Senin, 14 Maret 2016

Tentang Aku Yang Dibaca Olehmu.


Tuan,
Bagaimana kabarmu hari ini?
Buku apa yang sudah selesai kau baca, sudikah kau sedikit berbagi cerita denganku malam ini?
Aku janji, akan kusiapkan teh digelas kesukaanmu dan aku akan duduk diam disampingmu untuk mendengarkan ceritamu.


Tuan,
Boleh kupilhkan satu buku untuk kau baca esok hari?
Aku ingin memberimu sebuah buku yang berisi tentang aku.
Aku ingin kau membacanya hingga tuntas, agar kau mengerti aku.
Aku perempuan verbal yang menuliskan segala rasa dengan kata-kata.
Terlalu malu jika kata-kataku langsung terdengar oleh telingamu, jadi biarkan jemariku saja yang menindaklanjuti.


Ada beberapa lembar yang sengaja kubiarkan kosong disitu. Ku beri engkau jeda untuk mengerti aku melalui pemahamanmu sendiri. Juga ku beri kau ruang untuk bertanya dan berbicara langsung padaku. Oh iya. Tuan, dihalaman terakhir kutuliskan satu pertanyaan untukmu
“Maukah kamu melanjutkan cerita bersamaku?”
Kuharap jawabanmu tak mengecewakan aku.


Kuharap, kita dapat duduk berdua membaca buku selanjutnya
Bukan lagi buku tentang aku yang dibaca olehmu.
Namun buku tentang kita yang kita tulis bersama.

Laili,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak Mengetauhi Apa-apa

Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...