Senin, 21 September 2015
Rumahku❤
Tunggu sebentar, kau mungkin tidak tahu. Biar ku beri tahu jika seketika ruangan ini menghangat, aku curiga ada seseorang yang menutup semua celah diruangan ini. Tapi ternyata abjad yang kau susun di layar handphone berhasil menembus hati yang menggigil karena rindu. Tapi tetap, selalu ku nanti akhir dari rindu ini.
Kadang kala, hadirmu tak dapat terganti oleh kata-kata atau sebuah pesan singkat, tak berarti lagi jika nanti jarak kembali mengetuk-ngetuk jendela. Lihat aku selagi bisa. Ya, entah kenapa jarak selalu suka berada ditengah-tengah kita.
Dan ini rindumu, rindumu telah menembus nadiku, kini ia berlayar tepat di jantungku. Sungguh saat ini aku ingin memerintahkan kakimu membawamu tepat dihadapanku. Ditambah dengan suara sunyi malam menghantarkan rindu yang semakin besar. Akan ku tulis namamu di setiap kaca basah yang kujumpa karna embun malam, bila tak satupun kaca lembab ku temui, percayalah, kutulis namamu dipapan langit sepanjang waktu yang aku punya, sepanjang malammu yang kau sisakan untukku. Memang benar, jika kau telah memasang nyawa ditiap jari jemari tanganku, waktu yang ditetapkan adalah kau, mengitari hidupku, memutari mataku, dan bersarang didalam gumpalan daging di tubuhku. Untuk apa aku beranjak pergi dari kenyamanan ini? Bukankah nyaman yang selama ini aku cari? Namun tak pernah ku temui nyaman, kecuali saat ini. Ya ada yang pernah berkata "Jika kau tidak menemukan kenyamanan maka biarlah kenyamanan yang akan menemukan mu".
Jika sudah ada rumah nyaman tepat dihadapanku, bagaimana mungkin aku mencari rumah yang baru dibangun, dan hanya ada pondasinya saja, toh belum tentu rumah yang baru dibangun itu diperuntukkan padaku. Jadi, jika ada yang pasti kenapa harus menunggu yang belum jadi? Berharap rumah yang baru akan jauh lebih bagus? Lebih besar?. Hay, percayalah yang bagus dan besar belum tentu nyaman untukku. Percayalah yang sederhana itu yang teristimewa. ☺
❤with love, Zahrotul Laili Novita❤
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak Mengetauhi Apa-apa
Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...
-
Menyanyangi itu kamu. Mencintai. Titik. Tanpa koma. Tak perlu penjelasan. Karena kau sudah tahu tanpa perlu bertanya lagi. Dan tanpa aku ...
-
Pintaku, jangan dulu berjanji. Jangan dulu mengucap janji yang sulit ditepati, seperti janji untuk tidak saling menyakiti. Karena mungkin ...
-
Sebongkah hati tlah berlari terlalu jauh. Jauh meninggalkan tembok runtuh itu dalam kehidupannya. Terlalu jauh ia berlari hingga akhirnya...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar