Minggu, 09 April 2017

JATUH

Jatuh..
dia jatuh tanpa aku mau
dia jatuh tanpa sepengetahuanku
rasa bimbang jadi alasannya
ketika aku tanya
apa maksutmu jatuh lagi?

Jatuh..
seperti bulir hujan
kian lama kian banyak
padahal selokanku sedang buntu
tapi hujan masih saja menodongku
jatuh..
jatuh seperti daun yang gugur
berharap tumbuh daun yanng baru
dia rela
meski akhirnya mereka semua lupa

Jatuh seperti ragaku
jatuh
entah sudah berapa kali
babak belur sudah jadi pakaianku setiap hari
goresan darah sudah jadi sarapanku
setiap pagi
kebal sudah tubuh ini
namun rapuh hati
tidak dapat kutahan lagi

Jatuh
sakit, perih, memar, darah
semua aku pernah
terbiasa, namun sakitnya masih sama
sakitnya sampai ketulang dada
sesaknya sampai menembus rasa

Jatuh
sejatuh-jatuhnya aku
aku harap
kelak tuhan siapkan penompang
yang berani bertanggung jawab
atas jatuhku
menyamankanku
meskipun suratan menulis untuk
aku jatuh, jatuh, jatuh
lagi dan lagi.
semoga. 😥

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak Mengetauhi Apa-apa

Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...