Malunya matahari yang diselimuti awan hitam menemani aku menanti hal kecil darimu, secangkir rindu dapat menghangatkan tubuh yang erat dipeluk sang angin. Mungkin sebentar lagi awan akan mencurahkan segala uap yang ia bendung. Sama seperti aku dan kau yang baru saja memecah tabungan rinduku dan meluapkannya kemarin.
Aku jadi ingat kali pertama aku jumpa dirimu, aku mengagumimu bahkan dari hal kecil. Jika kau menyebutku penggemarmu mungkin sejenisnya. Namun sekarang kau malah datang dan memberi hatimu dengan suka rela padaku.
Malam itu, masih ingat ketika kau ikut menjadi panitia acara LDK Osis, kau terlihat dengan membawa tas yang mungkin sengaja kau buat miring dan ponsel di tanganmu. Kau banyak diam bahkan jarang aku mendapatimu membuka mulut. Aku masih ingat juga ketika aku harus bangun tengah malam dan tidur tanpa alas tikar dipekatnya malam, kau dengan santai berjalan didepanku, menyapu debu dan membuatnya jatuh membungkus wajahku. Apa kau juga ingat kali pertama aku memanggilmu dengan lantang saat kau berpapasan denganku dijalan?? Tanpa rasa malu aku berteriak memanggilmu ditenggah jalan. Sebelum itu aku tak pernah tau jika kau seorang pria dengan seribu tanda tanya, sebab aku tak mengenalmu secara langsung. Perkenalan kita hanya bertali pesan singkat dan obrolan yang isinya hanya saling menghina satu sama lain dan itu membuatku menilai kau seorang pria biasa seperti pada umumnya. Namun ternyata? Tanganmu lebih crewet dari mulutmu. Setelah tau kau yang sebenarnya membuat rasa 'sungkan' muncul saat ke2 kalinya aku berpapasan denganmu. Aku hanya seorang gadis yang kau nilai sama sekali tak menarik waktu itu, sama sekali kau tak tau dan bahkan kau tak mau tau walau sekedar mengenal namaku.
Namun kemarin aku lihat kau amat berbeda dari beberapa tahun lalu. Kau makin terlihat berkarisma, entah darimana aku memandangmu. Tapi entah kenapa setiap aku memandang wajahmu aku menemukan sesuatu yang pernah aku cari. Pria yang dulu aku lihat dari jauh, kini tepat ada didepanku. Rasanya is something, tak pernah terfikirkan sama sekali dan kau kini nyata. Mungkin setelah kau baca tulisan ini kau baru mengerti apa arti padanganku kemarin, mungkin kau baru tau apa yang sebenarnya yang aku fikirkan. Eheheheee
Kau tak tau, betapa mudahnya kau untuk dikagumi kaum hawa. Tapi kau terlalu cuek untuk masalah itu, membuat orang lain berfikiran bahwa "menaruh hati padamu itu seperti menjemur pakaian dimusim hujan", semua orang mewanti-wanti bahwa aku harus berhati-hati agar jangan sampai perasaanku kau gantung, membentengi hatiku agar tak jatuh karna terlalu lama dijemur. Tapi selalu ada yang dengan suka rela bercerita tentangmu padaku dan aku adalah pendengar setia setiap kutipan kisahmu, aku senang mendengar cerita tetangmu, meskipun itu bukan tentang kita.
Waktu berjalan begitu cepat, telah banyak kisah yang terlewati, semuanya berlalu begitu saja. Tak ada yang berubah dari diriku dan sikapku padamu. Namun aku yang memiliki ego tinggi, setiap waktu dapat mengakhiri segala kisah, kini aku mengenalmu dan sebaliknya, aku yang dulu tak mengerti bagaimana menjaga perasaan. Namun sekarang segalanya berbeda. Aku belajar memiliki tanpa keegoisan, aku belajar menghargai dalam tiap kemarahan, aku selalu belajar hal-hal baru yang belum pernah ku lakukan sebelumnya. Bersamamu, hilang ragu dan takutku. Belajar menjadi lebih dewasa dari sebelumnya. Mengerti arti kesabaran dalam kesulitan. Mengerti arti penantian dengan kesetiaan. Bersamamu, aku merasakan dunia yang berbeda. Aku belajar menatap masa depan. Tak lagi untuk hari ini tapi juga untuk esok dan bersamamu, aku ingin merajut seribu mimpi dan cita-cita dikemudian hari. Kau meyakinkanku, bahwa kau tak akan menjadikanku pakaian yang sengaja kau jemur di musim hujan.
Terimakasih sudah mau hadir, sudah mau disini. Memberi warna pada hari-hariku. Ah, jadi ingat kau disini, melempar senyum padaku. Tak ada maksutku untukku merayu tapi kamu adalah warna hidupku dan mungkin tanpamu aku buta warna. Heehehe.. :D
Teruntuk kau, yang entah melihat atau tidaknya rinduku dari kejauhan. Bagiku kau itu hujanku.. yang selalu kutunggu, dan kujaga setianya..
❤with love, perempuanmu. ZeteLeN❤

:*
BalasHapus;)
BalasHapus