"Kau harus pergi..!" Kataku berulang kali
"Tidak.." Ia membantahku, entah kenapa ia begitu kerasnya membantah omonganku kali ini.
"Aku tak ingin kau ada dihatiku, ku mohon kamu pergi, jauhi aku..."
" Kamu harus merasakannya saat ini, karna jiwamu sedang kacau, semua orang berkata kepadamu. Cobalah untuk membenci orang-orang yang telah melukai hati dan perasaanmu.."
"Kenapa kamu harus ada dalam diriku, aku tak pernah menginginkanmu, bahkan tak terbesit sedikitpun dihatiku untuk merasakan 'racun'mu.."
"Hahahaa.. kamu tak perlu bohong seperti itu. Kamu akui saja, bahwa dalam hatimu telah tertanam bibit-bibitku, sebentar lagi bibit itu akan menjadi benih kebencian dan akan bermekaran, kamu akan merasakan nikmatnya membenci.."
"Tidak.. Tak akan kubiarkan bibit itu tumbuh, aku akan membunuhnya dengan 'kesabaranku' yang tersisa"
"Coba saja kalo kamu bisa, karna saat ini kamu merasa kesal dan tidak suka dengan sikap seseorang. Kamu sudah menyimpan rasa tidak suka itu dari dulu, iya kan? Tapi kamu tidak berani menyakitinya dengan kata-kata apapun yang menunjukkan ketidaksukaanmu.."
"Iya, lalu kenapa? " aku mencoba menantangnya...
"Kamu sama sekali tidak bisa tegas terhadap dirimu sendiri, apalagi terhadap orang lain. Kamu hanya menyimpan dan menyimpan terus rasa tidak sukamu. Gelas yang kosong apabila diisi air terus menerus tanpa dikeluarkan, ia akan tumpah keluar. Begitu juga hati dan perasaanmu. Kamu terus memendam dan saat ini kamu merasa muak. Disaat-saat seperti inilah bibit-bibitku tumbuh dalam dirimu.."
"Sudahlah, aku tak mau berdebat lagi denganmu. Aku akui, saat ini kamu memang ada dalam diriku, bibit itu ada. Aku merasakannya. Tapi aku takkan pernah membiarkannya tumbuh apalagi bermekaran. Karna aku hidup bukan hanya untukku, tapi juga untuk orang-orang disekitarku."
Perdebatan itu terjadi dalam diriku, antara bagian satu dengan bagian lain hatiku. Ya, aku merasakan ada kebencian disisi hatiku, tapi sisi hatiku yang lain takkan membiarkan rasa itu tumbuh. Setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan, kebaikan dan keburukan, sifat taqwa dan jujur. "Nobody's perfect" berlaku untuk semua orang, bukan hanya untukku. So, kenapa aku harus membenci??? :D.
Waktu yang ku miliki terlalu singkat, dan akan semakin singkat jika ku gunakan untuk membenci. Jika dia punya waktu yang terbuang sia-sia hanya untuk menyakitiku, setidaknya aku bisa belajar untuk tidak melakukan hal yang sama bukan? Dan jika dia membuang waktunya yang singkat untuk memikirkan kesalahanku, setidaknya aku bisa menghindari hal itu. Agar waktuku yang cukup singkat ini tak ter-dholimi oleh keegoisanku.
Jadi kenapa harus membenci??
:)
Jadilah saja yang menyenangkan..
ZeteLeN.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar