Selasa, 18 Agustus 2015

Untukmu Yang Namanya Masih Terapal Dalam Doa




Hey, sedang apa malam ini kau disana?

Ku bayangkan dirimu sedang berkutat dengan kegiatan malam, melakukan kewajibanmu sampai larut malam, karena waktu siangmu yang entah kau gunakan untuk apa. Aku tak tau, mungkin sekarang kau sedang bercengkrama dengan teman seperjuangan. Bercerita tentang banyak hal tentang kegiatanmu dalam 24 jam. Bayanganku terbang lagi, Ingin sekali aku duduk disampingmmu, menemanimu berharap sesekali kau butuh hiburan aku akan sangat terbuka untuk melakukannya. Karena kau tau? Aku hampir buta dengan semua yang kau kerjakan. Akan aku pandangi raut wajahmu yang sedang serius menatap lurus kedepan layar atau menatap buku dengan raut wajah yang fokus, sampai kau risih dengan tatapanku dan memilih membalas tatapan mata yang sama. Apa kau tau? Kau mungkin tampak lebih gagah saat sedang serius seperti itu? Ingin rasannya aku membisik di telingamu bahwa aku sangat bahagia.
Aku yang suka memanggilmu dengan sebutan yang tak pernah menetap, namun kau harus tau bahwa itu  adalah panggilan sayang dariku. Setiap malam aku selalu berdoa, akan tiba waktunya kita di pertemukan dengan cara yang indah. Aku memikirkan bagaimana pertemuan kita nanti, apakah lucu, romantis, atau seperti kucing dan anjing yang berebut makan siang karna aku dan kau yang sudah terbiasa dengan kata2 kasar bukti sayang antara kau dan aku yang tanpa satir sama sekali. Aku ingin selalu melibatkan namamu dalam setiap bisikan mesraku terhadap Tuhan. Karena kau tau? Aku sangat mengharapkan waktu itu terjadi nyata.

Bukankah kenyataan itu lebih indah?

Ingin rasanya mendengar berbagai cerita tentang keseharianmu, yang membuat kau hampir tak mampu menampungnya. Akan ku sandarkan kepalaku di pundakmu memasang telinga siap mendengar semua keluh kesahmu. Aku senang mendengar kisah darimu, meskipun itu bukan tentang kita. Karena disitulah aku merasa dekat dan serasa sudah tak ada jarak di antara kita. Dan aku akan sangat terbuka mengungkapkan semua perasaanku betapa bahagianya aku bisa berdampingan denganmu, memilikimu dan aku ingin waktu itu tidak akan berakhir walau sedetikpun. Suatu saat nanti.
     Mungkin aku bukanlah perempuan yang sempurna dan anggun, seperti yang kau dambakan. Di luar sana masih banyak perempuan yang jauh lebih cantik dariku. Yang pintar memulaskan pewarna wajah tanpa harus canggung  tampil di depanmu. Aku pernah mendengar bahwa kau mendambakan perempuan anggun berhijab? Apa aku harus melakukannya? Aku memang berhijab namun terkadang aku masih belum sempurna. Mungkin kau juga tau. Aku hanyalah perempuan biasa yang kelakuannya terkadang tak layak disebut perempuan. Namun sekarang aku akan berusaha untuk menjadi yang lebih baik. Sifatku yang terkadang masih kekanak-kanakan, mokong, rese dan membuat orang yang didekatku harus menutup telinga karena suara dari mulutku yang tak bisa diam. Aku hanyalah perempuan yang tingkat kecerdasannya biasa saja. Tak ada keanggunan saat aku melangkah, kebiasaan-kebiasaaan burukku. Pelupa dan masih banyak lagi.
         Aku tak menuntutmu berbagai hal, sebab aku harus banyak berkaca untuk sadar, aku yang seperti ini apa bisa membahagiakanmu kelak? Jika kau mencari yang lebih dariku kau juga bisa. Namun kau berkata tak pernah sedikitpun hal itu hinggap difikiranmu. Aku juga tak dapat menjadikanmu raja di muka bumi, namun kupastikan kau akan jadi raja didalam rumahmu kelak.
        Aku hanya bisa melamun untuk saat ini, membayangkan nama yang ku pikirkan dapat menjadi nyata disuatu saat nanti. Selamat malam untukmu yang disana..
Berkali-kali ku bilang..
Penantian yang paling menyenangkan adalah apa-apa darimu, menunggu yang paling tidak membosankan adalah menunggumu. Lamunanku saat ini tentangmu, jadi ku ceritakan apa yang kurasakan. Semua ini berawal dari kau yang bukan siapa siapa berubah menjadi orang yang selalu kupikirkan...
Semoga Alloh selalu dihatimu.
Menjagamu untukku..
 
Zahrotul Laili

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak Mengetauhi Apa-apa

Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...