Kamis, 11 Februari 2016

Sebaik-baiknya Diri.

Beberapa kali pernah aku mengalami keterpurukan. Tidak hanya aku, kau juga pasti pernah, jatuh di titik rendah yang tidak kita kehendaki. Hidup memang begitu, bukan? Kadang di atas, kadang di bawah. Kadang hidup terasa mudah, kadang begitu sulit untuk dilewati. Kadang manis, kadang pahit sekali. Namun di balik itu, hidup tetaplah hidup, bak pertunjukan. Harus terus berjalan, bagaimana pun keadaan.

Badai pasti berlalu, sering sekali aku menyemangati diriku sendiri seperti itu. Segala yang buruk pasti bisa aku lalui. Seberapapun lamanya pasti akan terlewati. Seberapa payahnya kaki melangkah, jalan yang terjal pasti bisa aku arungi. Semuanya akan baik-baik saja, mungkin tidak kini, barangkali nanti.

Berkali-kali aku membatin apa saja yang baik, tak ubahnya sebagai usaha membangkitkan semangat pada diri. Rencana Tuhan selalu luar biasa, ini yang aku yakini. Ambil saja, hari ini aku diberi kesusahan, besok atau bahkan satu detik kemudian bisa saja aku diberikan kelapangan. Di antara keduanya, usaha, syukur dan doa harus selalu ada.

Aku adalah sebaik-baiknya sorak pandu untuk diriku sendiri. Meneriaki diriku untuk selalu baik hari ke hari. Sekalipun satu hari aku mengalami jatuh bertubi-tubi, yang bisa membangkitkanku adalah aku pribadi. Dorongan dan bantuan dari orang lain bisa saja ada, namun tidak selamanya mereka bersedia. Maka dari itu, jangan terlalu bergantung pada orang lain, terlebih bermanja untuk selalu dibantu. Usahakan sendiri dulu. Sekalipun meminta bantuan, pintalah pada Yang Maha Membantu, pada-Nya kekecewaan bukanlah keniscayaan.

Di paragraf terakhir, aku mengukir sesuatu yang akan menjadi cambukku ketika nanti mengalami hal terburuk lagi;

Aku harus menjadi yang terbaik, minimal untuk diriku sendiri. Katakan kini aku tengah di perjalanan menuju itu, aku tidak akan pernah berhenti. Apa-apa yang sudah dimulai, harus diselesaikan. Jangan pernah memecundangi diri sendiri. Aku bisa, karena aku terlahir untuk menjadi seseorang, yang luar biasa. Sebaik-baiknya diri. Yaa, minimal untuk diriku sendiri.

Laili,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak Mengetauhi Apa-apa

Untuk beberapa saat, rasanya lebih mudah untuk tidak mengetahui apa-apa. Banyak hal yang berubah seperti perubahan kondisi kita setelah ke...