Malam ini dingin. Hujan yang sedari siang tadi turun membuat angin yang berhembus menjadi semakin dingin. Tunggu, malam ini rasanya ada sesuatu yang kurang! Ah, itu kehadiranmu. Malam ini dan malam yang akan datang, aku harus terbiasa, sebab tidak akan sama dengan malam-malam kita sebelumnya. Aku bukannya mau menyalahkan keadaan kita ini, tidak juga mau menggerutu dengan posisi kita ini. Bagaimanapun, roda kehidupan kita harus berjalan sendiri-sendiri.
Tapi, tahukah kamu? Aku menyimpan sejuta harap untuk bisa menjalankan roda kehidupanku bersamamu. Aku harap agar suatu saat nanti, jarak atau apapun tidak lagi menghalangi kita. Terlalu tinggi-kah harapku itu? Kurasa tidak. Pengharapanku hanya membutuhkan waktu dan dengan kerjasama-NYA dan kita tentunya, yang akan membawa kita menuju bahagia itu.
Bukankah yang harus kulakukan saat ini adalah bersabar? Kupikir iya. Aku harus sabar menghadapi ego-ku sendiri yang seringkali kalah oleh amarah ketika ada suatu hal darimu yang membuatku kecewa. Aku harus sabar menghadapimu yang dengan segala kurang dan lebihnya kamu, sebenarnya telah kuterima dengan tangan terbuka sejak awal kisah ini dimulai. Aku harus sabar menghadapi keadaan, yang sangat sering menyudutkan kita untuk saling menyalahkan semua sekenarionya. Aku harus sabar dengan segala resiko, rintangan, tantangan, dan apapun yang akan kita hadapi hari ini, besok, dan seterusnya sampai tiba saatnya bahagia itu kita yang miliki.
Seberapa lama aku harus bersabar? Seberapa besar kau inginkanku untuk bersabar? Seberapa kuatkah aku untuk bersabar? Kurasa selama kamu masih menjaga cinta dan sayangmu untukku, selama itu pula aku mampu untuk bersabar. Samudera itu luas, loh! Aku juga menyimpan harap agar kesabaranku bisa melebihi luasnya samudera, tak berbatas.
Untuk itulah, aku berdoa. Untuk itulah, aku berharap. Untuk tetap menjaga ‘KITA’ entah apapun keadaan yang memaksanya untuk berubah menjadi ‘AKU’ dan ‘KAMU’ seperti saat sebelum kisah ini dimulai.
Akan kujaga. Aku harap kau pun setia menjaganya.
Kepadamu, kutitipkan seluruh harap itu :)
Aku, bersabar untuk 'KITA'.
Bismillah..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak Mengetauhi Apa-apa
Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...
-
Menyanyangi itu kamu. Mencintai. Titik. Tanpa koma. Tak perlu penjelasan. Karena kau sudah tahu tanpa perlu bertanya lagi. Dan tanpa aku ...
-
Pintaku, jangan dulu berjanji. Jangan dulu mengucap janji yang sulit ditepati, seperti janji untuk tidak saling menyakiti. Karena mungkin ...
-
Sebongkah hati tlah berlari terlalu jauh. Jauh meninggalkan tembok runtuh itu dalam kehidupannya. Terlalu jauh ia berlari hingga akhirnya...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar