Jumat, 25 September 2015

Dari Perempuanmu.☺


Malam ini terasa sama seperti malam sebelumnya, jauh sebelum kau ada aku memang sudah terbiasa dan akrab dengan kesendirian. Aku tak pernah merasa sepi ada atau tanpa kau, karna memang inilah yang biasa aku lewati. Terimakasih telah mengajariku tentang apa itu dewasa, kau memang tak pernah mengajarkan dengan materi dan dengan lisanmu namun kau mengajarkannya langsung dengan  praktek dan sikapmu. Terimakasih untuk menitmu yang selalu dengan gembira kau berikan untukku, itu jauh lebih berharga dan lebih indah di banding dengan 24 jam yang kau beri namun kau merasa berat dengan itu. Aku tak pernah menuntut tapi terkadang sebersit rindu ditiap-tiap langkah tanpa pesan darimu. Kau memintaku menunggu akan aku lakukan, menahan kantuk dengan secangkir rindu. Kita memang tak sering bertemu sebelumnya, jadi tak ada rindu bertemu denganmu. Hanya saja rindu kehadiranmu walau diatas tumpukan abjat. Bukan rindu ingin bertemu, hanya rindu pesan singkatmu. Maafkan sikapku yang masih sering seperti anak kecil. Disini aku juga masih belajar dan mulai punya hobby baru, kau tau apa itu? Ya.. Hobby baruku memaklumi kesibukanmu.
Tapi berada jauh dari yang terkasih adalah salah satu hal yang sulit ku syukuri hingga hari ini. Jika bisa, ingin rasanya aku memangkas ratusan kilo meter yang berada ditenggah-tenggah kita. 
Dari perempuanmu...
yang menahan katuk karna kau yang minta.. Dan yang sedang menabung rindu.. 
Selamat malam...

❤with love, Zahrotul Laili Novita❤

1 komentar:

Tidak Mengetauhi Apa-apa

Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...