Jangan biarkan imajinasi mu berlari begitu jauh menggenggam ku. Aku masih nyaman dengan secangkir teh hangat yang sudah sedari tadi menunggu untuk aku teguk. Aku masih mau berlama-lama memandangi air yang menari seirama dengan angin yang bertiup. Menikmati musik yang tercipta diantara malamku. Ketakutan datang ketika petir menggelegar sangar di langit hitam. Menutup telinga pun tak mengurangi rasa itu. Menutup mata pun sama saja. Percuma.
Entah berapa lama lagi aku berada dalam ketakutanku, seseorang datang menyapa dan memeluk ku dengan hangat dan nyaman. Tiba-tiba saja kau menarik tanganku, oh. . Lamunanku saja.
Tersadar jika aku merindukan orang yang jujur dengan segala tindakan yang tak hanya fiksi. Merindukan orang yang menenangkan dan menjaga ku dengan segenap rasa sayang yang teramat. Merindukan mu yang siap mendengar semua celotehanku yang skalanya kadang lebih cepat dari petir yang menyambar-nyambar diatas awan hitam.
Imajinasi yang menjadi sebuah harapan yang selalu ku sirami do'a agar tumbuh menjadi nyata.
ZLN,
Rabu, 17 Februari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak Mengetauhi Apa-apa
Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...
-
Menyanyangi itu kamu. Mencintai. Titik. Tanpa koma. Tak perlu penjelasan. Karena kau sudah tahu tanpa perlu bertanya lagi. Dan tanpa aku ...
-
Pintaku, jangan dulu berjanji. Jangan dulu mengucap janji yang sulit ditepati, seperti janji untuk tidak saling menyakiti. Karena mungkin ...
-
Sebongkah hati tlah berlari terlalu jauh. Jauh meninggalkan tembok runtuh itu dalam kehidupannya. Terlalu jauh ia berlari hingga akhirnya...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar