Senin, 21 Maret 2016

Hay Amarah.. ^^

Selamat datang kemarahan..

Hey kita bertemu lagi..

Hari-hari kemarin saya berhasil melewati kamu. Oh iya?! biarpun kamu sempat menang bukan? kamu sempat membuat saya jatuh, itulah masa paling suram. Tapi tidak sesudahnya, saya banyak belajar dari masa itu.

Dan sekarang kamu datang lagi (untuk beberapa alasan yang sama?) Hmmm sudahlah kemarahan, Tidak kemarin, tidak hari ini dan semoga tidak juga besok..

Seperti yang seharusnya..
Kamu tidak perlu menang..!

                   ……..................

Sebuah kenyataan yang lucu bukan?!
Karena pada akhirnya kamu membuat saya banyak belajar.
Saya belajar untuk TIDAK BERTINDAK disaat kamu datang. Belajar berdiri dan menjadi kuat dengan apa adanya saya saja.

Kamu membuat saya mengerti bahwa kamu salah satu dari keterbatasan saya.
Ya kemarahan, kamu salah satu dari banyaknya kelemahan saya.

Tapi, karena kamu bagian dari diri
saya tentu saja kamu boleh datang kapanpun! Saya tidak akan lagi menolak (seperti sebelumnya) apalagi mengusir keras..
Dulu saya hanya punya insting bertahan, sekarang saya mengerti lebih dalam.
Jadi tenanglah kemarahan.. Saya
bukan lagi anak kemarin sore..

Melawanmu juga bukan sebuah tindakan benar, karena hanya akan membuat kami berhutang terlalu banyak pada diri sendiri dan kemudian merasa lemah..(entah atas apa). Karena itu kali ini saya akan belajar sabar menunggu sampai kamu
pergi, baru setelahnya membuat sebuah keputusan yang sehat. Agar nanti kalau kamu kembali, kamu akan datang untuk alasan yang berbeda. Jadi saya bisa belajar hal baru lagi. Bukan begitu ?!

_______________________

Tapi masih ada pertanyaan dikepala saya..
Kemarahan, apakah kamu dihadirkan diam-diam memang untuk mengajarkan kami agar lebih sabar?
menyelesaikan (satu persatu) dengan pelan-pelan saja. Supaya kami merasa cukup tahu diri. Bahwa kami bukan orang yang lahir untuk menganggap sebuah masalah selesai hanya dengan berhenti mengingatnya karena itu artinya tidak ‘benar- benar’ selesai..
Atau jika kami mesti memutuskan untuk menyelesaikan masalah itu sendiri, kami sebaiknya tahu bahwa, "mengendalikanmu haruslah dengan rumus S+A+B+A+R. Dan berfikir jernih jika kau telah berbalik, mengambil apapun yang telah sengaja kau tinggal sebagai pelajaran"

jika memang benar, semoga kamu
juga berhasil menyampaikan pesan ini
pada semuanya..

***

Kamarku, 21 Maret 2016.
Saat sesuatu tidak berjalan sesuai dengan apa yang saya mau.
Saya lebih memilih diam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak Mengetauhi Apa-apa

Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...