Salah satu sastrawan yang saya sukai adalah Moammar Emka. Ketika beliau menggambarkan sesuatu atau menuliskan sesuatu dalam puisi atau ceritanya, seolah saya melihat dunia baru, imajinasi baru yang belum saya ketahui bahkan saya lihat sebelumnya. Beliau mengutarakannya dengan bahasa yang sangat indah, bahasa sebagai suatu seni yang mengukir indah dalam jiwa para pembacanya. Berikut akan saya kutip bab pertama dari bukunya yang berjudul "Dear You"
Kesalahan berlapis yang ku syukuri.
Karena tak pernah ada penyesalan yang mengikuti. Karena bisa mencintaimu adalah sebuah keajaiban sempurna yang mengakar lekang dalam barisan hari. Hari itu, ketika kita bersama mengucapkan janji, tunduk teduh pada keakuan hati, detik ini dan selamanya, nanti. Absurd tapi absolut. Begitu mengagumkan kemiripan antara cinta dan kegilaan. Dua-duanya serba tak terduga. Rinduku padamu telah membumihanguskan kewarasan, itulah nyatanya. Seperti lilin yang membakar dirinya hingga luluh lantak pada ketiadaan. Menjadi awal seperti sedia kala, senyawa dalam dirinya tanpa api yang berpijar sebagai titik pengakhirannya.
*aku mencintaimu bukan dalam terang siang. Aku mencintaimu dalam kegelapan dengan hati sebagai mataku.
*masuklah dalam badai, setidaknya kita bersama dalam cinta meskipun kepastian masih belum teraba.
*entah sebagai awal atau akhir, aku tetap menginginkanmu sebagai tokoh utama dari setiap inci cerita bahagia dan sedihku.
*ini yang tertulis di hatiku: aku mencintaimu. titik. [tanpa koma].
*di hadapan hatimu aku memilih untuk berserah. Bawalah aku kemana pun cinta menginginkan kita pergi.
*telah kubuka hati untuk mencecap manis pahit rasamu. Aku bahkan telah menelannya mentah-mentah dalam kesakitanku.
*aku ingin mencintaimu tanpa batas waktu. Tak kini, dulu, apalagi nanti. Aku ingin mencintaimu saja untuk selamanya.
*ini sudah benar dari awal. Aku mencintaimu tanpa tanda tanya.
*pada satu cinta, cerita itu ada. jika memang begitu seharusnya kita jalani saja. bukan semata karena didorong ingin, tapi karena itulah perintah hati.
Membaca tulisan-tulisannya membuat saya sering tertawa geli. Jujur apa-apa yang beliau tulis itu seakan semua tentang anda, seorang pelukis rindu☺. Sayang, buku yang ada ditangan ini bukan milik saya pribadi, jadi tak bisa saya baca berulang-ulang untuk sekedar mengingat, jadi saya cari tempat yang cocok untuk mengutip semua bait-bait indah, meskipun kurang puas untuk membacanya. Tapi tak masalah, membacanya sekali dan tau keindahan ditiap huruf yang tersusun itu cukup.
Salam sayang teruntuk kau yang jauh..
Kau kematianku.
❤with love, ZeteLeN❤

Tidak ada komentar:
Posting Komentar