Rabu, 17 Februari 2016

Sebatas Lamunan.

Jangan biarkan imajinasi mu berlari begitu jauh menggenggam ku. Aku masih nyaman dengan secangkir teh hangat yang sudah sedari tadi menunggu untuk aku teguk. Aku masih mau berlama-lama memandangi air yang menari seirama dengan angin yang bertiup. Menikmati musik yang tercipta diantara malamku. Ketakutan datang ketika petir menggelegar sangar di langit hitam. Menutup telinga pun tak mengurangi rasa itu. Menutup mata pun sama saja. Percuma.

Entah berapa lama lagi aku berada dalam ketakutanku, seseorang datang menyapa dan memeluk ku dengan hangat dan nyaman. Tiba-tiba saja kau menarik tanganku, oh. . Lamunanku saja.
Tersadar jika aku merindukan orang yang jujur dengan segala tindakan yang tak hanya fiksi. Merindukan orang yang menenangkan dan menjaga ku dengan segenap rasa sayang yang teramat. Merindukan mu yang siap mendengar semua celotehanku yang skalanya kadang lebih cepat dari petir yang menyambar-nyambar diatas awan hitam.

Imajinasi yang menjadi sebuah harapan yang selalu ku sirami do'a agar tumbuh menjadi nyata.

ZLN,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak Mengetauhi Apa-apa

Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...