Sabtu, 21 November 2015

Menyapa Mata.


Seperti kemarin aku masih bertahan. Menemanimu ketika kau lelah. Tak sedikitpun niat untuk menghapus diri atau lari dari bagian lembar kisah yang telah terpahat. Semakin lama, semakin hari kian banyak pahatan itu. semakin lengkap catatan yang telah kita buat, semakin panjang kisah yang terekat. Aku selalu bersyukur untuk kehadiran dirimu saat ini, karena kau warna warni dalam lembar kisahku.
          Hubungan tak selalu tentang tawa atau bahagia. Bahagia atau tidak, semua dapat terlihat dari bola mata, coba sapa matamu, kau akan menemukan suatu hal yang mungkin tak bisa diungkapkan oleh mulutmu. Mata tempat keluarnya air, yang biasa kau sebut "air perasaan". Perempuan tak bisa jauh dari air mata bahkan saat ia bahagia, air mata akan hadir untuk mengekspresikan rasa bahagianya. Ada pula kalanya, perempuan berekspresi dengan air mata ketika mulut sudah tak sanggup berkata-kata, ketika rasa itu mulai melanda. Ya, rasa sakit yang sedikit terasa perih. Tapi, kebanyakan perempuan-pun merasa air matanya terlalu berharga untuk diperlihatkan, sehingga mereka hanya menangis dihadapan dirinya, dan Tuhan. termasuk aku. Menangis bukan menandakan wanita lemah, bukan. mereka hanya mengekspersikan apa yang mereka rasa.
          Jika ada yang menganggap perempuan lemah, oke sedikit contoh, ketika seorang perempuan mengalami menstruasi, mereka pengalami peluruhan dinding rahim yang tak dibuahi, dan bantalan yang menempel pada dinding rahim itu akan terluka, untuk contoh lukanya coba ambil silet dan gores kulitmu. Ya, seperti itu. Itulah alasan mengapa perempuan merasakan sakit atau luar biasa sakitnya saat menstruasi. Jadi jangan berfikir itu hal berlebihan saat perempuan mengeluh tentang sakitnya. Mengapa pada pria tidak? karena Alloh menciptakan wanita itu kuat, agar bisa menjadi tempat bersandar bagi lelaki dan putra putrinya kelak:) ini adalah salah satu diantara banyak contoh mungkin.
          Aku tau, Alloh tak pernah salah dalam menciptakan sesuatu, dan Dia Maha sempurna. Jadi aku percaya bahwa aku, dan jutaan perempuan lainnya dimuka bumi kuat. Bahkan untuk menutupi rasa sakit. Dan untukmu, kamu tau apa yang membuatku bertahan? karena sebelumnya aku pernah berkata, aku yakin dengan pilihanku. sampai sekarangpun aku yakin :) mau semarah apapun kau padaku, aku yakin kau tak pernah mencari-cari alasan untuk menyakitiku. 
         Aku yang seperti ini adanya, bisa berubah seketika saat kau lelah atau saat kau marah, akupun merasakan sendiri perubahannya. Aku merasa seperti berganti kostum secara otomatis, dari yang super menyebalkan menjadi super pengertian. Hehee.. 

Mata itu....
Ah, jadi ingat mata itu lagi.
Mata yang 19 hari lalu datang memecah rindu. Mata yang sempat kulihat teduh, saat kantuknya datang menyapa. Mata yang sampai saat ini selalu terlihat dilayar ponselku ketika aku membukanya, mata itu memang sudah lama bermukim disana. Mata yang ku lihat tanpa ekspresi dan mata yang ku lihat penuh dengan rasa sayang. Kau tau? Aku merindukan mata itu. Mata bermanjaku.. 

Hehheee..
Salam sayang dari sini...


❤with love
Zahrotul eLeN❤

2 komentar:

Tidak Mengetauhi Apa-apa

Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...