Aku kira mencintai itu adalah hak semua mahluk hidup, aku kira mencintai itu bukan sebuah pilihan, aku juga mengira mencintai itu bukan suatu kesalahan. Tapi kenapa masih ada yang tak membolehkan seorang merasakan cinta, merasakan haknya sendiri.
Jika mencintai adalah sebuah kesalahan, apakah ini bisa disebut kesalahan Tuhan? Karna DIA telah menghadirkan rasa ini tanpa ku pinta, semakin besar dari waktu ke waktu. Maka jika benar ini dari Tuhan, ini bukanlah sebuah kesalahan, kau tak bisa salahkan Tuhan, karena memang Tuhan tidak salah dan tak akan pernah salah. Bukan begitu.
Jika ini takdir, aku bisa apa, bukankah takdir hanya dibuat oleh Tuhan? Lalu siapa yang bisa disalahkan? Sedang aku bahagia ketika aku mencintai. Bukankah cinta itu fitrahnya manusia? Kenapa masih ada yang tidak mampu membedakan mana fitrah dan mana fitnah. Bisakah kau jelaskan? Siapa yang bersalah?
Aku hanya mampu memeluk lututku sendiri, merasakan resah ini seorang diri, mencari-cari siapa yang sebenarnya paling bersalah dalam hal mencintai, dan aku tak pernah mengerti. Jika ke 2 hati yang salah? Aku diam, berpikir. Apa salahnya? Mencintaimu dan punya hasrat memiliki.
Sebenarnya aku tak ingin menyalahkan apa dan siapapun, aku bahkan ingin menyalahkan diriku sendiri. Tapi, sedikitpun tidak ada perasaan bersalah dalam diri ini, jadi ya kulanjutkan saja untuk mencintaimu lagi dan lagi. :D. Ah entahlah, jika memang mencintai adalah sebuah kesalahan, maka akan ku anggap itu kesalahan yang tidak akan pernah aku sesali apapun hasilnya, dan akan ku terima konsekuensinya namun dengan tanda kutip, "mencintai dengan batas dan kadar yang senormal-normalnya". :D
Dariku,
Seorang yang mencintaimu.
Zahrotul eLeN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar