Aku mencintaimu saat ini
dan ingin tetap mencintaimu, lebih baik lagi dari hari ini.
Aku masih ingin memahami setiap liku pikiranmu, hingga mampu menjadi yang pantas bersanding dengan pikiran hebatmu itu.
Aku masih ingin menyesuaikan suhu dingin jiwamu, hingga mampu menghangatkanmu kapan saja. Sehingga ketika kau keterlaluan, aku tetap ada dan tidak menyerah. Jujur, berada di sampingmu tidaklah mudah. Namun aku bahagia. Aku bahagia hidup beriringan denganmu. Hidup bersama lelaki terkekasih di hidupku.
Bahkan, ketika kau mulai goyah dengan perjalanan kita, aku akan tetap yakin dengan ini. Kebahagiaan kecil yang sederhana, yang tumbuh dengan restu semesta, aku mencintaimu sedamai itu, sesederhana mimpiku.
Tidak apa jika masih terasa sedikit sakit ketika mencintaimu saat ini. Aku belajar, bahwa kita tak hanya perlu cinta. Rasa sakit membantuku tumbuh dengan kokoh, sehingga ketika menjadi istrimu kelak: membuatmu tidak menyesal.
Meski kau harus mengacuhkan keinginanku, menganggapku perempuanmu yang paling menuntut saat ini, meski nanti kau mulai berpikir bahwa singgah di hati yang lebih menawan mungkin mengasyikan. Aku akan selalu belajar memahamimu.
Aku minta maaf jika selama berjalan bersamaku aku banyak meminta, menyita dan mentutmu. Maafkan aku yang belum bisa jadi yang terbaik diantara yang baik. Aku tidak akan berhenti memperbaiki.
Mungkin akan terlihat sangat bodoh ketika mereka menatapku, namun aku masih ingin mencintaimu lebih baik lagi. Kemarilah, mari memperbaiki diri bersama. Menjadi teman hidupku yang selalu aku banggakan.
Langganan:
Komentar (Atom)
Tidak Mengetauhi Apa-apa
Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...
-
Menyanyangi itu kamu. Mencintai. Titik. Tanpa koma. Tak perlu penjelasan. Karena kau sudah tahu tanpa perlu bertanya lagi. Dan tanpa aku ...
-
Pintaku, jangan dulu berjanji. Jangan dulu mengucap janji yang sulit ditepati, seperti janji untuk tidak saling menyakiti. Karena mungkin ...
-
Sebongkah hati tlah berlari terlalu jauh. Jauh meninggalkan tembok runtuh itu dalam kehidupannya. Terlalu jauh ia berlari hingga akhirnya...