Kamis, 01 Oktober 2015

Fly.....


Keinginan ku untuk melihat hamparan pasir, ombak yang menggulung, angin yang semilir tak kunjung ku rasakan. Ah, senangnya jika terwujud saat ini juga. Dimisalkan anak kecil yang gembira kala diberikan sebuah balon oleh ibunya, ya aku seperti itu. Berlebihan? Tidak. Dimisalkan anak kecil yang menangis karna balon nya pecah, apakah itu berlebihan? Ah, itu sebuah kewajaran. Jika tak dapat ku lihat hamparan pasir dan ombak yang menggulung, setidaknya aku masih bisa merasakan semilir angin, melihat langit yang bak ombak diatas bumi. Melihat sayap sayap burung dengan bebas menari diatas. Lagi lagi ilusi menjadi wacana.



Untuk Kalian, yang mampu terbang.......

Hai kalian yang bisa terbang, bagaimana kabar langit hari ini? Indah? Ataukah mendung? Apapun keadaan langitnya, beruntungnya kalian yang bisa menikmati langit secara dekat serta bisa bermain dengan tumpukan-tumpukan awan. Aku disini? Hanya dapat memandangi langit dengan jarak yang membentang dan merasa iri karena tak dapat bermain dengan awan seperti kalian, iya kalian, burung-burung bebas disana.
          Surat ini aku tulis agar kalian tau, betapa ingin aku terbang bebas seperti kalian. Sampai aku menangis dan air mata ku pun berubah jadi darah, aku tak akan bisa menikmati langit seperti kalian. Kalaupun bisa, aku harus menaiki kendaraan besi raksasa itu, dan itupun membuat ku terikat, tidak bebas berkeliaran seperti kalian, hai burung-burung bebas diangkasa.
          Bagaimana rasanya bisa melihat segalanya dengan bebas tanpa batasan? Bagaimana rasanya bisa menari dilangit tanpa harus menginjakan kaki ditanah? Bagaimana rasanya bisa bernyanyi dan dalam seketika suara kita terdengar ke seluruh penjuru angkasa? Dan bagaimana rasanya bebas melayang seakan tak memiliki gravitasi?
          Jadi tak berniat kah salah satu dari kalian untuk bertukar posisi sementara dengan ku, sekedar minjamkan sepasang sayap kalian? Jika kau meminjamkannya sebentar, akan ku pinjami sepasang kaki ini. Ayolah, aku hanya ingin merasakan menghirup oksigen langsung dari angkasa. Bukankah kalian juga ingin menikmati rasanya berjalan dengan kaki yang sempurna? Ayolah, kita lakukan pertukaran ini walau hanya sebentar saja.
          Hai burung-burung, pasti jadi kalian menyenangkan bukan? Kalian bisa dengan bebas melihat apa yang sedang dikerjakan oleh dia yang aku cinta. Tidak seperti aku yang selalu menunggu dengan setia kabar darinya. Apa yang sedang dia lakukan burung? Coba lihat dia dari atas. Adakah dia main dengan menggandakan cintanya? Kalau iya, hukum dia. Kotori saja kepalanya dengan kotoranmu. Seenaknya menduakan cinta yang padahal disini aku susah payah menjaganya. Hahaha.. 


          Jadi, andaikan kalian diberi kesempatan menjadi manusia apa yang akan kalian lakukan? Pertanyaan yang sama pasti akan kalian utarakan kepadaku. Jika kalian tak bertanya yaaaa anggap saja aku menjawab pertanyaanku sendiri. Meskipun kalian tidak bertanya, akan  tetap ku jawab, hehe. Bila aku diberi kesempatan untuk sekali menjadi burung seperti kalian, aku akan gunakan kesempatan itu untuk terbang bebas, sejauh mungkin tanpa pernah berpikir untuk kembali. Aku akan terbang seraya menjatuhkan satu per satu beban yang ada dipundakku. Aku akan terbang sembari melatunkan nada-nada indah diangkasa sana. Aku akan terbang tanpa pernah berniat melihat ke bawah, aku akan bermain dengan awan dan menjadikan nya tempat untuk melepas lelah. Aku akan berteriak di angkasa, melepaskan tangisku dan membiarkan nya jatuh ke tanah. Orang-orang tak kan ada yang tau bahwasanya aku menangis, mereka hanya tau, air yang jatuh dari langit itu adalah hujan.
         Aku sadar itu semua hanyalah harap ku, berbatas imajinasi, tanpa pernah menjadi nyata. Baiklah burung-burung, tetaplah terbang bebas diangkasa sana, tanpa pernah mempedulikan aku yang jarang bersyukur ini. Terbanglah yang jauh, kepakan sayap kalian kemana pun kalian ingin terbang, selangi kalian bebas dan tak terkurung dalam sangkar. 


Dari aku,
Manusia yang berharap punya sayap.



Seperti anak panah yang melesat dengan cepat dan tepat sasaran! Selamatkan aku dari kufur ini Gusti. Jadikan aku hamba yang selalu bersyukur. 
Salam untukmu yang jauh......

❤with love, Zahrotul Laili Novita❤

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak Mengetauhi Apa-apa

Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...