Di tengah tugas yang berserakan, tulisan berceceran, dan puisi-puisi yang tak selesai ini, aku masih sempat memikirkanmu. Mataku yang berkunang-kunang, suara kipas angin yang menambah kesan sunyi, dan jentikkan jemari di laptop-ku ternyata tak memberi pertolongan apapun. Entahlah... Mau kecewa pada siapa? Sepertinya aku harus memaafkan diriku sendiri. Sepertinya..
Rasanya ingin kubuka isi kepalaku, ku letakkan dilemari es. Ku biarkan dia di dalamnya agar dingin. Apa benar ya beliau ucapkan? Aku hanya sebuah pelarian? Atau apa? Ah.. Pikiranku kacau.. Lebih baik pergi kepojok dulu, ketempat yang lebih mendinginkan, lebih dingin dari lemari es.
Ini bukan
Saya,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar