Selasa, 29 Maret 2016

Kaca Pembesar.


Bulan masih dengan warna yang sama. Warna sekitanya pun masih hitam pekat, hanya taburan bintang terlihat lebih banyak, kurasa mendung tidak mampir malam ini. Sebenarnya aku bukan sedang galau seperti merindui seseorang, hanya saja aku merasakan apa yang biasa perempuan lain rasakan, resah tanpa tau akar dari hal yang diresahkan. Sudah hamir 2 hari, aku masih meresahkan hal yang sama. Jika resah ini ku ceritakan, kurasa malah akan jadi perbincangan yang tidak berbobot. Bukan aku tak ingin bercerita padamu namun aku rasa ini bukan masalah yang besar, mungkin memang ulahku sendiri yang kemana-mana selalu membawa kaca pembesar, membuat semua yang kulihat dan ku rasa terlihat lebih besar dari bentuk aslinya.

Yaaa, sebenarnya aku sudah tak ingin memikirkan hal itu. Karna memang tidak ada tersangka utama atas masalah ini. Saat ada 2 orang yang jadi satu dalam suatu rumah namun mereka terpisah antara beberapa ruang. Bisa dipastikan apabila salah satu diantara keduanya berbicara, tidak akan sama jelas seperti kedua orang itu saling berhadapan atau dalam satu ruang. Jika hal pertama itu berlangsung? apa yang terjadi? yaaaaaa.. Salah dengar, lalu? Salah tangkap dan berujung? Salah paham. Membuat masalah kecil jadi membengkak, seperti jerawat yang sering membuatku gemas.

Ya. Seperti jerawat kecil yang selalu saja ku pencet terus menerus, berharap cepat hilang. Namun alhasil?? Iritasi dan jerawat itu semakin merajalela. Jangan beranggapan jika aku memberitahu untuk membiarkan jerawat itu sampai kempes sendiri, karena pasti lama dan akan membuat tangan terasa gatal untuk memencetnya. Jangan dibiarkan, sebenarnya kita hanya perlu usaha, mencari solusi yang terbaik. Coba cara tradisional dengan, pelan-pelan memberi daun jambu yang telah dihaluskan dan di tempelkan dijerawat itu sendiri, pelan namun pasti dan dengan izin Alloh jerawat kita akan kempes, tanpa iritasi dan bekas.

Yah, layaknya jerawat, masalahpun juga sama. Kita hanya perlu membicarakan pelan-pelan, mencari induk masalah dan menyelesaikan dengan pikiran dingin. Ahh.. Tapi di masalahku kali ini berbeda, sebenarnya harus kedua belah pihak yang menyelesaikan, tapi berhubung pihak yang satunya sudah terlanjur salah paham yaaa mau bagaimana lagi. Hanya bisa minta maaf dan menjelaskan akar masalahnya pelan-pelan, walaupun tidak di gubris -_- . Dan jika masih belum bisa memaafkan hanya ada satu cara yaitu... "di do'akan saja".

Aku hanya tak mau berlebihan dalam memikirkan masalah, aku tak mau bobot badanku lebih besar dari beban pikiran yang lambat laun terus bertambah.

Sekali lagi..
Ajari aku mengecilkan suatu yang terlihat besar dengan berhenti memakai kaca pembesar milikku ini.

Laili,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak Mengetauhi Apa-apa

Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...