Jatuhan hujan, pelukis suasana yang mahir di antara teras jarak ini.
Semakin jatuh, semakin bertubi tubi tetesannya seperti menabuh tabuh pintu sendu.
Aku diam di depan pintu, mengamati tingkahnya yang tengil sekali membuat kenangan berhanyutan di sela sela dingin.
Aku dan kamu, jejak jejak yang belum sempat kita ringkas. Masih saja jauh, saling tuduh di mana rindu akan disemayamkan, di mana rindu akan kita bungkus berdua, sama sama kita bawa pada tempat yang tak lagi bertemu jarak.
Tatkala aku buka kembali setiap lembar dari foto-foto kita berdua, semuanya begitu sangat cepat berlalu, hingga tak sempat aku merapikannya, hanya airmata membacanya dengan tekun.
Ku kira selama ini kau tau, aku perempuan yang punya harapan besar padamu.
Aku harap ini hanya gurauan darimu, aku harap ini hanya candaan darimu, aku harap ini hanya tipuan darimu. Aku harap ini hanya kejutan yang nantinya kau berikan untukku.
Aku hanya berharap, seperti harapan seekor burung dara betina yang senang tiasa tanpa lelah berharap burung dara jantang kembali kerumahnya, tanpa pergi mencari, sebab ia takut jika burung jantan kembali ia tak ada dalam rumah dan membuatnya pergi terbang lagi, ia menunggu dan terus menunggu tanpa ada lelah diawal dan diakhirnya.
Aku bukan perempuan yang pandai berharap dengan harapan besar, yang aku tau aku hanya berharap pada waktu agar segera mengembalikanmu. Aku kira ini kejutan untukku, aku tak memikirkan hal itu sama sekali, hal yang buruk terjadi padamu. Aku tak bisa mamberikan apapun padamu saat ini, hanya sesuling do'a yang bisa ku berikan. Cepatlah kembali penyejuk hatiku, cepatlah datang penyembuh lukaku, cepatlah pulang cahaya mataku, cepatlah sembuh belahan jiwaku. Tak ada yang kunanti lebih dari ku menantikanmu, tak ada, selamanya tak akan ada. Aku merasa lemah, tak bisa apa apa, semangatku hilang seperti gula gula terguyur air hujan, hilang tanpa bekas bahkan hambar rasanya. Baru kemarin pagi aku dengar suara tawamu, tapi hari ini kau guyurkan air di celah mataku.
Aku tau cinta selalu ingat dimana dia harus pulang, cinta tau dimana rumahnya.
Get well soon dear.... Aku masih diteras ini, menunggumu (lagi).
QiTa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar