Senin, 21 September 2015

Masih Seperti Ini❤


Siang ini seolah menuntun jemariku untuk menulis, menyusun tiap huruf, menjadi sebuah kata, dan menyusun kata menjadi kalimat. Terhitung banyak sekali cerita cerita yang ingin aku sampaikan, hanya saja aku takut jika tulisanku tidak akan ada orang yang menyukainya, bahkan penikmat sekalipun. Aku takut jika tulisanku hanya membuat penuh berita saja. Aku takut tulisanku hanya dibuat sampah. Sehingga ketakutanku mencengkram kuat jari ini untuk menulis cerita. Ada kalanya aku lelah untuk takut, mau sampai kapan?Yaa.. Lelah membuatku berfikir. Jika tak ada masalah dengan apa yang orang fikir tentang aku.  Aku akan jadi apa yang aku cintai. Kenapa aku perlu peduli tentang penerimaan mereka terhadapku. Ada sekian banyak hal yang ingin aku torehkan pada tinta hitam diatas lembar putih, namun tunggu, jari jari ini masih terlalu kaku, ketika imaji yang dijari jariku telah hilang, aku tak dapat menulis apa apa. Hanya saja bahasan ku telah berbeda sekarang.
Harus memulai cerita dari mana..
Entah..
Jari jari ku telah kosong, ingin aku dapat meraih apapun, tak ada satupun yang dapat mengisi kekosongan ini sehebat kau. Tidak ada..
Berbulan bulan telah mencoba, ternyata hanya angin yang kudapati..
Yang sebenarnya terjadi adalah.. kau tahu sebagaimananya aku sekarang, serapuh aku saat menangis, sesunyinya aku tanpa ditemani olehmu. Kesepian, iya kesepian. Hati ini sepi, semakin aku membohongi diri sendiri, hati semakin hampa. Iya, sebenarnya kau sudah tahu itu, hingga detik ini, hingga sekarang ini banyak pertanyaan yang ingin ku tanyakan.
Kulihat ruangan ini, aku ingat di dalam mimpiku kemarin malam, tepat di sofa itu kita duduk bersama, membercandai hal yang konyol.
Aku juga ingat kita  duduk di sofa terdiam tanpa ada bahasan, karena kita hanya butuh pertemuan untuk saling mengikat kontak mata. Dan kini aku hanya bisa duduk di sofa ini hanya karena menunggu janjimu untuk membawaku pergi.
       Sekarang, jika difikiranku hanya ada dirimu, akankah jari jari ini kupaksakan menulis? Yang kutahu hanya akan meremas hatiku.
Ku akui aku bodoh, iya aku membodohi pikiranku karena telah tulus menyayangimu dengan sangat.
Kau tahu berapa kali aku diam, sekedar merenung, kenapa bisa sesayang ini aku padamu.
Kau tahu rasanya? begitu kau tahu mungkin kau tak akan mau jauh walau hanya sedetikpun?
Kau tahu rasanya menolak sana sini hanya menuruti apa mau hati ini?
Apakah kau tahu rasanya hanya mendengar nama, seperti ada pisau yang menancap kuat?
Hanya saja aku belum mengatakan lelah dan tak akan ada yang bisa membuatku berujar lelah, hanya karna menahan hal gila ini.
Engkau yang masih kupandang indah, engkau yang masih ada dan tetap ada.
Lalu? Jika penuh olehmu? Apa yang bisa menuntun jariku untuk menulis? Aku heran, apa kau tak punya pekerjaan lain selain mengangguku? Kau tak punya kesibukkan lain selain berputar-putar di depan mataku? Siang ini terasa panas, debu dimana-mana, sedang hujan tak kunjung datang. Nyanyian angin pun seakan sedang meniupkan namamu. Hah! Can you know? I miss you so much.. Emm.. Do you miss me to? Yeah.. I believe. If you miss me too.


Oh.. Masih seperti biasa,
Maaf lagi-lagi aku membuang menitmu dengan tulisanku ini.. Semoga bisa menyampaikam rinduku padamu. Karna rindu tak perlu terbalaskan, yang penting tersampaikan.
Selamat siang untukmu yang hadir walau hanya lewat tumbukan abjat yang kau susun diponselku.
Semoga harimu menyenangkan!!
Semangat terus!!

❤with love, Zahrotul Laili Novita❤

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak Mengetauhi Apa-apa

Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...