Aku menghela nafas panjang setelah membaca kata-katanya. Ya, sepertinya hatiku harus lebih terbiasa, bahkan ketika orang yang aku cintai tak menghargai apa yang ku perjuangkan. Ya, aku ingin jadi yang terbaik meskipun baik pun masih kesulitan aku ciptakan. Aku tidak boleh seperti anak kecil yang merengek ingin lolipop. Aku sudah besar. Mungkin juga sudah dewasa. Atau mungkin masih belajar dewasa? Entahlah.
Ku pejamkan mataku sejenak. Sedikit tidak mempedulikan pesan singkatnya, mungkin akan membuatku lebih baik. Ya, mungkin.
Aku sudah menganggapnya sebagai peta, aku selalu menemukan dia dimanapun aku ikuti peta itu. Pembuat senyum paling merekah dan pembentur mood paling parah. Seketika musnah apa yang sedang aku imajinasikan. Musnah, hanya dengan sebaris kalimat yang paling ku benci.
Barang kali memang aku perlu di tampar, bahkan tamparan yang membuat lebam pipiku, tamparan yang tak sengaja dia ciptakan, atau pura-pura tak sengaja, mungkin.
Aku tak bisa membuatnya mengerti perempuan secara utuh, aku tau dulu dia tak sehangat ini.
"Untukmu, aku masih tak bisa hindari, aku masih menjadikanmu alasan untuk aku menulis. Jika memang ada kurangku, aku harap kamu tak menyembunyikannya dariku. Ataupun katakan saja dengan jujur, tak perlu kau memaksa dirimu menyukai apa yang aku sukai, menuruti apa yang aku dambai. Tak usah berpura-pura, aku sudah kenyang dengan drama.
Apa permintaanku terlalu sulit? Terlalu rumit? Apa susahnya kau katakan "ya". Apa kata itu terlalu sulit kau ucap dan lebih mudah menyakiti hatiku??
Tak usah repot-repot lagi membahagiakan aku, bahagiakan saja dirimu. Toh aku akan bahagia jika kamu juga bahagia. Dari pada aku bahagia dan kamu.. Kualahan mungkin.
Maaf jika aku banyak menuntut, atau lebih parah dari itu. Untuk malam ini saja, bolehkan aku membenci dirimu? Sebab tak ku dapati nyawamu yang biasa disana.
:'(
Hmm..
Sabtu, 30 April 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak Mengetauhi Apa-apa
Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...
-
Menyanyangi itu kamu. Mencintai. Titik. Tanpa koma. Tak perlu penjelasan. Karena kau sudah tahu tanpa perlu bertanya lagi. Dan tanpa aku ...
-
Pintaku, jangan dulu berjanji. Jangan dulu mengucap janji yang sulit ditepati, seperti janji untuk tidak saling menyakiti. Karena mungkin ...
-
Sebongkah hati tlah berlari terlalu jauh. Jauh meninggalkan tembok runtuh itu dalam kehidupannya. Terlalu jauh ia berlari hingga akhirnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar