“mas, kangen”
"iya dek, nanti malam mas telfon. Tunggu ya.. π"
"iyaππ"
dengan mudah ia kembalikan senyumku yang tertumpuk rindu. Tapi heran juga, dulu saat jauh sulit bertemu ada alat ajaib yang bisa menghantarkan suaraku dan ceritaku padanya dengan mudah dan saat itu aku sedang mendamba detik-detik pertemuan. Entahlah, tapi yang pasti itu membuatku semakin ingin mewujudkan pertemuan itu.
"sudah malam, tidur yaa." ucapnya dari seberang.
"ya sudah, samean ga niat telfon" kutangkis nada halusnya malam itu.
"setiap selesai telfon pasti seperti ini ...." halusnya membujuk sifat kanak-kanakku dan terpaksa aku mematikan sambungan telfonku dengannya. Aku jarang mendengarkan kata rindu dari dia, pasti aku yang memulai. dia adalah rajanya menahan.
Telfon, iya telfon. Hal yang sekarang tak pernah kami gunakan. Jika rindu datangpun kami lebih memilih bertatap muka secara langsung. Aku tidak bosan sama sekali tidak, tapi aku rindu kata "iya dek, nanti malam mas telfon. Tunggu ya.. π" salah? aku harap kamu tidak menganggukkan kepala. kamu harus tau jika telfon adalah caraku memupuk rindu, aku berharap pertemuan menjadi semakin indah saat aku suburkan rasa rinduku. Rindu bukan hanya tentang pertemuan, tapi bagaimana caramu mewujudkannya, bertelfon pun jadi salah satunya.
angin..
untuk dia yang sedang terlelap.
sejukan harinya besok.
buat senyumnya selalu merekah.
buat hatinya tiada gundah.
jadikan aku sebagai perkara dia bahagia
jadikan aku sebagai alasan dia tersenyum
angin..
katakan padanya bahwa aku tau.
bersamaku itu bukan hal yang mudah.
bersamaku duri kehidupan adalah hiasan
rumah.
dia harus rela tertusuk setiap harinya.
akar liarpun jadi lilitan setiap tiangnya.
aku harap dia bisa bertahan dengan segala kurang.
aku mencintainya sama seperti pertama kali aku menyebut namanya dalam do'a namun semakin hari semakin besar begitu pula rasa takut kehilangan.
untuk kamuku..
satu saat ini yang aku mau,
aku hanya ingin saat aku membuka mata,
sudah ada kamu disampingku.
selamat malam cinta.π
Jumat, 28 April 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak Mengetauhi Apa-apa
Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...
-
Menyanyangi itu kamu. Mencintai. Titik. Tanpa koma. Tak perlu penjelasan. Karena kau sudah tahu tanpa perlu bertanya lagi. Dan tanpa aku ...
-
Pintaku, jangan dulu berjanji. Jangan dulu mengucap janji yang sulit ditepati, seperti janji untuk tidak saling menyakiti. Karena mungkin ...
-
Sebongkah hati tlah berlari terlalu jauh. Jauh meninggalkan tembok runtuh itu dalam kehidupannya. Terlalu jauh ia berlari hingga akhirnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar