Kebiasaan di dalam ruang kelas Ipa2, bagian putri, dimana semuanya berkumpul dalam satu lingkaran. Menikmati waktu istirahat, bahkan menghabiskan jam kosong dengan bersendau gurau, dimana tidak ada tawa, kecuali tawa cekikikan yang seperti menggunakan pengeras suara dan tak jarang mengundang emosi bagian lain dari ruangan itu, tepatnya bagian putra. Monopoli jadi permainan paling diminati akhir-akhir ini, meskipun yang memainkannya selalu orang yang sama.
Dalam setiap permainan pasti aja ada masanya terkena bully, saling ejek, saling menertawakan, itupun sudah biasa, kalah menang juga sudah menjadi makanan sehari-hari, dengan perjanjian yang kalah mendapat hukuman dan yang menang mendapat hadiah.
Hidup memang seperti monopoli, kita tidak tahu dadu apa yang akan keluar, entah ganjil entah genap. Kartu apa yang akan kita terima, entah bonus atau penjara, kita juga tidak tau akan bagaimana investasi (harta, keilmuan, prilaku) yang kita lakukan akan berbuah apa, entah malah merugi atau menguntungkan. Kalau di monopoli kita membeli tanah, rumah dan hotel, bisa jadi menguntungkan karena disinggah lawan main, atau merugi karena pajak yang menggigit. Kita juga tidak tau ke depan seperti apa. Itulah mengapa di monopoli, kita sering bergambling dengan nafsu kita. Serakah membeli ini itu malah menjadi bangkrut, tapi kalau tidak membeli ini itu pasti tidak ada aset maka berimbas tidak ada denda yang kita terima jika lawan main menginjak tanah kita. Itulah segi psikologi dalam bermain monopoli kita harus pandai-pandai mengatur nafsu, jangan sampai kita yang diatur oleh nafsu. Belajar dari kekalahan, taktik mana yang bisa kita gunakan, taktik mana yang harus kita tinggalkan, dan taktik itu, harus bisa beradaptasi dengan situasi kondisi saat itu.
Kalau sadar itu hanya permainan kita nikmati semua prosesnya tanpa beban, yang menang dan membully tertawa yang kalah dan dibully pun tetap bisa tertawa. Kadang ada yang dibawa serius, akhirnya main dengan emosi bahkan bermain curang, demi bisa menang. Meski permainan tetap menggunakan strategi, sejago apapun pemain peluang kalah selalu ada, karena selalu ada faktor tak terduga selama permainan. Dalam monopoli misalnya, ada kartu kesempatan dan dana umum, kadang kita mendapatkan kartu yang menguntungkan, kadang juga bisa merugikan, begitupun dengan jumlah angka dadu, dan gimanapun usaha menang seorang pemain akan bersinggungan dengan usaha menangnya pemain yang lain.
Sebenarnya hidup juga sama halnya dengan permainan-permainan di atas. Seperti main monopoli, aset dan harta yang kita punya kan tetep milik bank, yang menang saat selesai permainan semua aset dikembalikan, semua aset itu kita punya hanya selama dalam permainan. Kuasa tertinggi itu tetep bank yang punya aturan main. Dalam menjalankan hidup sama seperti melempar dadu kita tak pernah tau angka berapa yang akan keluar, kita hanya berusaha melempar sebaik mungkin, apapun hasilnya yah kita jalani, meskipun didalam perjalanan kita tetep main strategi, karena itulah seninya permainan, tentang seni berstrategi dalam menikmati proses dalam permainan.
Dalam monopoli kehidupan Bankir nya itu Tuhan yang memiliki semua aset dan aturan main, kita pemainnya. Celakanya sama dengan orang-orang yang bermain monopoli, ada saja yang memainkannya terlalu serius, emosinya ikut bermain, jadi kalau kalah atau hasilnya tidak sesuai dia kecewa, emosi, mencoba bermain curang dan menghalalkan segala cara demi bisa menjadi pemenang dalam permainan. Kalau dibully atau kalah, pasti akan muncul nafsu ingin balas dendam, akhirnya lupa kalau itu hanyalah sebuah permainan dan lupa juga jika bully membully dalam permainan hanyalah senda gurau belaka.
Begitu juga hidup ini, kehidupan ini sebenarnya hanyalah permainan dan senda gurau belaka, seperti bermain monopoli. Semua aset yang kita miliki itu milik Alloh Sang Bankir, beres permainan kita serahkan lagi ke Alloh. Setiap usaha kita sekali lagi seperti melempar dadu yang tak pernah tau apa hasilnya, adapun ilmu yang kita punya adalah untuk bermain strategi mengelola nikmat Tuhan berupa aset dan untuk menyiasati hasil dari setiap lemparan dadu agar kita bisa tetap bertahan supaya bisa terus ikut dalam permainan. Selalu banyak hal tak terduga dalam kehidupan ini, yang jelas ingatlah semua hanyalah permainan. Apapun mimpi kita Bismillah lempar dadu dan apapun hasilnya nikmati saja, tekanan apapun yang didapat terima saja dengan canda tawa karena itu hanyalah senda gurau belaka. Apapun yang terjadi nikmati saja, jangan dibawa serius yang penting ikuti aturan main.
Bedanya bila kita bermain monopoli dengan Alloh siapapun yang bertahan menikmati permainan secara jujur sampai akhir, sehabis selesai permainan dalam kehidupan sebenarnya di akhirat Alloh akan memberi hadiah, di traktir masuk Syurga, hidangan di dalamnya all you can eat, dengan full facilities dan full service. Hehehe, mantap kan..! Ingat!!!
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (Al-Ankabut ayat 64).
Main lagi yuk.. ☺
❤with love, ZeteLeN❤
Tidak ada komentar:
Posting Komentar