Mungkin kamu sedang menerka-nerka esok hari akan kau jatuhkan hatimu dengan pasrah pada siapa, jika saat itu tidak ada senyumku menyapa pagimu. Sebab aku yakin kamu seperti manusia biasa pada umumnya, tak pernah tahu kapan semesta membuka kotak kejutan yang berisi jawaban dari rahasia waktu.
Perihal hari-hari kemarin yang berisi langkah kaki pencarian melelahkan, mengembalikan keyakinan yang sempat hancur untuk kembali utuh, dan memantapkan arah hati untuk menuju pada satu tujuan. Pada akhirnya bukan lagi kita temukan koma namun kita akan menemukan titik untuk berhenti.
Siapkah kamu tanpa paksaan mengkehendaki hatimu untuk berhenti padaku dan tak pernah sudi membaginya kepada siapa pun, selain aku?
Siapkah kamu untuk menjatuhcintakan hatimu berkali-kali sampai waktu mengerahkan usaha terakhirnya untuk memisahkan kau dan aku?
Siapkah kamu tersenyum ikhlas saat takdir mempertemukan kita nanti hingga ribuan hari setelahnya kita bertukar senyum, sampai ketika hela napas terakhir salah satu dari kita direnggut oleh ujung usia?
Siapkah kamu membuat Tuhan menggelengkan kepala melihat betapa gigih perjuangan kamu dan aku dalam mempertahankan kita?
Di dalamnya akan kita dapati banyak perdebatan, menorehkan luka yang melahirkan kecewa, bahu membahu menciptakan bahagia, merajut doa, menabahkan dada yang penuh rindu, sampai suatu saat muncul sebuah batas, tapi apakah kamu bersedia menyanggupi diri untuk tidak menghiraukan batas itu?
Siapkah kamu untuk meniadakan kehilangan atas rasa kita?
Kepada kamu yang bermukim di jiwa, semoga jatuh cinta padamu adalah jawaban dari pertanyaan tentang pertemuan apa yang tidak memiliki penyesalan.
Aku bukan sedang tergila-gila, aku hanya sedang mendoakan kamu setiap hari, merinduimu dan memintamu pada penciptamu. Semoga kelak, kita bertemu walaupun saat ini mungkin jalan-jalan kita bercabang
®|_
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak Mengetauhi Apa-apa
Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...
-
Menyanyangi itu kamu. Mencintai. Titik. Tanpa koma. Tak perlu penjelasan. Karena kau sudah tahu tanpa perlu bertanya lagi. Dan tanpa aku ...
-
Pintaku, jangan dulu berjanji. Jangan dulu mengucap janji yang sulit ditepati, seperti janji untuk tidak saling menyakiti. Karena mungkin ...
-
Sebongkah hati tlah berlari terlalu jauh. Jauh meninggalkan tembok runtuh itu dalam kehidupannya. Terlalu jauh ia berlari hingga akhirnya...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar