mana yang terasa sakit? Kepalamu? Perutmu? Atau tangan dan kakimu?
Maafkan aku Gar, aku tidak bisa melihat keadaanmu sekarang. Kau tau, ketika pesan singkatmu yang berisikan bahwa intinya kau sakit, jantungku seketika terasa sesak. Rasanya perih ada kata yang ingin kuucapkan tapi berhenti ditengah tenggorakan-tercekat. Aku hanya terdiam mematung melihat layar ponselku yang tertera pesan singkatmu. Entah kata apa yang harus aku ketik untuk membalas pesan singkatmu itu. 1 menit, 2 menit dan 3 menit aku hanya membalas dengan emot :'(.
Sejujurnya, aku ingin ketika kamu sedang sakit aku ada untukmu, disampingmu, disebelahmu. Jujur, ketika kamu merasa sakit aku ingin terus bersamamu hingga rasa sakit itu tak terasa lagi. Dan sejujurnya, aku ingin menjadi salah satu orang yang mengetahui bahwa kau sakit, meskipun kau bilang “aku baik-baik saja”.
Maafkan aku Gar, aku memang perempuan yang banyak kekurangan. Aku berusaha semampuku memahami, mengerti dan menyetarakan posisiku danganmu. Jujur saja ini tugas yang paling sulit yang Tuhan amanatkan padaku. Kadang aku merasa bahwa aku pantas untuk berjalan disampingmu tapi kadang aku pun merasa bahwa aku sangat tidak pantas berjalan beriringan denganmu.
Maafkan aku Gar. Maafkan aku yang tidak bisa kau andalkan.
Lekaslah sembuh, lekaslah tertawa dengan riang. Jaga kesehatanmu selalu. Maaf surat ini aku tulis dengan sedikit tidak sopan, agak sedikit basah dibagian bawahnya. Sedikit terkena air :'(.
Aku hanya minta, jaga kesehatanmu. Sebab do'aku tak bisa menjangkau tubuhmu untuk sekedar merawatmu. Jika kau tak mau menjaga kesehatanmu, aku mohon jaga kesehatanmu untukku. :'(.
Semoga lekas sembuh Gar... :*
❤with love, perempuanmu❤
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak Mengetauhi Apa-apa
Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...
-
Menyanyangi itu kamu. Mencintai. Titik. Tanpa koma. Tak perlu penjelasan. Karena kau sudah tahu tanpa perlu bertanya lagi. Dan tanpa aku ...
-
Pintaku, jangan dulu berjanji. Jangan dulu mengucap janji yang sulit ditepati, seperti janji untuk tidak saling menyakiti. Karena mungkin ...
-
Sebongkah hati tlah berlari terlalu jauh. Jauh meninggalkan tembok runtuh itu dalam kehidupannya. Terlalu jauh ia berlari hingga akhirnya...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar