Karena sulit bukan berarti tidak mungkin. Aku tak serta merta langsung bahagia, saat kau ada. Pun tak pula langsung bersedih saat kau tak ada. Bahagia dan duka datang beriringan dan seringkali, manusia diminta untuk selalu menyesuaikan. Namun denganmu, aku ingin bisa merasa tetap nyaman, atas situasi apapun yang datang kemudian. Aku berhenti sejenak, kemudian memejamkan mata, lalu aku menemukan dunia. Dan aku mulai berpikir, bahwa membuka mata sama dengan menipu diri sendiri jika ku lakukan saat ini, membuat diri sendiri teralih oleh keindahan-keindahan yang nampak oleh bentuk-bentuk yang dapat disentuh. Mungkin kita membuka mata terlalu lebar, kita berjalan terlalu jauh, dan ternyata kita tidak menemukan apa-apa. Mungkin, apa yang kita cari adalah apa yang sedang kita hadapi. Atau mungkin juga, apa yang selama ini kita tunggu, adalah apa yang selama ini bersama kita.
Bukankah kita bisa untuk diam? Sejenak berfikir untuk 3 tahun terakhir yang kita lewati. Banyak manfaatnya kah? Atau sebaliknya? Sudahlah.. Berhenti bermain-main dengan niat, sekarang sudah sampai pada masanya, kita akan melangkah lebih jauh nan tinggi, tapi jangan dulu terlalu fokus pada kejauhan atau ketinggian itu, coba fokus pada langkah pertama kita ini, itu lebih penting. Jangan biarkan batu sandung sekecil apapun menghalangi, jika perlu singkirkan, agar orang yang akan lewat dijalan ini tak senasip dengan kita. Jika bukan perkara mudah yang kau cari, pastikan, kau tak akan mudah untuk kehilangannya lagi.
Saat menulis ini aku sedang duduk diantara barisan kursi tanpa penghuni, aku hanya diam dan serasa masuk kedalam lautan hening yang ku ciptakan sediri. Seperti kursi tanpa penghuni, sepi kosong monplong. Mungkin begitu juga kondisi.. Ah, sudahlah, biarlah semua berjalan sesuai sekenarionya, ikuti saja proses dan tak usah banyak protes.
Selama aku tau hatinya untuk siapa, aku masih bertahan dan mengatakan bahwa "aku baik-baik saja". Namun semua itu tak berlaku lagi, jika hatinya bukan lagi untukku.
Salamkan padanya,
Aku harap Tuhan tidak menjatuhkan hatiku pada orang yang pandai mematahkannya.
Hanya tulisan tanpa alur. Maklumlah aku bukan seorang penulis.
Zahrotul Laili.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak Mengetauhi Apa-apa
Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...
-
Menyanyangi itu kamu. Mencintai. Titik. Tanpa koma. Tak perlu penjelasan. Karena kau sudah tahu tanpa perlu bertanya lagi. Dan tanpa aku ...
-
Pintaku, jangan dulu berjanji. Jangan dulu mengucap janji yang sulit ditepati, seperti janji untuk tidak saling menyakiti. Karena mungkin ...
-
Sebongkah hati tlah berlari terlalu jauh. Jauh meninggalkan tembok runtuh itu dalam kehidupannya. Terlalu jauh ia berlari hingga akhirnya...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar