Bagaimana mungkin aku bisa berpaling? jika dia yang selalu dapat menutupi semua deras hujanku dengan payung yang indah. Bagaimana mungkin aku bisa berpaling? Jika dia yang mampu menutupi panasku dengan mendung yang teduh. Bagaimana mungkin aku bisa berpaling? Jika dia yang sanggup menutupi kesalahanku dengan cantik, memaafkan semua salahku. Bagaimana mungkin aku bisa berpaling? Jika setiap tingkahnya bisa membuatku tertawa, bisa membuatku lupa dengan beban hidup yang ada. Bagaimana mungkin aku bisa berpaling? jika setiap prilakunya selalu menghormatiku, jika setiap prilakunya menjadikanku perempuan paling beruntung dengan kelebihan bahkan masih merasa beruntung dengan kekuranganku. Bagaimana mungkin aku bisa berpaling? Jika setiap amarahnya hanya untuk melindungiku, hanya untuk kebaikanku. Bagaimana mungkin aku bisa berpaling? Jika tanpa rayuan, dia dapat menjadikanku perempuan paling cantik dimatanya. Bagaimana mungkin aku bisa berpaling? Jika tanpa tumpukkan puisi dia dapat menjadikanku perempuan paling spesial dihatinya, dan menjadikan aku satu-satunya. Bagaimana mungkin aku bisa mendua? Jika hanya dia satu-satunya dan hanya dia yang ada di nomer selanjutnya. Bagaimana mungkin dia takut kehilanganku? Jika pada kenyataanya aku jauh lebih takut kehilangan dia. Aku tak pernah dicintai pria seperti itu sebelumnya, terimakasih sudah mau dan mampu mencintaiku seperti itu. Aku hanya perempuan biasa namun bersamamu aku merasa menjadi perempuan paling luar biasa. Sebab, harta, kekayaan, kemewahan dan kebangsawanan tidak akan mengubah perempuan menjadi seorang putri, namun dengan tulusnya seorang pangeran-lah yang dapat mengubahnya.
Sekali lagi..
Terima kasih, dan maaf jika aku sering membuatmu kecewa. Aku tak dapat membalas itu semua dengan hal yang sama, sebab logikalah yang dominan dipikiranmu dan perasaan yang lebih dominan dipikiranku. Aku hanya dapat membalas semua dengan nyatanya baktiku padamu.
❤with love, perempuanmu❤

Tidak ada komentar:
Posting Komentar