelasku pecah dan akan melukaimu.

Clotehanku,
Oh ..
Maaf untuk perempuan yang terluka karna keputusanku. 
Aku hanya segelas air, tak lebih seperti kau.. ☺

❤with love, ZeteLeN❤

Kamis, 15 Oktober 2015

Kantukku! ☺

Kantuk sesungguhnya nikmat yang tak terkira. Namun apakah kau pikir itu nikmat bila sang katuk datang pada saat yang tak tepat? Kala kau tengah didalam kelas dan waktu belajar mengajar berlangsung, di kejar deadline atau menunggu yang terkasih. Sungguh kantuk adalah siksaan yang tak terperi saat itu. Badan melemah, pikiranpun jadi kacau balau tak bisa konsentrasi. Bahkan bila diperturutkan akan membuat emosi dan membuat segala sesuatunya menjadi semakin runyam adanya.

"Hoaaaaaaah.... hmmmm.... Hanya satu pinta hamba Rabb, usirlah kantuk hamba. Rasanya sungguh tak terperi"

"Masya Allah, mengapa kantuk ini tak datang di malam hari kala tiba waktuku untuk beristirahat? Mengapa dia datang di tengah hari kala semuanya menjadi sangat penting untuk dikerjakan?"  Sering bicara pada diri sendiri, tak ada yang bisa mengobati kantuk kecuali tidur.

Kadang menunggumu pun kantuk sering menyerang, dia diam diam masuk lalu duduk dengan anggun. Berlahan menyipitkan mata lalu wassalam. Untuk menahan kantuk biasanya aku langsung membasahi wajahku, kau tau? Itu adalah kesia-siaan yang sampai saat ini masih sering ku lakukan. Huehhehe 

Kantuk, sering datang pada tempat dan waktu yang tidak kita inginkan bukan? Iya, dia bak sihir yang dibawa sang angin, pelan namun pasti. Hehe. Awal datang kantuk biasanya ditandai dengan menguap, namun tak selalu menguap tanda datangnya kantuk. Ya, menguap juga sering datang karna kurangnya oksigen didalam otak, namun terlalu sering dan cepat ngantuk biasanya karna Dehidrasi, kekurangan cairan menyebabkan pikiran susah konsentrasi. Efek lainnya adalah timbul rasa kantuk.
Atau juga bisa Depresi. Orang yang mengalami tekanan pikiran cenderung merasa lelah fisiknya. Dia gampang mengantuk, pusing, hingga tidak berselera makan.
Ada juga penyebabnya yaitu Sulit tidur. Ini menjadi penyebab mudah mengantuk pada umumnya. Kekurangan waktu tidur berdampak pada menurunnya semangat dan lelah sepanjang hari. Hal ini dialami pula oleh orang dengan masalah gangguan tidur atau insomnia.
Yang lebih menakutkan adalah Penyakit jantung. Orang dengan masalah jantung bisa jadi mengalami gejala dengan mata yang sangat mengantuk. Kantuk menjadi tanda awal penyakit.
Ada juga Diabetes. Penderita diabetes mudah mengantuk karena glukosa dalam darah terlalu tinggi tetapi tidak segera dimetabolisme menjadi energi.
Sindrom kelelahan kronis. Tandanya adalah lesu, ngantuk, gampang marah, pegal, dan gangguan ingatan.

Jika malam tiba rasanya ingin siapkan tulisan "selamat datang kantuk" yang besaaar.. ya, kantuk yang datang pada tempat dan waktu yang tepat, adalah kenikmatan yang tidak bisa dibeli. Jika menahan adalah hal yang akrab dihidupku, seperti menahan rindu padamu. Ku rasa itu masih bisa ku tahan, bahkan sampai saat ini aku masih sanggup menahan. Tapi maaf untuk menahan kantuk, sungguh aku tak sanggup. Yaaaa, lagi lagi kantuk datang mengetok pintu, cahaya dilaptop inipun masih bisa ia tembus. Maaf jika kantuk sering mendatangiku lebih awal sebelum pesan darimu datang dan membuatku tak sempat membalas, maaf juga aku sering meninggalkamu gara gara kantuk menjemputku terlebih dahulu. Aku tak bisa mengendalikan diri jika kantuk mulai datang. Bahkan berada diantara halayak umum, berada didalam angkutan umum seperti di dalam bus, jika kantuk datang menyerang dia bak jelangkung, saat itupun aku masih bisa memejamkan mataku walau dalam posisi berdiri dan satu tangan berpegang bangku orang yang duduk didepanku namun aku terbangun karna buku yang ku bawa jatuh, duh Gusti.. malu setengah mati. Memang kantuk tak pernah tau tempat!  Haha..

Namun apa kau tau? Aku bersyukur masih dikaruniai rasa kantuk yang amat nikmat dan cara terbaik  melepas kantuk dengan tidur. Dengan tidur aku bisa bermimpi, dan dengan bermimpi aku bisa menemuimu. Yaa, dalam mimpi.. Huehehe..
Oke, selamat malam dan selamat tidur untuk kau yang jauh.


"Kantukku adalah apa yang tak bisa disalahkan, dia datang sesuka hati tanpa pernah aku minta dan aku sadari"

Salam sayang dariku..
❤with love,
Zahrotul Laili Novita❤

Sabtu, 10 Oktober 2015

Kulitku Hitam.

Beberapa waktu yang lalu aku sempet nyari-nyari artikel soal perempuan berkulit hitam. Bukan cari pembelaan, hanya ingin memberi tau jika hitam tak selalu buruk. Aku penasaran bagaimana  pandangan orang tentang perempuan berkulit hitam. Akhirnya aku berjumpa artikel bagus di situs nya beautydaylily.com. Judul artikel nya kalo gak salah “Pesona Kulit Hitam Mengalahkan Kecantikan Kulit Putih”. Keren yaa judulnyaaaa huehehehe, lagi lagi dia yang membuatku berfikir tentang perempuan hitam, hitam itu eksotis gar. Ini kopas artikel aslinya :

Pesona kulit hitam seringnya tidak disadari oleh para perempuan di Indonesia. Ini disebabkan oleh standar kecantikan yang berat sebelah, yang makin diperparah oleh iklan produk-produk kecantikan yang menggunakan model berkulit putih. Ini menimbulkan munculnya berbagai produk pemutih kulit yang menawarkan kulit putih mulus bagi kaum wanita. Lebih buruk lagi, iklan produk pemutih ini menampilkan pencitraan bahwa wanita berkulit hitam kurang disukai karena dianggap kurang menarik, maka mereka diharapkan menggunakan produk mereka untuk menjadi putih, sehingga bisa lebih disukai. Iklan-iklan seperti ini menutupi kebenaran pesona kulit hitam sesungguhnya. Wanita berkulit hitam, tidak kalah mempesonanya dibanding yang berkulit putih. Bahkan, mereka memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang-orang berkulit putih. Para wanita berkulit gelap harus menyadari ini agar mereka mengerti seutuhnya akan pesona kulit hitam mereka.
Eksotis
Banyak yang tidak tahu, sesungguhnya standar kecantikan yang ditetapkan ras kaukasian bagi wanita adalah wanita berkulit gelap. Wanita berkulit pucat dinilai sebagai wanita pasif yang kurang bisa bergaul, sehingga mendapat kulit pucat akibat kurangnya sinar matahari. Pesona kulit hitam membuat wanita-wanita ras kaukasian rela membayar mahal untuk tanning, istilah menggelapkan kulit dengan bantuan panas buatan, yang bisa didapatkan di salon-salon terkemuka. Demam westernisasi kemudian menularkan anggapan ini, bahwa pesona kulit hitam menampilkan wanita yang aktif dan senang bergaul, menandakan kepribadian yang ramah. Pria-pria dengan pemikiran barat di negara ini pun jauh lebih tertarik dengan pesona kulit hitam, yang mencerminkan keanggunan  tersendiri.
Keuntungan
Wanita berkulit gelap tidak hanya memiliki pesona kulit hitam yang eksotis, namun juga kelebihan tersendiri. Menurut penelitian, kulit hitam lebih tahan berkali-kali lipat terhadap buruknya sinar ultraviolet matahari, karena banyaknya pigmen yang terkandung berfungsi sebagai pertahanan terhadap sinar UV. Ini menyebabkan orang berkulit gelap beresiko amat kecil terserang kanker kulit, sementara kulit putih justru sebaliknya. Pesona kulit hitam ternyata juga menjadikan pemiliknya lebih kuat dan tahan banting. Mulai saat ini, berhenti mencoba memutihkan kulit, dan bangga lah dengan pesona kulit hitam.
Link Sumber

Menarik kaan yaa artikel di atas, membuat percaya diri bertambah. Hueeehehe. Dan aku setuju kalo orang-orang di Indonesia memang kurang menyadari pesona kulit hitam, terutama perempuan berkulit hitam. Banyak diantara mereka yang dipandang sebelah mata karena warna kulitnya. Yang dibilang dekil lah, kucel lah, surem lah, horor lah, gak menarik lah, gak cantik lah, sampe ada yang ekstrim bilang orang-orang berkulit hitam itu  gak bisa bersih diri, ga bisa merawat diri. Pola pikir tersebut semakin didukung dengan banyaknya pemakaian model berkulit putih yang semakin membentuk pola pikir masayarakat bahwa perempuan berkulit putih lebih diminati daripada perempuan berkulit hitam, coba modelnya diganti jadi perempuan berkulit hitam. Jika model selalu berkulit putih maka munculah berbagai macam produk pemutih kulit dengan promo dan iklan yang parahnya mencitrakan bahwa perempuan berkulit putih lebih diminati daripada perempuan berkulit hitam. Belum tentu produk-produk yang menawarkan kulit putih menjamin kesehatan dalam kulit, tak jarang malah membuat kulit iritasi, menebarkan bibit penyakit dan jika tau bahan apa saja yang terkadung mungkin jadi jera, tapi sayangnya perempuan Indonesia lebih gampang termakan oleh hiasan luar. Produk-produk semacam itu hanya membuat perempuan berambisi punya kulit putih, alhasil muncullah pemikiran yang aneh aneh. Kamu baru bisa dapet suami ganteng kalo kulit kamu putih, kamu bisa dapet kerja kalo kulit kamu putih, kamu bisa eksis kalo kulit kamu putih, kamu baru disukai mertua kalo kulit kamu putih, dan masih banyak lagi pencitraan yang mendukung penjualan produk tanpa memikirkan bagaimana akibatnya terhadap masyarakat terutama orang-orang berkulit hitam. Parah.. Huaa...
Padahal seperti yang pepatah bilang “Don’t judge the book from its cover” iya kaaan... Mereka yang berkulit hitam belum tentu kalah putih hatinya dari mereka yang berkulit putih lhoo. Gak sedikit kok orang berkulit putih yang hatinya gak seputih kulitnya, dan gak banyak orang berkulit hitam yang hatinya juga sehitam kulitnya. Bukan maksut pembelaan karna aku sendiri perempuan keturunan asli jawa dengan kulit hitam yang memang melekat kuat. Tapi masalahnya, mayoritas orang Indonesia punya kebiasaan udah antipati dengan melihat isi hati dan kemampuan seseorang kalo liat kulit orang itu hitam. Lebih banyak kesempatan yang diberikan kepada si kulit putih daripada mereka yang berkulit hitam.

Jadi, kesimpulan nya, sepertinya masih sulit untuk merubah mind-set orang Indonesia untuk menyadari pesona si kulit hitam. Apalagi kalo masih banyak iklan yang mencitrakan kalo orang kulit putih lebih laku daripada orang kulit hitam. Ternyata orang Indonesia rasis juga yaa…. Bangga ya sama kulit hitammu. ☺

So, what if we just move to Europe or US? It’s a good idea, isn’t it??? 

Jadi kulit hitam atau putih ga masalah, yang penting jangan wajah putih kulit tangan hitam, itu kesannya malah dibuat-buat. Hitam itu manis kok.. 

"Karna make up terbaik dari seorang perempuan adalah senyumnya"

Semangat terus!!

❤with love, Zahrotul Laili Novita❤

Jumat, 09 Oktober 2015

Cinta Zooplankton.

Judul bukunya BERJUTA RASANYA karangan tere-liye. sama seperti kata Fatimah dan Galih dalam resensinya, buku ini mampu membuat aku remuk seketika, membuat aku belajar mengeja cinta, patah, dan hati. Ya, aku memang sudah jatuh cinta sama kata-kata Tere-liye sejak MTs dulu ketika membaca novel Hafalan Shalat Delisa (kalian pasti sudah banyak yang tahu kan?). Novel ini adalah novel pertama yang sukses berat buat aku sesenggukan hampir di setiap lembar akhirnya. :')
oke, kembali ke topik, mengutip dari salah satu cerita di buku BERJUTA RASANYA yang berjudul "Pandangan pertama Zalaiva" , ada perbincangan manis antara Zalaiva dengan sang Kakek. Dimana Zalaiva dengan polos bertanya pasal cinta.

Zalaiva: apakah kakek pernah bertemu dengan cinta? Apakah cinta memerlukan mata untuk memandang?
Kakek: tentu tidak, sayang!
Zalaiva: Kalau begitu bagaimana Zalaiva tahu itu cinta?
Kakek: kau akan tahu ketika ia datang. Kelak saat kau dewasa, kau akan melihat banyak sekali orang-orang yang begitu saja jatuh cinta. Bagi mereka, cinta seperti memungut bebatuan di pinggir sungai. Banyak bertebaran. Bosan bisa dilemparkan jauh-jauh. Kurang, tinggal masukkan batu lain ke dalam kantong lainnya. Apakah perangai seperti itu disebut cinta? Tentu saja bagi mereka juga cinta. Tetapi ingatlah selalu Zalaiva-ku, cinta sejati tak sesederhana bebatuan.
---
ya, cinta itu tak sesederhana bebatuan kawan. Itu kenapa jangan kamu sembarang memungut dan membuang nya. Walaupun kini yang aku punya hanyalah cinta Zooplankton. tapi aku tetap berbesar hati, karena dengan ini aku bisa lebih menjaga hatiku, tak ada yang salah bukan? ♥

Kamu tahu Zooplankton?
Meskipun Zooplankton itu tergolong hewan, mereka tidak pernah memangsa makhluk hidup lainnya. Mereka satu-satunya hewan di dunia yang tidak membunuh makhluk lain untuk mengisi perut, bahkan rumput laut pun tidak. Zooplankton sempurna makan dari hasil fotosintesis matahari. Kemudian memasrahkan diri dimakan ikan-ikan kecil. Zooplankton selalu setia sampai kapan pun menjadi rantai terbawah dalam piramida makanan.
Kenapa kunamai cinta yang kujalani saat ini adalah cinta Zooplankton? Ya, karna aku menjalaninya lain dari yang sebelumnya, aku tak lagi mencoba membohongi diriku, menjadi perempuan yang apa adanya , tak berharap lebih untuk sekedar dipuji. Aku tak ingin memakan perasaan orang lain, aku lebih memilih dimakan. Membiarkan tingkah mereka yang tak segan padaku. Lagipula waktuku terlalu berharga untuk memakan perasaan mereka, biarkan mereka bersuka cita dengan anggapan mereka masing2. Cinta Zooplankton, dimana dia hanya melakukan seperlunya. Tak ada ingin bertemu atau hanya mendengar suara dibalik ponsel, pesan suara sudah sangat cukup, tak ada niatan sedikitpun memakan waktunya, lalu merugikannya. Tak merugikan mahluk lain seperti Zooplankton. Ya, memang cinta yang kujalani sesederhana itu. Tapi aku begitu bahagia. 
       Karna aku menjalani cinta Zooplankton banyak yang beranggapan aku suka jadi bahan permainan lelaki. Biarlah mereka berfikir tentangku dengan apa yang mereka lihat. Cinta yang kujalani saat ini tak perlu diakui banyak orang, setidaknya aku bukanlah Cillean filleta, makhluk yang tidak memerlukan pasangan untuk bereproduksi selama hidupnya karena nyata, aku masih memiliki hati untuk mencintai lelakiku♥ . 
Ya, aku memiliki hati untuk mencintainya kini, lelaki yang dengan begitu pelan masuk ke dalam hatiku (bukan pria yang mudah mengumbar kata-kata cinta dan memaksaku menjadi kekasihnya) walaupun akhirnya perlahan..... *bahkan hingga aku tak menyadarinya*, tapi mencintainya dengan cinta Zooplankton ini mampu  membuatku damai. memang terkadang cinta ini menjadi sedikit liar dan membuatku hilang kontrol,  membuat sungai kecil dicelah mata, yang kadang ingin berjumpa atau sekedar menatap matanya. Tapi Alloh selalu menyadarkanku, selalu dan selalu membuatku merasa lebih baik.

"Ingatlah, hanya dengan mengingat Alloh-lah hati menjadi tenang.” (QS Ar-Ra'd [131] : 28)

mencintaiku itu mudah kok :) 

Selamat malam untukmu yang jaaauuuh...
Semoga Malammu menyenangkan..

❤with love, Zahrotul Laili Novita❤

Kamis, 08 Oktober 2015

Hati-hati Dengan Hati❤

Matahari seakan tepat diatas kepala. Panas, seakan menembus bagian tubuhku yang telah kututup rapat. Dan membakar bagian tubuhku yang terbuka. Salah satunya tangan. Ya, tangan yang tiap terkena goresan benda tajam akan mengundang darah, meskipun telah ada sebuah penjaga yang sering kunamai dia kulit.
       Kulit sering kali menjadi korban oleh tajamnya benda dan menciptakan luka. Itu salah satu tugasnya yaitu melindungi bagian tubuh sebelum dia. Sering dia tergores dengan mudah jika benda tajam tak sengaja lewat dan menyapa. Jika yang terluka itu dia maka otomatis akan mengundang darah untuk bersemai hadir memberi warna, menciptakan rasa perih saat belum kering dan jika kering dia meninggalkan bekas.
       Lain jika yang sakit itu hati, bagian dalam dari seorang manusia. Banyak yang bilang hati adalah bagian paling sensitif dari perempuan, padahal lelakipun sebenarnya sama. Tapi mereka lebih memilih terlihat kuat, nyata, mereka jarang menangis termehek mehek ketika mendapati sebuah masalah, mereka memilih diam, maafkan lalu lupakan. Tapi namanya juga hati tersakiti, pasti sakit dan mengundang air mata. Mungkin saja seorang lelaki akan menangis ditempat yang sepi atau menutup dan mengunci pintu kamar rapat-rapat, setelah itu dia kosel kosel nangis tak karuan, sekedar meratapi masalah yang tengah dirasakannya. Sebenarnya aku tak tau, hanya bayanganku saja. Haha.. Aku juga tak tau apa lelakiku seperti itu atau tidak, yang aku tau dia lelaki yang terlalu cuek untuk menangisi sebuah masalah. Lihatlah wajahnya, terlihat sekali jika dia tidak akan membuang sia-sia air matanya, hahaa. Tapi aku yakin dia juga manusia normal, pernah menangis dan pernah tersakiti, tapi sayangnya aku tak pernah mendapati dia yang seperti itu. Karna setiap foto yang dia kirim selalu dengan senyum sumringah bukan dengan amarah atau air mata. Maklumlah, jarak manjadi peran antagonis lagi.
          Berbeda dengan seorang perempuan. Dia lebih terlihat terbuka, lemah dan mudah rapuh. Hanya terlihat, sebenarnya perempuan itu lebih kuat dari yang terlihat. Nyatanya Badan manusia yang hanya mampu menanggung rasa sakit hingga 45 Del. Tetapi selama bersalin perempuan akan mengalami hingga 57 Del, sama dengan rasa sakit akibat 20 tulang yang patah secara bersamaan. Kan.. bisa dibayangkan, sakitnya bagaimana, dan perempuan mampu menahan sakit itu. Karna posisi paling lemah dari seorang perempuan adalah saat hatinya (kepercayaan) sudah digenggam namun diremas dan dihancurkan.
         Gumpalan daging yang ada di dalam tubuh ini jika tersakiti memang bukan darah yang keluar, tapi air mata. Ya benar, tak berdarah namun sakit.

Sebenarnya aku bukanlah seorang perempuan cerdas yang mampu memberikan nasehat, tapi entah kenapa orang-orang sering bercerita tentang masalah mereka, seoalah aku bisa membantu, lalu meminta solusi dariku. Yaaaa, mau bagaimana lagi aku hanya bisa memberi solusi yang syukur-syukur dilakukan, karna memang memberi solusi pada suatu masalah dan melakukannya itu adalah hal yang jauh berbeda. Praktek lebih sulit dari materi, iya lebih sulit kecuali pelajaran penjas. Haha
         Aku hanya gadis dengan segala kekurangan, tapi malah jadi tempat curhat. Terkadang bingung juga, jika salah satu dari mereka bercerita tentang masalah yang aku sendiri belum pernah merasakan, jadi sulit jika di tanya solusi. Tapi jika masalahnya sama dengan apa yang pernah aku rasakan sendiri, itu seperti mengerjakan PR fisika dan tau rumusnya, terasa mudah. Dan disaat itu aku sadar jika luka dihati itu mendewasakan. 
        Jika luka dikulit meninggalkan bekas, sebenarnya luka dihatipun seperti itu, namun lebih tidak terlihat. Dan itu yang biasa di sebut "DENDAM". Jeng jeng'!!!.. Iya, dendam adalah penyakit hati, kenapa dinamakan penyakit? Sebab dia bisa mempengaruhi seluruh anggota tubuh untuk melakukan hal-hal negatif. Bukan hanya itu, dia juga mengundang penyakit penyakit medis, seperti darah tinggi dan teman-temannya yang lain. Naudzubillah..
         Jika kulit pelindung melindungi bagian dalam dari kuman dan penyakit lainnya, hati lain, untuk melindungi hati dari luka adalah positif thinking. Belajarlah Seperti yang lelaki sering lakukan yang mudah diucapkan yaitu, diam, maafkan dan lupakan. Jika ingin terbebas dari luka hati kuncinya hanya satu. Yaa.. "Maafkan..." tak perlu mencari orang yang dengan sengaja atau tidak menciptakan luka karna yang terpenting itu maafkan diri sendiri.

"Jangan salahkan orang lain yang membuatmu sakit hati lalu bersedih, kecewa, hilang mood, marah, dan lain sebagainya. Sebab orang yang paling bertanggung jawab untuk membuatmu bahagia adalah… dirimu sendiri ☺"




Salam sayang dariku..
Semoga matahari tak membakar kulitmu. 

❤with love, Zahrotul Laili Novita❤

Minggu, 04 Oktober 2015

How Do You Think You Are?


"Apa gunanya menginginkan kembali masa lalu, ketika sebenarnya masa itu tak akan pernah terulang?"

Hanya satu hal yang saat ini terfikir didalam isi kepalaku. Menimbulkan berbagai pertanyaan yang secara aktif melayang layang bak laron dimusim hujan. Akankah semua sama seperti ini jika awal kita berjumpa dapat ku rubah, terlalu singkat jika ku namai cinta dan terlalu indah juga jika ku namai ini sebatas hubungan krabat atau teman. Apa akan ada yang berbeda jika kita rubah awal kita berjumpa. Bisakah kita ulang, seperti pertama kali kau menemukan siratan tawaku, membuat niatmu muncul dan bisakah kau menarik semua ucapanmu padaku? Jika bisa mungkin semua tak akan berakhir sesakit ini. Aku tidak pernah menyesal sedikitpun sebenarnya, jika aku ingat hal indah apa saja yang kudapat ketika telah kukenal dirimu. Namun jika ingat luka yang tak pernah sadar kau torehkan, rasanya begitu aku sesali awal jumpa kita. Sebenarnya, tak ada hakku untuk sakit hati. Mengingat kau bukan milikku dan kau hanya segan padaku, namun bagaimana mungkin aku tak sakit hati, setelah aku sadar aku menyukai semua yang ada di dirimu. Kecuali satu, yaitu kenyataan  bahwa aku memang bukan siapa2 untukmu. Karna kenyataannya sekarang disampingmu telah ada perempuan yang jauh dariku, perempuan yang begitu sempurna. Dan kenyataan membuatku berfikir, disini aku hanya sebagai putri abu gosok yang mencintai Pangerannya. Aku tak menemukan hal yang ganjil dari perjumpaan kita dulu, selain satu hal yaitu, bagaimana mungkin aku jatuh hati pada seorang yang hanya kutemui dalam mimpi? Sedang aku bukanlah perempuan yang mudah jatuh hati, tapi sepertinya semua itu tak berlaku untuk awal kita berkenalan. Kau tak tau, betapa mudahnya dirimu untuk dikagumi. Bisa-bisa dan berani-beraninya aku memendam rasa untuk sekedar mencintaimu? Cinta itu bermula dari rasa kagumku. Ah.. Aku jadi ingat hal yang dulu selalu dengan sering kau membahasnya, jika dulu aku orang yang kau tuduh telah mencuri hatimu, meskipun aku sering ngeyel jika kau menuduh dan menjadikanku tersangka, mungkin sekarang hatimu telah pergi lagi dan berpindah ketangan pencuri yang lebih halus lagi pantas. Entah seberapa berartinya dulu aku untukmu dan kau untukku. Sekarang anggap saja semua itu sebagai pelajaran sejarah, dimana kita hanya bisa belajar dari masa lalu dan bukan untuk mengulangnya. Dulu, kau adalah kemustahilan yang selalu kusemogakan, sekarang semua kata semoga itu terjawab setelah kabar berakhirnya masa lajangmu ku dengar. Selamat yaa.. Seiring berjalannya waktu mungkin aku bisa menghapus apa apa darimu, meskipun aku tau itu hal yang sulit seperti mencegah anak panah yang telah dilepaskan oleh Arjuna, menghentikannya hanya akan menimbulkan luka, biarkan anak panah itu menancap tepat pada sasaran sang Arjuna. Aku hanya bisa ungkapkan kata "Terimakasih, untukmu yang pernah membuatku menjadi perempuan paling beruntung karna dapat menjadi tersangka pencuri hatimu, do'akan hatiku lekas sembuh dan lekas terbiasa tanpa sapaanmu, ya? Dan akan ku do'akan agar semua Hajatmu segera terpenuhi" 


Kau tau? Semua itu terlalu indah jika kulupakan. Namun terlalu sakit jika ku ingat. Bodoh!! Ya, seperti itulah aku dimatamu. Aku hanya gadis bodoh yang bermain dengan kau yang ahli memainkan hati, membuatku mempercayakan hatiku dan membiarkan hatiku hancur tak tersisa lagi. Selamat jalan untukmu.. Akan kurangkul masa depanku dan kulepaskan masalaluku.

Hay.. 
Ini hanya ungkapan hati dari Ratu yang sering diPHPin..  Hahaaha..

Untuk kamu yang ku cinta saat ini dan penghuni serta pencuri mimpiku. Tak semua yang aku tulis adalah aku dan tak semua yang kamu baca adalah kamu. 
Selamat malam, dan selamat beristirahat. ☺

❤with love, Zahrotul Laili Novita❤

Kamis, 01 Oktober 2015

Fly.....


Keinginan ku untuk melihat hamparan pasir, ombak yang menggulung, angin yang semilir tak kunjung ku rasakan. Ah, senangnya jika terwujud saat ini juga. Dimisalkan anak kecil yang gembira kala diberikan sebuah balon oleh ibunya, ya aku seperti itu. Berlebihan? Tidak. Dimisalkan anak kecil yang menangis karna balon nya pecah, apakah itu berlebihan? Ah, itu sebuah kewajaran. Jika tak dapat ku lihat hamparan pasir dan ombak yang menggulung, setidaknya aku masih bisa merasakan semilir angin, melihat langit yang bak ombak diatas bumi. Melihat sayap sayap burung dengan bebas menari diatas. Lagi lagi ilusi menjadi wacana.



Untuk Kalian, yang mampu terbang.......

Hai kalian yang bisa terbang, bagaimana kabar langit hari ini? Indah? Ataukah mendung? Apapun keadaan langitnya, beruntungnya kalian yang bisa menikmati langit secara dekat serta bisa bermain dengan tumpukan-tumpukan awan. Aku disini? Hanya dapat memandangi langit dengan jarak yang membentang dan merasa iri karena tak dapat bermain dengan awan seperti kalian, iya kalian, burung-burung bebas disana.
          Surat ini aku tulis agar kalian tau, betapa ingin aku terbang bebas seperti kalian. Sampai aku menangis dan air mata ku pun berubah jadi darah, aku tak akan bisa menikmati langit seperti kalian. Kalaupun bisa, aku harus menaiki kendaraan besi raksasa itu, dan itupun membuat ku terikat, tidak bebas berkeliaran seperti kalian, hai burung-burung bebas diangkasa.
          Bagaimana rasanya bisa melihat segalanya dengan bebas tanpa batasan? Bagaimana rasanya bisa menari dilangit tanpa harus menginjakan kaki ditanah? Bagaimana rasanya bisa bernyanyi dan dalam seketika suara kita terdengar ke seluruh penjuru angkasa? Dan bagaimana rasanya bebas melayang seakan tak memiliki gravitasi?
          Jadi tak berniat kah salah satu dari kalian untuk bertukar posisi sementara dengan ku, sekedar minjamkan sepasang sayap kalian? Jika kau meminjamkannya sebentar, akan ku pinjami sepasang kaki ini. Ayolah, aku hanya ingin merasakan menghirup oksigen langsung dari angkasa. Bukankah kalian juga ingin menikmati rasanya berjalan dengan kaki yang sempurna? Ayolah, kita lakukan pertukaran ini walau hanya sebentar saja.
          Hai burung-burung, pasti jadi kalian menyenangkan bukan? Kalian bisa dengan bebas melihat apa yang sedang dikerjakan oleh dia yang aku cinta. Tidak seperti aku yang selalu menunggu dengan setia kabar darinya. Apa yang sedang dia lakukan burung? Coba lihat dia dari atas. Adakah dia main dengan menggandakan cintanya? Kalau iya, hukum dia. Kotori saja kepalanya dengan kotoranmu. Seenaknya menduakan cinta yang padahal disini aku susah payah menjaganya. Hahaha.. 


          Jadi, andaikan kalian diberi kesempatan menjadi manusia apa yang akan kalian lakukan? Pertanyaan yang sama pasti akan kalian utarakan kepadaku. Jika kalian tak bertanya yaaaa anggap saja aku menjawab pertanyaanku sendiri. Meskipun kalian tidak bertanya, akan  tetap ku jawab, hehe. Bila aku diberi kesempatan untuk sekali menjadi burung seperti kalian, aku akan gunakan kesempatan itu untuk terbang bebas, sejauh mungkin tanpa pernah berpikir untuk kembali. Aku akan terbang seraya menjatuhkan satu per satu beban yang ada dipundakku. Aku akan terbang sembari melatunkan nada-nada indah diangkasa sana. Aku akan terbang tanpa pernah berniat melihat ke bawah, aku akan bermain dengan awan dan menjadikan nya tempat untuk melepas lelah. Aku akan berteriak di angkasa, melepaskan tangisku dan membiarkan nya jatuh ke tanah. Orang-orang tak kan ada yang tau bahwasanya aku menangis, mereka hanya tau, air yang jatuh dari langit itu adalah hujan.
         Aku sadar itu semua hanyalah harap ku, berbatas imajinasi, tanpa pernah menjadi nyata. Baiklah burung-burung, tetaplah terbang bebas diangkasa sana, tanpa pernah mempedulikan aku yang jarang bersyukur ini. Terbanglah yang jauh, kepakan sayap kalian kemana pun kalian ingin terbang, selangi kalian bebas dan tak terkurung dalam sangkar. 


Dari aku,
Manusia yang berharap punya sayap.



Seperti anak panah yang melesat dengan cepat dan tepat sasaran! Selamatkan aku dari kufur ini Gusti. Jadikan aku hamba yang selalu bersyukur. 
Salam untukmu yang jauh......

❤with love, Zahrotul Laili Novita❤

Tidak Mengetauhi Apa-apa

Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...