Selasa, 24 November 2015

Think of you.

Semakin kuingkari, semakin ku mengerti hidup ini tak lengkap tanpamu, Aku mengaku bisa tapi hati sebenarnya tak bisa. Belum ada 24 jam, namun sudah merasa ada yang kurang. Sapamu mungkin, atau gelak tawamu yang dengan mudah membius laju otakku dan masuk ke pikiranku yang membuat rindu ini mudah terkendali. Kau bisa, tentu aku juga sama. Ku biarkan waktuku berjalan dengan semestinya, hanya layar laptop yang sedari tadi ku pandang dan kini aku merubah fungsi ponselku menjadi jam. Berharap waktu yang kulalui ini menjadi sudah sangat lama.
          Entahlah, aku tak tau lagi apa yang akan aku tulis. Inspirasiku sedang melanglang buana entah kemana. Yang aku tau, kini aku tengah memasung hatiku agar tak membrontak dengan perjanjian kita tadi malam. Yaaa pada akhirnya aku harus konsisten dengan perjanjian kita. Sebenarnya aku ingin katakan "tolong jangan biarkan aku sendiri, sebab aku terbiasa denganmu" tapi harus ku kurungkan niatku itu, sebab aku tau aku banyak menyita, merampas bahkan membuang waktumu saat bersamaku. Jadi aku ingin tau bagaimana denganmu jika tanpa aku. Aku tak berharap kata "kita" terbelah menjadi "aku" "kamu" namun aku hanya berharap hidupmu lebih baik jika tanpa keegoisanku dan dengan cara ini aku mulai belajar. 
               Ya, semoga firasatku ini selalu baik tentangmu. Hey kematianku, sebanarnya tadi aku melihat awan membentuk wajahmu. Kau terlihat tersenyum manis dan itu bertanda kau baik-baik saja, semoga.

Salam sayang yaa. ..
Jangan lupa,.
I think of you always. 

❤with love, Zahrotul Laili eN❤

3 komentar:

Tidak Mengetauhi Apa-apa

Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...