Melewatkanmu seharusnya semudah Tuhan menuliskan garis tangan.
Namun sayangnya aku semakin kehilangan cara untuk melakukannya. Seperti tanda titik yang harus ada pada akhir cerita,
Tapi kini, aku justru menemukan koma.
Keputusan kita saat ini tak lagi seperti permainan kata, yang diucapkan tapi tak dilaksanakan. Keputusan kita kali ini benar-benar nyata dan harus dengan terpaksa kita jalani. Sampai tiba saat aku tepat pada posisi paling jenuh lalu semua semakin terasa dingin. Tidak ada selimut penghantar tidur. Kini, yang ada hanya jejak selimut itu sendiri. Yaa, hanya jejak!!
Hari-hari pertama di bulan februari. Aku semakin ingin kamu hadir menghabiskan sepi disini. Memberikan sapa yang serasa sudah sejak lama tak ada.
Entah bagaimana caranya, memoriku ternyata tak lenyap dimakan waktu.
Tuan, yang pernah aku titipkan sebuah rasa. Dan sampai saat inipun masih sama. Sesungguhnya aku terjebak dengan jejak, jejak yang selama ini kita buat tanpa sadar, jejak tentang kita.
Terpaku tanpa tahu arah berlabuh. Menunggu sebuah tanda yang enggan datang menyapa.
Bagiku, bahagia tak harus sebuah tawa.
Cukup aku tau tentangmu, tentangmu yang selalu baik-baik saja.
Dan berjanjilah padaku, semua akan baik-baik saja.
Sakura,
Selasa, 09 Februari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak Mengetauhi Apa-apa
Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...
-
Menyanyangi itu kamu. Mencintai. Titik. Tanpa koma. Tak perlu penjelasan. Karena kau sudah tahu tanpa perlu bertanya lagi. Dan tanpa aku ...
-
Pintaku, jangan dulu berjanji. Jangan dulu mengucap janji yang sulit ditepati, seperti janji untuk tidak saling menyakiti. Karena mungkin ...
-
Sebongkah hati tlah berlari terlalu jauh. Jauh meninggalkan tembok runtuh itu dalam kehidupannya. Terlalu jauh ia berlari hingga akhirnya...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar