Jatuh..
dia jatuh tanpa aku mau
dia jatuh tanpa sepengetahuanku
rasa bimbang jadi alasannya
ketika aku tanya
apa maksutmu jatuh lagi?
Jatuh..
seperti bulir hujan
kian lama kian banyak
padahal selokanku sedang buntu
tapi hujan masih saja menodongku
jatuh..
jatuh seperti daun yang gugur
berharap tumbuh daun yanng baru
dia rela
meski akhirnya mereka semua lupa
Jatuh seperti ragaku
jatuh
entah sudah berapa kali
babak belur sudah jadi pakaianku setiap hari
goresan darah sudah jadi sarapanku
setiap pagi
kebal sudah tubuh ini
namun rapuh hati
tidak dapat kutahan lagi
Jatuh
sakit, perih, memar, darah
semua aku pernah
terbiasa, namun sakitnya masih sama
sakitnya sampai ketulang dada
sesaknya sampai menembus rasa
Jatuh
sejatuh-jatuhnya aku
aku harap
kelak tuhan siapkan penompang
yang berani bertanggung jawab
atas jatuhku
menyamankanku
meskipun suratan menulis untuk
aku jatuh, jatuh, jatuh
lagi dan lagi.
semoga. 😥
Minggu, 09 April 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak Mengetauhi Apa-apa
Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...
-
Menyanyangi itu kamu. Mencintai. Titik. Tanpa koma. Tak perlu penjelasan. Karena kau sudah tahu tanpa perlu bertanya lagi. Dan tanpa aku ...
-
Pintaku, jangan dulu berjanji. Jangan dulu mengucap janji yang sulit ditepati, seperti janji untuk tidak saling menyakiti. Karena mungkin ...
-
Sebongkah hati tlah berlari terlalu jauh. Jauh meninggalkan tembok runtuh itu dalam kehidupannya. Terlalu jauh ia berlari hingga akhirnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar